Showing posts with label Proyek. Show all posts
Showing posts with label Proyek. Show all posts

Sunday, April 30, 2017

Outbound dan Pelatihan di Kebun Teh Pagilaran

Hampir setiap instansi memiliki security. Security menempati posisi penting yang bertanggung jawab terkait keamanan. Tanggung jawab tersebut mengharuskan pribadi yang kuat dan tegas. Di sisi lain, pada instansi tertentu security “memiliki” peran layaknya front liner yang mengharuskannya bersikap ramah dan banyak senyum. Utamanya pada instansi yang bergerak dalam pelayanan publik. “Kesan terhadap security seolah saat pelatihan lebih banyak diajarkan tentang ketegasan (‘keras’) tetapi saya di sini ternyata ditugasi untuk melayani yang mengharuskan banyak senyum dan ramah”, demikian salah satu kesan dari seorang security di suatu instansi.


Tepatnya, 8 Oktober 2016 lalu saya kebagian untuk menyampaikan materi pada security Universitas Pekalongan. Tempatnya di kebun teh Pagilaran. Pagilaran merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Batang. Perjalanan sekitar 45 menit dari pusat kota kea rah selatan. Banyak orang memilih untuk ke Pagilaran guna menikmati udara segar dan hamparan hijau kebun teh di sana. Perkebunan teh yang sudah ada sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Pohon tehnya ada yang sudah berumur seratus tahun lebih.


Pagilaran menawarkan kesejukan dan kesegaran udara, sangat cocok untuk refreshing. Ada banyak penginapan dan rumah yang bisa disewa untuk keluarga. Cukup murah, rumah dengan 3 kamar tidur lengkap dengan dapur dan kamar mandi hanya kisaran 1 juta sehari semalam. Tersedia aula untuk acara gathering atau training yang juga bisa disewa.


Pagilaran bisa jadi salah satu alternatif untuk kegiatan pelatihan atau gathering. Hal tersebut sepertinya yang menjadikan alasan Alumni Fakultas Hukum Unissula Angkatan 80/81 memilih Pagilaran sebagai salah satu tempat untuk reunian pada 26 Maret 2017 lalu. “Reunian kali ini seru, paling seru dibandingkan sebelum-sebelumnya”, itulah salah satu kesan dari peserta. Kemasan acara yang menarik yang memberikan kesan tak terlupakan merupakan hal penting dalam acara reuni. Rektor Universitas Pekalongan merupakan ketua dari acara reuni tersebut dan berperan besar dalam kesuksesan acara.


Salah satu sesi acara yang menarik adalah outbound. Rangkaian permainan yang menjadikan semuanya bisa terlibat, aktif, dan tentunya ada nilai edukatif di dalamnya. Pilihan tempat permainan bisa di luar atau area terbuka sembari menikmati pemandangan sekitar dan udara yang segar. Bisa juga tempat permainan di dalam ruangan terkhusus ketika cuaca sedang hujan sehingga tidak memungkinkan diadakan di luar. Tentunya jenis permainan akan disesuaikan sehingga tetap mengena di hati peserta. Itulah yang kami usahakan, saya bersama rekan, seorang psikolog pendidikan Aji Cokro D. M.Psi, Psikolog. Pada akhirnya, sebagai diberi kepercayaan fasilitator belajar banyak hal dan harus siap membuat keputusan yang sigap di lapangan. (Pariman, M.Psi, Psikolog)

Friday, August 5, 2016

Outbound Sekaligus Refreshing di Guci, Tegal

Rutinitas kerja dengan berbagai tumpukan banyak agenda memang membawa dampak kepenatan dalam pikiran. Kebuntuan ide dan penurunan semangat menjadi permasalahan yang biasa muncul secara individual jika tidak diimbangi dengan rehat yang cukup. Namun demikian, adakalanya ketika seseorang memilih rehat sejenak dari pekerjaan justru terasa berat untuk memulai kembali bekerja. Kegiatan yang memiliki nilai edukatif mendukung pekerjaan sekaligus memiliki nuansa refreshing seperti outbound berlokasi di tempat wisata menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

(Mumpung pesertanya masih pada sarapan, photo dulu ^_^)

Senin-Selasa, 1-2 Agustus 2016 lalu saya dan tim diminta untuk memfasilitasi sesi indoor sekaligus outdoor STIE Muhammadiyah Pekalongan. Bukan hanya motivasi yang diharapkan kembali menyala-nyala dari acara tersebut tetapi juga kinerja yang melejit guna mencapai targetan-targetan. Kegiatan yang menantang sekaligus menyenangkan bagi kami sebagai fasilitator. Menantang dalam artian memacu ide-ide kreatif sehingga acara menarik, ada nilai edukatif sekaligus memuaskan. Menyenangkan saat mengamati setiap perubahan positif tahapan demi tahapan dari setiap peserta. Tentunya semakin menyenangkan ketika sekian waktu kemudian mendapati kabar dampak positif terhadap motivasi dan kinerja dari outbound sekaligus refreshing yang pelaksanaannya di Guci, Bumijawa, Tegal.
Untuk memastikan tercapainya tujuan dari outbound, sudah menjadi kebiasaan kami melakukan assessement dengan bertemu langsung pihak-pihak yang berkepentingan. Utamanya untuk mengetahui keluhan-keluhan yang ada selama ini dan harapan-harapan dari outbound. Berbagai informasi yang didapatkan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar membuat materi dan mendesain penyajian materi. Sedikit pengantar kemudian diikuti games atau role play menjadi pilihan yang menarik.

(Siap aksi ^_^)

Games dan role play memiliki banyak kelebihan. Para peserta umumnya sangat antusias ketika mereka tidak hanya duduk, diam menyimak pemaparan materi. Pikiran, emosi, dan energi fisik peserta perlu dialirkan. Dengan demikian, bukan hanya aspek kognitif yang terlibat tetapi afektif juga psikomotorik. Dalam bahasa pembelajaran ada istilah yang disebut experiential learning. Seluruh proses yang dialami oleh peserta bisa diolah menjadi sebuah pembelajaran.
Oya, pilihan tempat semisal Guci juga menjadi aspek yang umumnya jadi daya tarik para peserta. Selain mendapatkan pencerahan dari materi, peserta bisa refreshing. Panorama alam yang indah, udara yang segar, air panas yang memiliki efek teraupetik tersendiri. Ketegangan-ketegangan yang mengganggu bisa teratasi dengan pemilihan tempat yang menarik. Dari semua itu, pencerahan, semangat, dan tentunya kinerja yang meningkat tetaplah menjadi poin penting yang diharapkan dari acara outbound sekaligus refreshing.

Tuesday, December 15, 2015

Berbagi Inspirasi dengan Calon Guru PGSD Unnes Di Kota Tegal

“Guru: ‘digugu lan ditiru’ (dipatuhi dan diteladani”. Ungkapan yang ‘keroto boso’ tersebut menggambarkan bahwa seorang guru sudah selayaknya menjadi sumber keteladanan. Dengan kata lain, seorang guru dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki karakter yang mulia. Keteladanan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan karakter sudah selayaknya disandang sebagai seorang pendidik. Hal tersebut selaras dengan UU No. 20 Tentang Sisdiknas bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Jelas peranan besar seorang guru dalam pembanguna SDM bagi bangsa dan secara khusus bagi masa depan anak didik.


Tepatnya Sabtu, 12 Desember 2015 saya didaulat berbagi inspirasi untuk para calon guru di kampus PGSD Unnes yang berlokasi di Kota Tegal. Tema besar yang diusung adalah bahwa guru tidak harus PNS. Sebuah tema yang memberikan pencerahan bahwa status pekerjaan (negeri atau swasta) bukanlah penghalang bagi seorang guru untuk mengabdikan ilmunya. Untuk berbagi inspirasi kepada banyak orang, seorang guru tidak perlu harus terbatasi dengan ruangan kelas dan jumlah siswa.


Norma Pujiastuti, pembicara pertama sebelum saya yang merupakan alumni PGSD Unnes menuturkan pengalamannya selama mengikuti program SM-3T. Sebuah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (tedepan, terpencil, terluar) selama satu tahun yang kemudian dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. Tentulah mengajar di daerah 3T sangat jauh dari ideal. Selain terbatasnya saran dan prasarana, seorang guru juga dituntut untuk bisa survival. Namun, hal tersebut tidak harus dipandang sebagai masalah oleh seorang Norma dan para guru lainnya tetapi justru dipandang sebagai challenge yang mengaktifkan seluruh potensi diri dan kreatifitas. Situasi yang sulit, dia jadikan momentum untuk melejit.  
Pada sesi berikutnya, giliran saya berbagi inspirasi dengan tagline “Guru inspiratif: Sukses dan Menyukseskan”. Menjadi seorang guru adalah peran mulia yang diberikan Allah SWT. Saya sendiri sejak kecil didorong untuk memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Lahir di keluarga dengan pendidikan tidak memadai karena keterbatasan ekonomi. Walaupun ibu saya cukup pandai ketika sekolah dasar tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Lebih-lebih lagi ayah saya, tidak pernah sama sekali mengenyam pendidikan, SD sekalipun. Andalannya ketika diminta tanda tangan adalah mengajukan jempolnya (cap jempol). Salutnya untuk kedua orangtua saya adalah senantiasa menanamkan keberania untuk bermimpi. 


Impian jadi guru masih melekat dalam ingatan saya. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, makna tentang “guru” terus berkembang. Dulu yang terbayang saat sekolah SD adalah guru SD, lalu saat sekolah SMP  adalah guru SMP, saat sekolah SMA adalah guru SMA, saat kuliah pun berganti bahwa guru itu sama juga dengan dosen. Ketika selama ini saya menulis buku, mengisi acara motivasi di radio, diundang untuk membahas tema pengembangan diri di TV, menulis pendapat di Koran juga website pribadi serta menghadiri undangan sekolah, kampus, karangtarunan dst untuk berbagi inspirasi. Pemahaman saya tentang guru berkembang menjadi “orang yang senantiasa berbagi inspirasi”. Menjadi seorang guru itu memang menyenangkan.


Salah satu kebahagiaan seorang ‘guru’ adalah mendapati dirinya berhasil dan tambah bahagia lagi ketika mendapati muridnya berhasil. Bagi saya pribadi, saya bisa merasakan bahagianya mendapati adik-adik yang dulu saya dampingi Beastudi Etos sudah menjadi orang yang sukses. Jafar Arifin, alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat penerima Beastudi Etos salah satunya. Impian untuk kuliah dan pergi ke luar negeri sudah tercapai dan kini meniti karir di sebuah perusaan terkenal di Indonesia. Sebuah doa mengalir, semoga segala ikhtiar yang dulu saya lakukan bisa menjadi amal baik bagi saya. Di sinilah, landasan dasar menjadi seorang guru adalah keikhlasan. Persis sebagaimana pesan dari seorang peserta “achievement motivation training”.
Di bagian akhir tulisan ini, saya sampaikan terima kasih banyak pada panitia atas kesempatan yang dipercayakan untuk berbagi inspirasi. Sharing is caring. Salam bahagia, berkah, berkelimpahan. (Pariman, S.Psi)

Thursday, April 30, 2015

Character Building and Motivation Training SMP 1 Ulujami

“Kakak, tadi memotivasi saya banget”, pesan singkat dari nomer yang saya tidak kenal. Namun demikian, saya yakin dia adalah salah satu peserta yang mengikuti acara “Character Building and Motivation Training for The Ninth” di SMP 1 Ulujami, Pemalang. Saya berbagi inspirasi pada 300an lebih siswa kelas IX selama 4 jam. Sebagaimana yang diharapkan sekolah bahwa para siswa perlu dibekali dengan pembangunan karakter dan motivasi untuk persiapan UN.


Tepatnya Rabu, 29 April 2015 atau H-4 ujian nasional tingkat SMP diselenggarakan SMP Ulujami, Pemalang menyelenggarakan training pembangunan karakter dan motivasi untuk siswa kelas IX. Sudah diakui oleh umum bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan dari kecerdasan yang dimiliki tetapi juga karakternya. Berapa banyak orang yang cerdas, berhasil secara materi tetapi masih juga bersikap tidak jujur (korupsi, menipu, tidak memiliki empati)? Jika bisa tentulah, kesuksesan itu bukan hanya di mata manusia tetapi di mata Allah SWT.

Bagi anda yang ingin mengundang saya jadi pembicara, bisa langsung kontak ke 085 737 578 678


Saya merasa senang diberikan kesempatan untuk berbagi terutama oleh sekolah-sekolah. Generasi muda menjadi tumpuan masa depan orangtua, masyarakat, agama, dan bangsa. Di balik segala tingkahnya, mereka memiliki potensi yang luar biasa jika mendapatkan bimbingan yang tepat. Dengan berbagi inspirasi ke sekolah-sekolah, saya sendiri merasa menjadi bagian yang ikut berkontribusi untuk kebaikan. Bukankah salah satu amal yang tidak terputus itu adalah ilmu yang bermanfaat? Itulah salah satu yang saya suka dari berbagi inspirasi dari pengalaman dan ilmu psikologi yang saya pelajari.


Saya juga senang mendapati antusias para peserta saat acara. Beberapa orang peserta melanjutkan komunikasi melalui kontak maupun sosial media. Ada pula yang sudah lama sekali, mereka berkabar dan sudah menjadi orang yang berhasil. Karena itu, mari terus berbagi inspirasi. Semoga membawa kebaikan-kebaikan. Aamiin.
Buat adik-adik peserta Character Building and Motivation Training for The Ninth” di SMP 1 Ulujami, Pemalang,
“Semoga kalian lulus semua dan mendapatkan nilai-nilai yang baik. Selamat menempuh jalan sukses kalian masing-masing. Wujudkan impian-impian kalian. Good luck”

Wednesday, April 8, 2015

Berbagi Inspirasi di Sragi Bareng “Alumni” Korea

UN (ujian nasional) menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar pada tahun terakhir kelulusan. Walaupun tidak seperti ketika UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan tetapi tetap saja UN menjadi hal penting bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuannya. Boleh dibilang, UN merupakan kesempatan pamungkas bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, lebih-lebih bagi mereka yang sebelumnya belum optimal dalam pelajaran di sekolah.


Sejumlah sekolah pun melakukan upaya-upaya untuk membantu para siswa meraih capaian terbaik dalam UN. Upaya tersebut meliputi tambahan jam pelajaran, uji coba, dan semua hal terkait akademis. Selain itu, sekolah juga melakukan upaya bersifat non akademis berupa pemberian motivasi. Upaya guru-guru sudah maksimal, selanjutnya tergantung diri para pelajar itu sendiri. Pemberian motivasi melalui training menjadi upaya penting yang kemudian dilakukan sekolah. Dengan latar belakang tersebut, 1 Maret 2015, saya diminta untuk berbagi inspirasi di SMA Sragi Kab. Pekalongan setelah sebelumnya, 12 Januari 2015 di SMA 1 Kedungwuni.


Kali ini, saya mengajak rekan dari Semarang. Dulu adik tingkat dan saya menjadi pembinanya. Sekarang dia sudah menjadi orang (cukup) hebat. Buktinya, dia sempat mengikuti student exchange ke Korea untuk satu semester. Beberapa waktu sebelumnya juga mempresentasikan paperya di Singapura dalam ajang pertemuan internasional. Khusnul Ari atau biasa dipanggil Khusnul ini mengagendakan untuk bisa mengikuti event internasional setidaknya setahun sekali. Pencapaiannya sampai percaya diri seperti itu tidaklah mudah. Dengan alasan itulah, saya mengajaknya untuk mengisi bersama guna memberikan motivasi pada para siswa di Sragi.
Setiap orang sebenarnya dilahirkan untuk menjadi orang sukses dan memiliki semangat yang luar biasa. Buktinya, saat kecil berulang kali jatuh bangun saat latihan berjalan, tetap saja berlatih berjalan dan akhirnya bisa berjalan. Ketika jatuh, sesegera orang-orang memberikan semangat dan dukungan. Hal tersebut ternyata tidak banyak orang dapati ketika sudah dewasa. Dalam kesempatan berbagi semangat di SMA Sragi itulah, kami menghadirkan kembali dukungan dan meyakinkan bahwa mereka adalah pribadi yang hebat.


Ada banyak contoh di lingkungan sekitar, orang-orang yang awalnya biasa saja lalu menjadi orang yang luar biasa karena memiliki semangat dan kerja yang gigih untuk berhasil. Setiap peristiwa yang manusia alami, orang-orang yang ditemui, hal-hal yang dijumpai pada dasarnya merupakan guru yang mengajarakan sesuatu. Bagi mereka yang menyadari hal tersebut, tidak akan kekurangan inspirasi untuk maju. Semoga kita semua menjadi pribadi yang hebat dan senantiasa bersyukur pada Allah SWT. Di bagian akhir acara, kami menutupnya dengan refleksi, berdoa bersama, dan menguatkan tekad bisa saling berbagi inspirasi kepada siapa saja. Semoga bermanfaat. (Pariman Siregar)

Tuesday, April 7, 2015

Berbagi Inspirasi di Sragen: Inspirasi Berani Kuliah

Kuliah atau meneruskan studi ke perguruan tinggi bagi sebagian orang sudah menjadi kewajaran tetapi bagi sebagian orang lagi di negeri ini bisa jadi adalah impian besar. Bagi masyarakat ekonomi kelas bawah yang orangtua mereka bukan lulusan perguruan tinggi, kuliah membutuhkan lebih dari biaya tetapi juga keberanian.  Kurangnya informasi bahwa ada peluang beasiswa, ada orang yang dulu memiliki keraguan seperti mereka tetapi akhirnya bisa kuliah, dan rasa kurang percaya diri menjadi kendala untuk melanjutkan kuliah. Dengan alasan itulah, Sabtu 28 Maret 2015 bertempat di aula dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sragen, komunitas Sragen Ikhlas Berbagi menggelar acara “Inspirasi Berani Kuliah”.


Saya berkesempatan ikut berbagi dalam acara tersebut bersama dengan dua pembicara lain alumni UGM. Saya diminta untuk berbagi tentang pengenalan potensi diri, materi yang sangat cocok dengan bidang psikologi yang selama ini saya pelajari. Ar Rohim (juara nasional Olimpiade Sain & Tekonologi) diminta berbagi untuk meraih prestasi sejak dini. Budiarjo (aktifis dan trainer muda) berbagi tentang serba-serbi dunia kampus dan informasi beasiswa. Acara yang dihadiri hampir 100 siswa SMA/SMK itu dibuka oleh kepada dinas pendidikan dan kebudayaan. Selama berlangsungnya acara, peserta nampak antusias yang ditunjukkan dengan banyaknya yang bertanya saat sesi tanya jawab dan setelah acara selesai. Ketua panitia, Gunawan Saputro menutup acara dengan kontemplasi dan informasi follow up dari acara tersebut. Acara yang nampak sederhana tapi ternyata penting manfaatnya bagi para pelajar.

Peserta yang datang merupakan pengurus inti dari organisasi di sekolah. Harapan dengan kehadiran mereka, selanjutnya peserta bisa meneruskan inspirasi yang mereka peroleh ke teman-teman di sekolah masing-masing. Saya merasa bahagia ketika ada dari mereka yang langsung action mengadakan acara di sekolahnya. Dari foto yang mereka upload  di grup menunjukkan peserta yang antusias.

Saya ingat masa-masa ketika S1 mengadakan acara yang kurang lebih serupa. Para peserta datang dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah dan acaranya di Semarang. Sekarang, saya yakin mereka sudah menjadi orang hebat semua. Saya juga yakin, mereka kini juga melakukan hal yang dulu mereka terima, yaitu berbagi. Tidak perlu menunggu memiliki semua untuk kita bisa berbagi, mulai dari hal sederhana yang bisa dibagikan. Nasihat yang baik atau kalimat yang motivatif bisa jadi sangat dibutuhkan orang daripada materi. Selamat berbagi. 

Sunday, February 15, 2015

Wikipedia Page: “Bayaran 28 Million”

Apa itu Wikipedia page? Cobalah amati profil di bawah ini:

Profil yang muncul merupakan hasil olahan dari mustappsworld. Saya sendiri senyum-senyum mendapati hasilnya. Di profil tersebut, saya adalah seorang pemain sepak bola profesional dari Brazil. Karir sepak bola profesional saya mulai sejak usia 17 tahun dan dipercaya menjadi seorang kapten dengan skill saya yang mengagumkan. Prestasi saya di turnamen juga tidak kalah hebat, yaitu membawa negara Brazil menjuarai turnamen FIFA 2015 dan menjadi top goal scorer dengan 13 gol. Coba perhatikan berapa harga pemain sepak bola professional seperti saya? 28 Million, tentunya dolar Amerika ya.
Anda tentu penasaran dan tertarik juga untuk membuat profil tersebut. Tenang saja, nanti akan saya bagikan caranya. Namun demikian, ada hal lebih menarik yang ingin saya share di sini. Kira-kira, apa perasaan saya ketika mendapati profil mengagumkan tersebut, lebih-lebih bayaran saya? Jujur. Saya senang. Semoga suatu kali nanti, saya akan mendapatkan bayaran sebesar itu,  28 Million Dollar Amerika. Mudah-mudahan, profil olahan dari mustappsworld tersebut merupakan kode, sinyal, pemberitahuan awal bahwa pada tahun 2015, saya mendapatkan 28 Million Dollar. Siapa yang tidak senang jika memiliki uang sebanyak itu?
Sebuah pesan menarik saya dapatkan saat mengikuti pelatihan dalam mengatasi hambatan diri dan membuka luas kebahagiaan serta kesuksesan. “Jika minta sama Allah SWT itu jangan tanggung-tanggung”, begitu pesannya. “Masa lalu biarlah berlalu, masa depan serahkanlah pada Tuhan, dan bertindaklah pada masa sekarang”, pesan kunci lainnya. Dengan ini, saya pasrahkan saja, saya serahkan, biarlah Allah SWT memberikan 28 Million Dollar, lebih sekalipun saya senang. Semau-maunya Allah saja dalam memberikan yang sebanyak-banyaknya. Jalannya bagaimana? Biarlah Dia yang membuat jalan mengagumkan lagi menyenangkan. ^_^
Ngomong-ngomong masih penasaran ya dengan cara membuatnya. Sangat simple. Silakan kunjungi, klik mustappsworldIkuti saja perintahnya. Saat sudah membukanya, pasti anda sudah tahu. Selamat mencoba dan tersenyum. Hasilnya bisa juga dishare di facebook langsung. Sudah ada kok menunya. Good luck. 

Tuesday, January 13, 2015

Training Motivasi Sukses UN dan Masuk Perguruan Tinggi: SMA 1 Kedungwuni, Kab.Pekalongan

Kali ini, tim QuantumMotivation Center mendapat kesempatan untuk berbagi inspirasi di SMA 1Kedungwuni. Sekolah menengah atas yang terkenal di Kabupaten Pekalongan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sekolah yang cukup istimewa dalam menanamkan pendidikan karakter dengan mengawali tilawah Al Qur’an (tentunya juga doa) sebelum pelajaran dimulai. Demikian pula selesai pelajaran (sebelum pulang), siswa dan guru berdoa bersama. Beruntunglah para siswa dan orangtua yang menyekolahkan anaknya mendapati para guru yang semangat berbagi ilmu, memberikan didikan karakter, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung keberhasilan para siswanya.
Tanggal 12 Januari 2015, kami diminta untuk membakar semangat para siswa kelas XII dalam menyambut UN. Sekolah memiliki targetan 100% siswa lulus UN, nilai yang dicapai tinggi, meningkat prestasi sekolah, dan para lulusannya banyak yang diterima di perguruan tinggi favorit. Ini adalah kali ke sekian, Quantum Motivation Centerberbagi inspirasi lulus UN sejak tahun 2007. Hanya saja, kali ini, kami membawa banyak hal yang spesial. Dari kuliah S2 profesi psikologi klinis, saya sendiri mendapatkan banyak inspirasi dalam konseling, psikoterapi, psikoedukasi, intervensi kelompok, intervensi komunitas yang berpengaruh besar dalam sesi-sesi pelatihan tim Quantum Motivation Center. Selain itu, kali ini saya membawa rekan dari Undip, seorang mahasiswa yang mampu mengubah hidupnya dari biasa-bisa menjadi orang yang memiliki dereta prestasi di kampus dan sempat mengikuti pertukaran mahasiswa ke Korea. Transformasi mengubah diri hingga menjadi pribadi yang bersemangat dan berprestasi menjadi role model dan contoh nyata bagi para siswa. Kami berharap bisa memberikan banyak inspirasi sukses dengan ilmu, pengalaman, dan kisah nyata yang kami kemas dalam training motivasi yang menarik dan mengena.
Kelulusan UN menjadi hal yang sangat penting bagi sekolah. Kelulusan 100% umumnya dijadikan satu indikator keberhasilan sekolah atas proses belajar mengajar selama tiga tahun. Rata-rata nilai UN yang tinggi juga menjadi prestise tersendiri sekaligus menajamkan pamor sekolah di antara sekolah-sekolah yang lain dan masyarakat sekitar. Bagi orangtua, keberhasilan anak lulus dan mendapatkan nilai yang bagus merupakan kebanggaan sekaligus kepuasan. Sudah selayaknya, usaha keras dalam membiayai anak terbayar dengan kelulusan dan prestasi yang bagus dari anak. Kelulusan dan nilai yang bagus bagi para siswa selain kebanggaan, tanggung jawab juga menjadi satu jembatan untuk menuju impian masa depan mereka. Setelah lulus SMA, mereka memiliki pilihan untuk meneruskan kuliah atau bekerja. Melihat tantangan di masa depan, meneruskan kuliah merupakan hal yang realitis untuk dilakukan sekaligus pilihan yang bergengsi. Jika memiliki prestasi yang bagus, kendala minimnya biaya bisa diatasi dengan adanya banyak kesempatan mendapat beasiswa. Untuk hal yang terakhir ini, kami biasanya juga memberikan informasi tentang beasiswa pada sekolah sekaligus memberikan motivasi sukses UN. Para siswa bisa bertanya langsung terkait pengalaman dalam mendapatkan beasiswa di kampus. Pilihan lulus dengan nilai UN yang baik menjadi hal yang menyenangkan dan adanya peluang beasiswa menjadi motivasi tersendiri para siswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.
Motivasi menjadi faktor penting bagi kesuksesan dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang akademis (lulus UN). Dalam istilah Jawa, seseorang akan bisa sukses jika memiliki “krenteg” dan “greget”. “Krenteg” berarti dorongan batin yang menjadi seseorang bergerak, bertindak, berusaha meraih apa yang menjadi cita-citanya sedangkan “greget” merupakan tindakan nyata untuk mewujudkan cita-cita seseorang. Sangat penting kiranya “krenteg” dari dalam diri seseorang ditumbuhkan dan dikembangkan sehingga dia memiliki “greget” menghasilkan karya nyata. Seiring kemajuan ilmu psikologi, munculah beragam penelitian ilmiah untuk mengembangkan potensi-potensi manusia yang menjadi dasar dalam pengembangan diri. Satu dari pelatihan yang umum dikenal adalah “achievement motivation training”, pelatihan yang dilandasi dengan kajian ilmiah psikologi dalam mengembangkan potensi manusia melalui usaha untuk membangkitkan motivasi dari dalam diri manusia sendiri.

Quantum Motivation Center dengan beragam pengalaman sejak 2007 sudah sangat siap diminta untuk berbagi inspirasi tentang pengembangan diri. Dengan kemajuan sarana telekomunikasi, membuat jadwal dengan kami sangat mudah sekali. Ada yang menemukan kami dengan googling, karena sempat bertatap muka dengan kami di forum pengembangan diri yang kami isi tetapi kehilangan kontak yang sudah kami berikan. Dia mengetik nama “Pariman Siregar”dan bertemu dengan alamat di dunia maya www.parimansiregar.blogspot.com ; facebook Inspiring Man ; informasi tentang profil kami, dan kontak kami. Selanjutnya mereka mencoba untuk kontak melalui media sosial maupun kontak lain yang mereka temukan dan dengan mudah berkomunikasi dengan kami untuk mengatur waktu pelaksanaan training di tempatnya. Tentunya kami usahakan untuk bisa bertemu tatap muka langsung guna need assessment sebelum kami buat desain pelatihan, materi, dan pelaksanaan training. Kebiasaan cara ilmiah saat penanganan kasus ketika Praktek Kerja Profesi Psikologi terbawa juga dalam dunia terapan seperti training. Harapan kami, apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat dan memiliki landasan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Silakan kontak segera kami untuk membuat janjian pelaksanaan training pengembangan diri di tempat anda. (Pariman Siregar)

Thursday, January 1, 2015

Catatan 2014 (Pariman Siregar)

“Urip kuwi sing urup”, sebuah pesan bijak Jawa yang menjadi salah satu inspirasi dalam keseharian saya. “Hidup itu mesti menyala”, begitulah. Dalam kehidupan ini, kita tidak sekedar hidup tetapi perlu mewajibkan diri untuk menjadi orang yang sukses dan bisa menyukseskan banyak orang. Sebagaimana pesan nabi saw, “Sebaik-baik orang adalah yang paling banyak bermanfaat buat orang lain”.
Visi dan cita-cita menjadi syarat awal yang perlu kita miliki agar hidup ini “menyala”. Dengan visi yang dimiliki, hidup menjadi terarah. Cita-cita menjadikan hidup lebih bergairah. Dengan demikian, waktu adalah produktifitas, waktu adalah karya, waktu adalah sejarah. Berikut ini adalah catatan pribadi saya tentang perjalanan di tahun 2014. Hanya sebuah catatan pengingat bagi diri sendiri untuk lebih mensyukuri segala hal baik yang diterima dan lebih percaya diri untuk meraih hal-hal yang belum tercapai.

Keluarga
Tahun 2014, saya menggenapkan separuh agama dengan menikah. Buku “Bismillah, Kami Menikah” menjadi kado istimewa bagi orang-orang yang datang di pernikahan kami. Doakan keluarga kami jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Terima kasih atas doa dan kehadirannya saat itu.
Pekan akhir Januari 2014, kami menikah dan pekan akhir Oktober 2014 anak kami yang pertama lahir. Anak pertama kami, seorang putri yang kami namai, “Aulia Insyira Tsaqifa”. Doakan putri kami menjadi orang yang mulia, membawa kebaikan, kebahagiaan, kelapangan bagi banyak orang dengan ilmu yang dimilikinya.

Akademis
Pengennya, saya sih lulus S2 Magister Profesi psikologi pada tahun 2014, tetapi tidak tercapai. Lulus dan wisuda menjadi targetan tahun 2015. Mohon doanya, semoga dalam kemudahan dan kelancaran. Secara akademis, tahun 2014, alhamdulillah berhasil menuntaskan agenda akademis terkait dengan praktek kerja profesi, baik sidang HIMPSI juga laporan-laporan PKPP untuk puskesmas, RSJ, dan pilihan.
Semenjak menikah, saya betul-betul memperhatikan efesiensi terutama karena hampir setiap pekan bolak-balik Pekalongan-Yogyakarta. Dengan keadaan demikian, saya menyiasati dengan mendaftarkan diri sebagai asiseten kelas mata kuliah psikologi komunikasi. Satu semester tuntas saya menjadi asisenten sembari waktu yang ada saya manfaatkan untuk bertemu dosen guna bimbingan tesis dan beberapa pekerjaan lain.
Sempat diminta untuk menjadi fasilitator dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UMS yang melakukan penelitian tentang resiliensi. Fasilitator lain dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UGM dengan penelitiannya untuk membantu pasien struk. Alhamdulillah menjadi bagian dari penelitian tentang penghuni lapas dan penelitian paying tentang good parenting. Tahun 2014 menjadi masa bagi saya untuk beradaptasi dan mencari pola kerja dengan mengedepankan efisiensi.

Pekerjaan
Sejak tahun 2007, saya menekuni dunia pengembangan diri sebagai motivator. Sempat 5 tahun mendampingi pengembangan SDM mahasiswa Undip penerima beastudi etos di Semarang. Sempat pula menjadi narasumber acara motivasi dan religi di Tri Jaya FM Semarang dan RRI Pro 2 Semarang sebelum akhirnya pindah ke Yogyakarta. Aktifitas sebagai motivatornya masih berlanjut sampai dengan sekarang.
Berikut beberapa tempat saya berbagi inspirasi yang saya ingat: Training “From Zero to Hero” (FKIP, Universitas Pekalongan), training motivasi persiapan UN (SMA Gama, Yogyakarta), pelatihan guru BK (STIE Muh. Pekalongan), pelatihan organisasi KeSPPI (Psikologi, Undip), pembekalan wisudawan (FKIP, Universitas Pekalongan, pelatihan pembekalan PMB (Ilmu Kimia, Undip), pelatihan pembekalan PMB (Psikologi, UGM), bedah buku MASTER from minder (UII), “Public Relation” BEM (Psikologi, Unnes), pelatihan organisasi ‘RNB (UKM Mahasiswa Undip), pelatihan konselor sebaya siswa Mualimat Yogyakarta, pembekalan KKL mahasiswa Unimus. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi. Semoga ada banyak manfaat yang bisa diambil dengan kehadiran saya saat itu.

Akhirnya, sebagai penutup “ojo leren lamun durung sayah, ojo mangan lamun durung luwe, ojo lali karo asale”. Janganlah beristirahat sebelum lelah, janganlah makan sebelum lapar, dan jangan lupa dengan asalnya. Semoga setiap kesempatan, kita bertumbuh dan mendewasa semakin menjadi pribadi yang baik serta banyak karya. (Pariman Siregar FB Inspiring Man)

Saturday, April 12, 2014

Konsep Penanganan Stres pada Remaja Secara Terintegrasi Ditinjau dari Perspektif Biopsikososial dan Spiritual


Darosy Endah Hyoscyamina, Farida Hidayati & Pariman

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsep penanganan stres secara terintegrasi (biopsikososial dan spiritual).Konsep tersebut kemudian diwujudkan dalam media pembelajaran Integrated Help for Solving Stress (IHSS). Subyek penelitian adalah  remaja usia SMA. Penggalian data melibatkan guru dan orangtua.Ada 4 tahapan yang dilakukan. Pertama, studi yang dilakukan dengan penyebaran Skala Stres pada remaja. Kedua, diskusi kelompok melibatkan remaja, pihak sekolah, dan orangtua. Ketiga, uji coba pemberian pelatihan penanganan stres. Keempat, pembuatan modul akhir.
Analisis data secara kuantatif dan kualitatif.Data dari Skala Stres dilakukan dengan SPSS 12.00.Data diskusi kelompok menggunakan analisis deskriptif.Verifikasi modul dilakukan oleh ahli.
Dari hasil penyebaran skala stres terhadap 100 siswa SMA,  diketahui bahwa 5% mengalami stres rendah, 52% mengalami stres sedang, 42% mengalami stres tinggi, dan 1% mengalami stres sangat tinggi. Hasil FGD diperoleh data bahwa siswa, pihak sekolah, dan orangtua memberikan peran yang berbeda dalam memunculkan stres. Dari pemberian pelatihan penanganan stres juga didapati bahwa konsep penanganan secara terintegrasi meliputi; pengenalan akan biologis stres, peningkatakan spiritual, pemberian teknik psikologi dalam penanganan stres, dan pemberian dukungan sosial.
Kata kunci: Stres, Remaja, Biopsikososialspiritual, Integrated Help for Solving Stress (IHSS) 

*) Dipresentasikan pada acara Temu Ilmiah Nasional I Ikatan Psikologi Klinis di Surabaya, 1-3 November 2012
This entry was posted in

Biopsycososiospiritual Methode as Integrated Help for Patient with Cancer


 Pariman
Mahasiswa Magister Psikologi Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
Abstrak
Kanker masih termasuk penyebab terbanyak kematian di dunia. Selain belum adanya penanganan secara memuaskan juga deteksi tentang kanker yang cenderung terlambat. Hal tersebut menambah keluhan terkait kanker terutama ketidaknyamanan fisik dan keadaan psikologis pasien kanker. Pihak keluarga yang tidak mengalami secara langsung pun mengalami ketidaknyamaan dengan keadaan anggota keluarganya yang mengalami kanker. Walaupun penanganan terhadap kanker dari dunia medis sudah coba untuk ditingkatkan tetapi masih terkesan berfokus pada penanganan secara medis melalui kemoterapi. Padahal pada kenyataannya, mereka yang mengalami kanker mengeluhkan berbagai hal yang perlu penanganan secara terintegratif dari berbagai pihak.
Tulisan ini bertujuan untuk memberikan paparan gambaran penanganan secara terintegratif melalui berbagai pendekatan yang dimungkinkan bisa membantu penyembuhan dan/atau peningkatan kualitas hidup penderita kanker. Berbagai informasi dari penelitian-penelitian sebelumnya menyebutkan peran penting dukungan sosial, peningkatan kualitas psikologis penderita kanker, penanganan medis, dan kualitas religiusitas seseorang dalam penyembuhan. Pendekatan biopsycososiospiritual yang melibatkan peran dokter, psikolog, teman, anggota keluarga, dan komunitas.
Dari konsep penanganan yang diperoleh selanjutnya bisa menjadi masukan bagi berbagai pihak untuk membantu para penderita kanker. Selain itu, konsep yang diperoleh juga menjadi dorongan para pemerhati kesehatan untuk diuji secara empirik.
Kata Kunci : Pasien kanker, Penanganan Terintegrasi, Biopsikososial dan Spiritual

*) Dipresentasikan pada acara Temu Ilmiah Nasional I Ikatan Psikologi Klinis di Surabaya, 1-3 November 2012.
This entry was posted in

Saturday, January 26, 2013

Berani Bermimpi [2] : Menjadi Penulis


“Nak, Bapak tidak bisanya menyekolahkan, carilah bekal hidupmu sendiri”, demikian kira-kira pesan Bapak saya. Beliau tidak berkesempatan sekolah sehingga tidak bisa membaca dan menulis. Ibu saya lulusan Sekolah Dasar, beliau yang membimbing saya belajar saat kecil. Mereka berdua berharap, anak-anaknya berpendidikan tinggi karena mereka sadar bahwa dulunya mereka tidak berkesempatan sekolah. Keterbatasan ekonomi yang menjadi alasannya. Dengan semangat itulah, saya dan dua adik saya berkomitmen untuk sekolah setinggi-tingginya.

Jika direnung-renungkan, perjuangan kedua orangtua saya begitu hebatnya. Entah kapan saya bisa membalasanya walaupun mereka tentu tidak begitu mengharapkan hal itu. Lahirlah semua tekad untuk memberikan sesuatu yang membahagiakan bagi mereka. Setidaknya mengabadikan nama mereka sebagai inspirator yang menghantarkan saya sampai sedemikian sekarang. “Sebelum lulus S1, saya ingin menerbitkan buku”, begitulah semangat itu. Saya ingin menuliskan nama kedua orangtua saya, mengucapkan terima kasih, dan banyak orang yang akan membaca serta terinspirasi buku tersebut.

Di penghujung kuliah, terbitlah buku pertama MASTER from MINDER. Sebuah buku yang saya dedikasikan sebagai wujud kepedulian untuk membantu orang lain dengan meyakinkan bahwa mereka memiliki potensi yang luar biasa; potensi yang jauh melebihi apa yang dipikirkannya. Kumpulan dari berbagai pengalaman yang pernah saya dapatkan. Saripati inspirasi ketika menjadi trainer di sekolah bisnis untuk anak dan remaja BIZZ4KIDS Semarang, pengalaman menjadi trainer motivasi dan pengembangan diri bersama teman-teman di Quantum Motivation Center (QMC), pertanyaan-pertanyaan selama mengisi “Mutiara Pagi” Tri Jaya 89,8 FM Semarang, ide-ide selama menangani pembinaan SDM di Beastudi Etos Semarang, dan berbagai pengalaman lainnya. Semua ide, inspirasi, dan pengalaman tersebut kemudian saya padukan dengan berbagai pandangan dari al Qur’an, hadis, psikologi konseling, psikoterapi serta kehidupan para sahabat dan para tokoh.

Saya mencoba menguatkan kepercayaan diri dan meyakinkan kemampuan untuk menantang segala keterbatasan. “Jika oranglain bisa, anda tentu lebih bisa,” itulah harapanya. “Awalnya menjadi murid yang baik dari kegagalan dengan banyak belajar darinya berikutnya menjadi guru kesuksesan yang mengajarkannya pada banyak orang.“ Berikut saya merangkai bab demi bab dalam MASTER from MINDER:

Master 1. Pilih Sukses atau Gagal?
Master 2. Menantang Penderitaan, Meraih Kebahagiaan
Master 3. Menantang Segala Keterbatasan
Master 4. The Secret of Succes
Master 5. Para Inspirator
Master 6. Transformasi Diri.

Mengutip komentar Solikhin Abu Izzudin, Motivator dan Penulis Buku Best Seller ZERO to HERO, “Terbatas bisa teratas? Yakinlah ANDA BISA! Jadikan keterbatasan sebagai spirit untuk melejit, berkelit di saat sulit.” Mulai sekarang tidak ada lagi minder, yang ada adalah para MASTER. Dengan buku tersebut saya berkeliling untuk berbagi inspirasi, menguatkan mimpi, dan memenangkan banyak hati.

Setelah berhasil meraih gelas Sarjana Psikologi, kini saya mengambil S2 untuk Profesi Psikolog Klinis di UGM. Ada impian juga menuliskan beberapa buku sembari kuliah. Salah satu bukunya adalah untuk mahar pernikahan saya. Buku yang saya persembahan spesial untuk seseorang yang spesial. Pada bagian persembahan akan saya tulis nama wanita spesial itu. Hanya begitu mungkin cara saya mengabadikan namanya dan mengabadikan cinta saya. “Masa lalumu adalah milikmu, masa laluku adalah milikku tetapi masa depan adalah milik kita”, mengutip kalimat dari Pak Habibie saat melamar Bu Ainun.

Semoga setiap orang yang membacanya menguatkan cinta kami. Masih panjang cerita yang nantinya saya harapkan dalam kehidupan ini. Tentunya, saya tidak akan menuliskan sendiri. “Setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita membantu menuliskan kisah kehidupan kita”, saya percaya demikian.

[*] Berani Bermimpi [1] : Kuliah S1

[*] Berani Bermimpi [3] : Kuliah S2

www.parimansiregar.blogspot
FB: Inspiring Man
Email: pariman@mail.ugm.ac.id
Hp: 085 226 992 485
PIN: 321358C0

This entry was posted in

Monday, January 7, 2013

Berani Bermimpi [1] : Kuliah


“Terbatas bisa teratas? Yakinlah ANDA BISA! Jadikan keterbatasan sebagai spirit untuk melejit, berkelit di saat sulit, Pariman Siregar ini buktinya. Mengamalkan ilmunya untuk meluarbiasakan dirinya, MASTER from MINDER,” demikian Solikhin Abu Izzudin, Motivator dan Penulis Buku Best Seller ZERO to HERO dalam Cover belakang Buku MASTER from minder.

Saya masih ingat betul pertanyaan retoris ibu saya di penghujung kelas 3 SMA, “Nak, kamu jadi mau melanjutkan kuliah? Bapakmu tidak punya uang yang cukup.” Sebuah pertanyaan yang sebenarnya ingin mengukur sejauhmana tekad saya dalam mewujudkan cita-cita untuk kuliah. Jawaban dari pertanyaan ibu saya sekaligus sebagai penguatan atas kepercayaan diri beliau dalam memampukan diri membiayai kuliah saya. 

“Insya Allah, saya akan melanjutkan kuliah. Soal biaya, saya yakin ada jalannya.” demikian jawaban saya ketika itu. “Baiklah kalau begitu, ibu hanya bisa mendo’akan, semoga engkau diberi kemudahan,” balas beliau menguatkan keyakinan saya pastinya. Sekian tahun sudah berlalu. Sungguh menarik ketika pulang ke rumah. Rasa syukur itulah yang kami rasakan. Saat mengenang dialog-dialog saya dan ibu saya di penghujung SMA itu. Dulu sepertinya tidak mungkin terjadi tetapi sekarang semuanya telah terlampaui. Ada saja jalan saat kesulitan datang. Ada saja kemudahan ketika ada keyakinan ke-Maha Besar-an Tuhan, Allah SWT. 

“Semarang, Universitas Diponegoro dimanakah letaknya?” Saya, Yayan Satya Wardhana, dan temen saya Eko Saputro sama-sama pertama kalinya ke Semarang. Kami belum pernah datang ke sana apalagi naik bus sendiri. Berbekal secarik kertas rute perjalanan, kami berangkat bersama. “Terminal Banyumanik,” nama yang paling familiar di kepala saya. Alhamdulillah, kami sampai tujuan tanpa halangan bahkan mendapat banyak kenalan dan tempat penginapan. (Terima kasih temen-temen Rohis: Mas Agus Sugito, Mas Aris dan Pak Faris dkk). 

“Biaya kuliah, sumbangan akademik, buku-buku, biaya kontrakan lalu dari mana saya dapatkan?” Kepalang basah, semua sudah terlanjur, tidak ada gunanya mundur. Jalan satu-satunya adalah kuatkan tekad dan keyakinan, pasrahkan pada Tuhan. Benar saja, saya tidak mengira menjadi bagian dari kafilah mahasiswa penerima Beastudi Etos Semarang. Salah seorang dari sekian ribu penerima beastudi etoser di 11 PTN Indonesia ini. Tempat dimana saya mendapatkan pembinaan diri setiap pekan sekali selama tiga tahun. Bersama dengan teman-teman etoser, kami dibiayai kuliahnya, mendapatkan bimbingan setiap harinya, dan banyak hal yang kami dapatkan. (Terima kasih Pak Effendi Nugroho dan keluarga, terima kasih Beastudi Etos).

Sekarang, malu rasanya jika do’anya masih ‘minta-minta’ karena banyak kenikmatan yang telah dilimpahkan oleh-Nya. Saya teringat, awalnya bukan apa-apa tetapi banyak hal-hal dulu tidak mungkin sekarang semuanya begitu nyata. Berbagai pengalaman yang dulunya tidak mengenakkan ternyata sekarang asyik untuk diceritakan. Semuanya ternyata adalah proses pendewasaan yang diberikan Tuhan bagi seorang minder agar suatu saat menjadi MASTER. Mungkin anda adalah salah satu dari seorang yang berproses menjadi seorang MASTER itu. Mari kita berbagi dan saling menguatkan diri bahwa semuanya layak untuk menjadi sukses sekalipun kemampuannya terbatas. SALAM MASTER!!

www.parimansiregar.blogspot
FB: Inspiring Man
Email: pariman@mail.ugm.ac.id
Hp: 085 226 992 485
PIN: 321358C0

This entry was posted in