Showing posts with label Profil. Show all posts
Showing posts with label Profil. Show all posts

Friday, August 5, 2016

Outbound Sekaligus Refreshing di Guci, Tegal

Rutinitas kerja dengan berbagai tumpukan banyak agenda memang membawa dampak kepenatan dalam pikiran. Kebuntuan ide dan penurunan semangat menjadi permasalahan yang biasa muncul secara individual jika tidak diimbangi dengan rehat yang cukup. Namun demikian, adakalanya ketika seseorang memilih rehat sejenak dari pekerjaan justru terasa berat untuk memulai kembali bekerja. Kegiatan yang memiliki nilai edukatif mendukung pekerjaan sekaligus memiliki nuansa refreshing seperti outbound berlokasi di tempat wisata menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

(Mumpung pesertanya masih pada sarapan, photo dulu ^_^)

Senin-Selasa, 1-2 Agustus 2016 lalu saya dan tim diminta untuk memfasilitasi sesi indoor sekaligus outdoor STIE Muhammadiyah Pekalongan. Bukan hanya motivasi yang diharapkan kembali menyala-nyala dari acara tersebut tetapi juga kinerja yang melejit guna mencapai targetan-targetan. Kegiatan yang menantang sekaligus menyenangkan bagi kami sebagai fasilitator. Menantang dalam artian memacu ide-ide kreatif sehingga acara menarik, ada nilai edukatif sekaligus memuaskan. Menyenangkan saat mengamati setiap perubahan positif tahapan demi tahapan dari setiap peserta. Tentunya semakin menyenangkan ketika sekian waktu kemudian mendapati kabar dampak positif terhadap motivasi dan kinerja dari outbound sekaligus refreshing yang pelaksanaannya di Guci, Bumijawa, Tegal.
Untuk memastikan tercapainya tujuan dari outbound, sudah menjadi kebiasaan kami melakukan assessement dengan bertemu langsung pihak-pihak yang berkepentingan. Utamanya untuk mengetahui keluhan-keluhan yang ada selama ini dan harapan-harapan dari outbound. Berbagai informasi yang didapatkan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar membuat materi dan mendesain penyajian materi. Sedikit pengantar kemudian diikuti games atau role play menjadi pilihan yang menarik.

(Siap aksi ^_^)

Games dan role play memiliki banyak kelebihan. Para peserta umumnya sangat antusias ketika mereka tidak hanya duduk, diam menyimak pemaparan materi. Pikiran, emosi, dan energi fisik peserta perlu dialirkan. Dengan demikian, bukan hanya aspek kognitif yang terlibat tetapi afektif juga psikomotorik. Dalam bahasa pembelajaran ada istilah yang disebut experiential learning. Seluruh proses yang dialami oleh peserta bisa diolah menjadi sebuah pembelajaran.
Oya, pilihan tempat semisal Guci juga menjadi aspek yang umumnya jadi daya tarik para peserta. Selain mendapatkan pencerahan dari materi, peserta bisa refreshing. Panorama alam yang indah, udara yang segar, air panas yang memiliki efek teraupetik tersendiri. Ketegangan-ketegangan yang mengganggu bisa teratasi dengan pemilihan tempat yang menarik. Dari semua itu, pencerahan, semangat, dan tentunya kinerja yang meningkat tetaplah menjadi poin penting yang diharapkan dari acara outbound sekaligus refreshing.

Monday, February 16, 2015

Membangun Portofio Diri

Apakah portofolion diri itu? Apa pula pentingnya sehingga perlu untuk dibangun? Saya akan mencoba mengupas tentang bagaimana membangun portofolio diri.
Kemajuan internet seperti sekarang menyediakan cara yang mudah bagi banyak orang dalam mencari informasi guna menjawab kebutuhan mereka. Bagi para wanita yang senang masak dan ingin mencoba resep baru bisa membuka internet melalui telpon genggam untuk mengetahui resep-resep masakan yang diinginkan. Para pelajar dan mahasiswa dengan beragam tugasnya sudah terbiasa menjadikan internet sebagai sumber refrensi dan pembelajaran. Para event organizer atau lembaga kemahasiswaan di kampus-kampus yang terbiasa mengadakan acara seminar dan pelatihan sebelum mengkontak para pembicaranya, mereka mencari dulu profil para pembicara di internet. Perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit pula yang mengumpulkan informasi tentang kandidat calon pegawainya dengan mencari informasi tentang portofolio kandidat tersebut melalui internet. Dari website, blog, media sosial yang dimiliki perusahaan bisa mengetahui karakter, value, dan pemikiran-pemikiran para kandidat. Bahkan, urusan jodoh, ada banyak cerita pengalaman awal mula perjumpaan melalui dunia maya. Mereka saling jatuh cinta sebelum bertemu langsung. Status, twet, karya, tulisan-tulisan, dan informasi di internet menjadi perantara bagi mereka saling mengagumi, berlanjut kontak, kemudian komunikasi, dan akhirnya jalinan serius. Itulah peranan keberadaan portofolio terutama yang ditampilkan melalui dunia maya. Hal tersebut sekaligus menegaskan peran penting membuat portofolio diri.
Portofolio sendiri pada intinya merupakan informasi tentang diri seseorang (aktifitas, karya, profil dst). Cobalah buka pencarian semisal “Google” lalu ketik nama anda. Apakah muncul informasi tentang anda? Berapa banyak? Informasi bagaimana yang tampil tentang diri anda? Berikut ini hasil pencarian tentang saya.

Bukan bermaksud ingin menunjukkan diri, lagian masih kalah jauh dengan nama-nama beken lainnya. Hal terpenting adalah informatif. Pengalaman, pernah suatu kali ada orang yang ingin mengundang saya mengisi pelatihan di sekolah tetapi tidak punya kontak saya. Kemudian beliau terpikirkan untuk googling dan bertemulah dengan situ juga akun sosial media saya. Dari situ kemudian beliau add facebook dan terbangunlah komunikasi hingga akhirnya saya mengisi acara pelatihan di instansi beliau.

Bagaimana cara membangun portofolio diri? Cobalah untuk membangun sebuah blog atau website personal. Dengan memiliki blog atau website personal, seseorang bisa menuangkan gagasan-gagasannya dan mengenalkan dirinya sendiri pada publik. Bisa juga dengan menjadi kontributor tulisan di blog. Dengan menjadi kontributor akan memperbanyak namanya muncul di pencarian google. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan meninggalkan komentar pada tulisan-tulisan di blog. Mengunjungi blog, membacanya, dan memberikan tanggapan atas tulisan serta meninggalkan nama di sana. Tentunya tidak asal memberi komentar tetapi isinya mesti santun dan berisi. Itulah cara mudah yang bisa dilakukan untuk membangun portofolio diri terutama dari pencarian google.
This entry was posted in

Sunday, February 15, 2015

Wikipedia Page: “Bayaran 28 Million”

Apa itu Wikipedia page? Cobalah amati profil di bawah ini:

Profil yang muncul merupakan hasil olahan dari mustappsworld. Saya sendiri senyum-senyum mendapati hasilnya. Di profil tersebut, saya adalah seorang pemain sepak bola profesional dari Brazil. Karir sepak bola profesional saya mulai sejak usia 17 tahun dan dipercaya menjadi seorang kapten dengan skill saya yang mengagumkan. Prestasi saya di turnamen juga tidak kalah hebat, yaitu membawa negara Brazil menjuarai turnamen FIFA 2015 dan menjadi top goal scorer dengan 13 gol. Coba perhatikan berapa harga pemain sepak bola professional seperti saya? 28 Million, tentunya dolar Amerika ya.
Anda tentu penasaran dan tertarik juga untuk membuat profil tersebut. Tenang saja, nanti akan saya bagikan caranya. Namun demikian, ada hal lebih menarik yang ingin saya share di sini. Kira-kira, apa perasaan saya ketika mendapati profil mengagumkan tersebut, lebih-lebih bayaran saya? Jujur. Saya senang. Semoga suatu kali nanti, saya akan mendapatkan bayaran sebesar itu,  28 Million Dollar Amerika. Mudah-mudahan, profil olahan dari mustappsworld tersebut merupakan kode, sinyal, pemberitahuan awal bahwa pada tahun 2015, saya mendapatkan 28 Million Dollar. Siapa yang tidak senang jika memiliki uang sebanyak itu?
Sebuah pesan menarik saya dapatkan saat mengikuti pelatihan dalam mengatasi hambatan diri dan membuka luas kebahagiaan serta kesuksesan. “Jika minta sama Allah SWT itu jangan tanggung-tanggung”, begitu pesannya. “Masa lalu biarlah berlalu, masa depan serahkanlah pada Tuhan, dan bertindaklah pada masa sekarang”, pesan kunci lainnya. Dengan ini, saya pasrahkan saja, saya serahkan, biarlah Allah SWT memberikan 28 Million Dollar, lebih sekalipun saya senang. Semau-maunya Allah saja dalam memberikan yang sebanyak-banyaknya. Jalannya bagaimana? Biarlah Dia yang membuat jalan mengagumkan lagi menyenangkan. ^_^
Ngomong-ngomong masih penasaran ya dengan cara membuatnya. Sangat simple. Silakan kunjungi, klik mustappsworldIkuti saja perintahnya. Saat sudah membukanya, pasti anda sudah tahu. Selamat mencoba dan tersenyum. Hasilnya bisa juga dishare di facebook langsung. Sudah ada kok menunya. Good luck. 

Sunday, January 18, 2015

Dari Penulis Zero to Hero Saya Belajar

Jika ingin menjadi orang yang ahli, maka belajarlah pada ahlinya. Siapa yang tidak ingin menjadi ahli dalam suatu bidang tertentu? Para ulama hebat yang karyanya masih abadi sampai sekarang dikenal dengan keahliannya. Ada yang ahli dalam bidah fiqih, ada yang ahli dalam bidang hadist, ada yang ahli dalam bidang tafsir dst. Mereka hidup di zaman dengan fasilitas tidak canggih sebagaimana sekarang tetapi karyanya tidak lekang oleh usia zaman. Semangat luar biasa yang ditunjukkan dengan kerja keras, itulah yang layaknya kita tetap jaga.  
Tulisan yang disatukan menjadi buku adalah satu dari berbagai karya yang akan selalu hidup selama memberikan manfaat. Dalam penulisan buku, awalnya saya terinspirasi banyak dari Ust. Solikhin, penulis buku Zero to Hero. Dalam sebuah kajian yang saat itu dihadiri para mahasiswa asal Sragen, beliau memberikan semangat untuk berkarya dan berkontribusi. Dalam hati, saya bertekad untuk mengambil pesan baik dari beliau dan mewujudkannya. Kami sama-sama tinggal di Sragen saat itu, hanya beda kecamatan. Jarak dari SMA saya sekolah ke rumah beliau sekitar 2 km. Namun demikian, baru setelah kuliah, saya silaturahim ke tempat beliau. Selanjutnya, saya lebih sering bertemu di forum-forum Pro U Media, baik ketemuan penulis, diskusi garasi, dan diskusi online.
Belajar pada ahlinya. Seorang penulis hebat ternyata memiliki kebiasaan unik, yaitu mencatat ide. Kemana saja berada, sekiranya didapatkan ide atau inspirasi, sesegera dicatatnya. Demikianlah, ingatan yang kuat itu tidak lebih kuat dari goresan pena. Ilmu ibaratkan unta, dia harus diikat dengan menuliskannya. Buku yang tebal tersusun dari bab-bab, bab-bab tersusun dari tema-tema, tema-tema dari paragrap, paragraph terdiri dari kalimat, dan kalimat terdiri dari kata-kata. Itulah yang coba untuk saya praktikkan dan menjadi buku Master from minder. Kita perlu menyadari apa hal sederhana yang dilakukan dengan teratur, terus menerus, dan nantinya akan menghasikan sesuatu. Menjadi ahli dalam hal apapun diperlukan prinsip yang demikian.
Terima kasih Ust. Solikhin untuk inspirasinya saat itu. Insya Allah, akan menjadi inspirasi untuk terus berkarya. Mengutip komentar beliau dalam buku Master from minder, “Terbatas bisa teratas? Yakinlah ANDA BISA! Jadikan keterbatasan sebagai spirit untuk melejit, berkelit di saat sulit, dan Pariman Siregar ini buktinya. Mengamalkan ilmunya untuk meluarbiasakan dirinya, MASTER from minder.

Wednesday, October 23, 2013