Showing posts with label Kegiatan. Show all posts
Showing posts with label Kegiatan. Show all posts

Sunday, April 30, 2017

Outbound dan Pelatihan di Kebun Teh Pagilaran

Hampir setiap instansi memiliki security. Security menempati posisi penting yang bertanggung jawab terkait keamanan. Tanggung jawab tersebut mengharuskan pribadi yang kuat dan tegas. Di sisi lain, pada instansi tertentu security “memiliki” peran layaknya front liner yang mengharuskannya bersikap ramah dan banyak senyum. Utamanya pada instansi yang bergerak dalam pelayanan publik. “Kesan terhadap security seolah saat pelatihan lebih banyak diajarkan tentang ketegasan (‘keras’) tetapi saya di sini ternyata ditugasi untuk melayani yang mengharuskan banyak senyum dan ramah”, demikian salah satu kesan dari seorang security di suatu instansi.


Tepatnya, 8 Oktober 2016 lalu saya kebagian untuk menyampaikan materi pada security Universitas Pekalongan. Tempatnya di kebun teh Pagilaran. Pagilaran merupakan bagian dari wilayah Kabupaten Batang. Perjalanan sekitar 45 menit dari pusat kota kea rah selatan. Banyak orang memilih untuk ke Pagilaran guna menikmati udara segar dan hamparan hijau kebun teh di sana. Perkebunan teh yang sudah ada sejak zaman penjajahan kolonial Belanda. Pohon tehnya ada yang sudah berumur seratus tahun lebih.


Pagilaran menawarkan kesejukan dan kesegaran udara, sangat cocok untuk refreshing. Ada banyak penginapan dan rumah yang bisa disewa untuk keluarga. Cukup murah, rumah dengan 3 kamar tidur lengkap dengan dapur dan kamar mandi hanya kisaran 1 juta sehari semalam. Tersedia aula untuk acara gathering atau training yang juga bisa disewa.


Pagilaran bisa jadi salah satu alternatif untuk kegiatan pelatihan atau gathering. Hal tersebut sepertinya yang menjadikan alasan Alumni Fakultas Hukum Unissula Angkatan 80/81 memilih Pagilaran sebagai salah satu tempat untuk reunian pada 26 Maret 2017 lalu. “Reunian kali ini seru, paling seru dibandingkan sebelum-sebelumnya”, itulah salah satu kesan dari peserta. Kemasan acara yang menarik yang memberikan kesan tak terlupakan merupakan hal penting dalam acara reuni. Rektor Universitas Pekalongan merupakan ketua dari acara reuni tersebut dan berperan besar dalam kesuksesan acara.


Salah satu sesi acara yang menarik adalah outbound. Rangkaian permainan yang menjadikan semuanya bisa terlibat, aktif, dan tentunya ada nilai edukatif di dalamnya. Pilihan tempat permainan bisa di luar atau area terbuka sembari menikmati pemandangan sekitar dan udara yang segar. Bisa juga tempat permainan di dalam ruangan terkhusus ketika cuaca sedang hujan sehingga tidak memungkinkan diadakan di luar. Tentunya jenis permainan akan disesuaikan sehingga tetap mengena di hati peserta. Itulah yang kami usahakan, saya bersama rekan, seorang psikolog pendidikan Aji Cokro D. M.Psi, Psikolog. Pada akhirnya, sebagai diberi kepercayaan fasilitator belajar banyak hal dan harus siap membuat keputusan yang sigap di lapangan. (Pariman, M.Psi, Psikolog)

Friday, August 5, 2016

Outbound Sekaligus Refreshing di Guci, Tegal

Rutinitas kerja dengan berbagai tumpukan banyak agenda memang membawa dampak kepenatan dalam pikiran. Kebuntuan ide dan penurunan semangat menjadi permasalahan yang biasa muncul secara individual jika tidak diimbangi dengan rehat yang cukup. Namun demikian, adakalanya ketika seseorang memilih rehat sejenak dari pekerjaan justru terasa berat untuk memulai kembali bekerja. Kegiatan yang memiliki nilai edukatif mendukung pekerjaan sekaligus memiliki nuansa refreshing seperti outbound berlokasi di tempat wisata menjadi pilihan yang layak dipertimbangkan.

(Mumpung pesertanya masih pada sarapan, photo dulu ^_^)

Senin-Selasa, 1-2 Agustus 2016 lalu saya dan tim diminta untuk memfasilitasi sesi indoor sekaligus outdoor STIE Muhammadiyah Pekalongan. Bukan hanya motivasi yang diharapkan kembali menyala-nyala dari acara tersebut tetapi juga kinerja yang melejit guna mencapai targetan-targetan. Kegiatan yang menantang sekaligus menyenangkan bagi kami sebagai fasilitator. Menantang dalam artian memacu ide-ide kreatif sehingga acara menarik, ada nilai edukatif sekaligus memuaskan. Menyenangkan saat mengamati setiap perubahan positif tahapan demi tahapan dari setiap peserta. Tentunya semakin menyenangkan ketika sekian waktu kemudian mendapati kabar dampak positif terhadap motivasi dan kinerja dari outbound sekaligus refreshing yang pelaksanaannya di Guci, Bumijawa, Tegal.
Untuk memastikan tercapainya tujuan dari outbound, sudah menjadi kebiasaan kami melakukan assessement dengan bertemu langsung pihak-pihak yang berkepentingan. Utamanya untuk mengetahui keluhan-keluhan yang ada selama ini dan harapan-harapan dari outbound. Berbagai informasi yang didapatkan tersebut kemudian digunakan sebagai dasar membuat materi dan mendesain penyajian materi. Sedikit pengantar kemudian diikuti games atau role play menjadi pilihan yang menarik.

(Siap aksi ^_^)

Games dan role play memiliki banyak kelebihan. Para peserta umumnya sangat antusias ketika mereka tidak hanya duduk, diam menyimak pemaparan materi. Pikiran, emosi, dan energi fisik peserta perlu dialirkan. Dengan demikian, bukan hanya aspek kognitif yang terlibat tetapi afektif juga psikomotorik. Dalam bahasa pembelajaran ada istilah yang disebut experiential learning. Seluruh proses yang dialami oleh peserta bisa diolah menjadi sebuah pembelajaran.
Oya, pilihan tempat semisal Guci juga menjadi aspek yang umumnya jadi daya tarik para peserta. Selain mendapatkan pencerahan dari materi, peserta bisa refreshing. Panorama alam yang indah, udara yang segar, air panas yang memiliki efek teraupetik tersendiri. Ketegangan-ketegangan yang mengganggu bisa teratasi dengan pemilihan tempat yang menarik. Dari semua itu, pencerahan, semangat, dan tentunya kinerja yang meningkat tetaplah menjadi poin penting yang diharapkan dari acara outbound sekaligus refreshing.

Thursday, July 21, 2016

Ingin Mengubah Keadaan Tapi Belum Berhasil? Pahami Kunci Ini

Memang begitulah, manusia berinteraksi dengan beragam hal. Setiap kita berhadapan individu-individu lain dengan berbagai karakternya. Setiap kita berada di lingkungan dengan segala macam tabiatnya. Jelas semua hal tersebut menjadi bagian dari lingkaran kesadaran setiap individu. Saat sediri sekalipun, pikiran dan perasaan manusia tidak bisa lepas dari segala macam di luar dirinya. Mulai dari yang paling dekat, yaitu memikirkan dan merasakan keadaan dirinya sendiri sampai lingkungan nan jauh berupa alam semesta yang luasnya tak terkira. Karena itulah, ada istilah lingkaran kepedulian. Segala macam hal yang seseorang peduli (hanya sebatas tahu dan membicarakan) tetapi tidak bisa berbuat banyak karena di luar kendalinya. Karakter orang lain yang (kebetulan) tidak menyenangkan, polah tingkah pejabat yang membuat gemas dengan kebijakannya yang tidak memihak, dan beragam berita di televisi yang membuat kita hanya bisa menghela nafas. Paling-paling meluapkan perasaan tidak nyaman di media sosial. Semua itu disebut lingkaran kepedulian. Semua ada dalam ruang pikiran dan perasaan kita tetapi tidak tersentuh oleh kuasa tindakan kita.


Istilah lingkaran kepedulian dikemukan oleh Covey dalam bukunya The Seven Habits of Highly Effective People. Seorang individu tidak akan menjadi Highly Effective People jika lebih banyak fokus pada lingkaran kepedulian. Waktunya akan banyak tersita tanpa ada pencapaian yang positif. Untuk menjadi Highly Effective People, seseorang disarankan untuk lebih fokus pada apa yang disebut Covey sebagai "Lingkaran Pengaruh", yaitu segala hal yang bisa dikendalikan atau dalam kuasa dirinya sendiri. Orang itu tidak hanya bisa memikirkan dan merasakan tetapi juga bisa melakukan tindakan nyata. Dengan seseorang memahami posisi dirinya atas suatu hal dengan peta lingkaran kepedulian dan lingkaran pengaruh akan menjadikan lebih efektif dalam menyikapi keadaan.
Istilah “lingkaran kepedulian” dan “lingkaran pengaruh” mengingatkan saya pada kaidah ketika dihadapkan dengan kemungkaran. Dari Abu Sa’id Al Khudri radhiyallahu ‘anhu dia berkata, “Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Barang siapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, hendaklah dia merubahnya dengan tangannya. Apabila tidak mampu maka hendaknya dengan lisannya. Dan apabila tidak mampu lagi maka dengan hatinya, sesungguhnya itulah selemah-lemah iman.’.”(HR. Muslim). Hadist tersebut mendorong setiap muslim untuk memiliki kepedulian untuk mengubah kemungkaran, yaitu dengan tangannya (jika dia mampu), dengan lisannya (jika tidak mampu dengan tangannya), dan dengan hatinya (jika tidak mampu baik dengan tangan maupun lisan). Cara yang terakhir ini dikategorikan selemah-lemahnya iman. Siapa yang ingin dirinya hanya dalam selemah-lemahnya iman? Mendapati hadist tersebut sudah selayaknya sebagai umat muslim mendorong diri agar memiliki tangan (kuasa) yang bisa mengubah kemungkaran karena itulah sarana yang lebih efektif untuk mengubah kemungkaran.
Semangat untuk mengubah sesuatu yang besar dan berdampak luas tidak seharusnya melupakan tahapan-tahapan tertata dengan rapi. Sebuah inspirasi menarik yang tentu sudah umum kita dengan tentang seseorang yang saat mudanya sangat ingin mengubah dunia tetapi ternyata dia tidak mampu. Dia kemudian menurunkan targetannya, yaitu ingin mengubah negaranya tetapi ternyata tidak mampu juga. Lalu dia menurunkan lagi targetannya, yaitu mengubah kotanya tetapi ternyata tidak mampu. Seiring berjalannya waktu dia terpikirkan untuk memulainya dari mengubah keluarganya terlebih dahulu tetapi itupun teryata tidak bisa dia lakukan. Tersadarlah dia bahwa semestinya dia memulai tahapan perubahan dimulai dari dirinya sendiri. Kalau Aa Gym, “Mulai dari yang kecil-kecil, mulai dari diri sendiri, mulai dari sekarang”.


Resep kesuksesan Umar bin Abdul Aziz dalam waktu pemerintahan yang singkat tetapi mampu membawa kemakmuran rakyat tidak lain adalah melakukan perubahan dari lingkaran pengaruhnya mulai dari yang kecil. Perubahan dari diri sendiri, keluarga, kerabat sampailah kemudian lingkungan pemerintahannya. Dalam istilah sekarang dikenal dengan istilah reformasi. Dengan demikian, reformasi birokasi saja tidaklah efektif ketika tidak dimulai dari individu-individu di dalamnya secara pribadi, keluarga, dan kerabatnya. Jika kita pelajari Shirah Nabawiyah akan kita temukan tahapan dakwah Rasulullah dimulai dari lingkungan terkecilnya dahulu; istri, kerabat, sahabat barulah kaumnya lalu wilayah yang lebih luas. Ada pula proses ‘kaderisasi’ sehingga ketika Rasulullah SAW wafat, dakwah Islam terus berlanjut hingga sampai kepada kita. Jadi, untuk melakukan perubahan selain diperlukan tahapan-tahapan juga diperlukan kaderisasi, yaitu orang-orang yang diwarisi ilmu dan semangat untuk meneruskan perubahan. Jika negeri ini belum mencapai cita-citanya, patut untuk direnungkan, apa yang sudah diwariskan kepada anak cucu? Sudahkah ada kaderisasi untuk menyiapkan pemimpin-pemimpin terbaik di negeri ini? Siapa yang akan melakukan?
Bersambung …. 

*) Pariman Siregar (Sukan menulis dan membawakan pelatihan tentang pengembangan diri)

Tuesday, December 15, 2015

Berbagi Inspirasi dengan Calon Guru PGSD Unnes Di Kota Tegal

“Guru: ‘digugu lan ditiru’ (dipatuhi dan diteladani”. Ungkapan yang ‘keroto boso’ tersebut menggambarkan bahwa seorang guru sudah selayaknya menjadi sumber keteladanan. Dengan kata lain, seorang guru dituntut tidak hanya menguasai ilmu pengetahuan tetapi juga memiliki karakter yang mulia. Keteladanan dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan karakter sudah selayaknya disandang sebagai seorang pendidik. Hal tersebut selaras dengan UU No. 20 Tentang Sisdiknas bahwa pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan Negara. Jelas peranan besar seorang guru dalam pembanguna SDM bagi bangsa dan secara khusus bagi masa depan anak didik.


Tepatnya Sabtu, 12 Desember 2015 saya didaulat berbagi inspirasi untuk para calon guru di kampus PGSD Unnes yang berlokasi di Kota Tegal. Tema besar yang diusung adalah bahwa guru tidak harus PNS. Sebuah tema yang memberikan pencerahan bahwa status pekerjaan (negeri atau swasta) bukanlah penghalang bagi seorang guru untuk mengabdikan ilmunya. Untuk berbagi inspirasi kepada banyak orang, seorang guru tidak perlu harus terbatasi dengan ruangan kelas dan jumlah siswa.


Norma Pujiastuti, pembicara pertama sebelum saya yang merupakan alumni PGSD Unnes menuturkan pengalamannya selama mengikuti program SM-3T. Sebuah Program Pengabdian Sarjana Pendidikan untuk berpartisipasi dalam percepatan pembangunan pendidikan di daerah 3T (tedepan, terpencil, terluar) selama satu tahun yang kemudian dilanjutkan dengan Program Pendidikan Profesi Guru. Tentulah mengajar di daerah 3T sangat jauh dari ideal. Selain terbatasnya saran dan prasarana, seorang guru juga dituntut untuk bisa survival. Namun, hal tersebut tidak harus dipandang sebagai masalah oleh seorang Norma dan para guru lainnya tetapi justru dipandang sebagai challenge yang mengaktifkan seluruh potensi diri dan kreatifitas. Situasi yang sulit, dia jadikan momentum untuk melejit.  
Pada sesi berikutnya, giliran saya berbagi inspirasi dengan tagline “Guru inspiratif: Sukses dan Menyukseskan”. Menjadi seorang guru adalah peran mulia yang diberikan Allah SWT. Saya sendiri sejak kecil didorong untuk memiliki cita-cita menjadi seorang guru. Lahir di keluarga dengan pendidikan tidak memadai karena keterbatasan ekonomi. Walaupun ibu saya cukup pandai ketika sekolah dasar tetapi tidak melanjutkan ke jenjang SMP. Lebih-lebih lagi ayah saya, tidak pernah sama sekali mengenyam pendidikan, SD sekalipun. Andalannya ketika diminta tanda tangan adalah mengajukan jempolnya (cap jempol). Salutnya untuk kedua orangtua saya adalah senantiasa menanamkan keberania untuk bermimpi. 


Impian jadi guru masih melekat dalam ingatan saya. Seiring bertambahnya usia dan pengalaman, makna tentang “guru” terus berkembang. Dulu yang terbayang saat sekolah SD adalah guru SD, lalu saat sekolah SMP  adalah guru SMP, saat sekolah SMA adalah guru SMA, saat kuliah pun berganti bahwa guru itu sama juga dengan dosen. Ketika selama ini saya menulis buku, mengisi acara motivasi di radio, diundang untuk membahas tema pengembangan diri di TV, menulis pendapat di Koran juga website pribadi serta menghadiri undangan sekolah, kampus, karangtarunan dst untuk berbagi inspirasi. Pemahaman saya tentang guru berkembang menjadi “orang yang senantiasa berbagi inspirasi”. Menjadi seorang guru itu memang menyenangkan.


Salah satu kebahagiaan seorang ‘guru’ adalah mendapati dirinya berhasil dan tambah bahagia lagi ketika mendapati muridnya berhasil. Bagi saya pribadi, saya bisa merasakan bahagianya mendapati adik-adik yang dulu saya dampingi Beastudi Etos sudah menjadi orang yang sukses. Jafar Arifin, alumni Fakultas Kesehatan Masyarakat penerima Beastudi Etos salah satunya. Impian untuk kuliah dan pergi ke luar negeri sudah tercapai dan kini meniti karir di sebuah perusaan terkenal di Indonesia. Sebuah doa mengalir, semoga segala ikhtiar yang dulu saya lakukan bisa menjadi amal baik bagi saya. Di sinilah, landasan dasar menjadi seorang guru adalah keikhlasan. Persis sebagaimana pesan dari seorang peserta “achievement motivation training”.
Di bagian akhir tulisan ini, saya sampaikan terima kasih banyak pada panitia atas kesempatan yang dipercayakan untuk berbagi inspirasi. Sharing is caring. Salam bahagia, berkah, berkelimpahan. (Pariman, S.Psi)

Thursday, April 30, 2015

Character Building and Motivation Training SMP 1 Ulujami

“Kakak, tadi memotivasi saya banget”, pesan singkat dari nomer yang saya tidak kenal. Namun demikian, saya yakin dia adalah salah satu peserta yang mengikuti acara “Character Building and Motivation Training for The Ninth” di SMP 1 Ulujami, Pemalang. Saya berbagi inspirasi pada 300an lebih siswa kelas IX selama 4 jam. Sebagaimana yang diharapkan sekolah bahwa para siswa perlu dibekali dengan pembangunan karakter dan motivasi untuk persiapan UN.


Tepatnya Rabu, 29 April 2015 atau H-4 ujian nasional tingkat SMP diselenggarakan SMP Ulujami, Pemalang menyelenggarakan training pembangunan karakter dan motivasi untuk siswa kelas IX. Sudah diakui oleh umum bahwa keberhasilan seseorang tidak semata-mata ditentukan dari kecerdasan yang dimiliki tetapi juga karakternya. Berapa banyak orang yang cerdas, berhasil secara materi tetapi masih juga bersikap tidak jujur (korupsi, menipu, tidak memiliki empati)? Jika bisa tentulah, kesuksesan itu bukan hanya di mata manusia tetapi di mata Allah SWT.

Bagi anda yang ingin mengundang saya jadi pembicara, bisa langsung kontak ke 085 737 578 678


Saya merasa senang diberikan kesempatan untuk berbagi terutama oleh sekolah-sekolah. Generasi muda menjadi tumpuan masa depan orangtua, masyarakat, agama, dan bangsa. Di balik segala tingkahnya, mereka memiliki potensi yang luar biasa jika mendapatkan bimbingan yang tepat. Dengan berbagi inspirasi ke sekolah-sekolah, saya sendiri merasa menjadi bagian yang ikut berkontribusi untuk kebaikan. Bukankah salah satu amal yang tidak terputus itu adalah ilmu yang bermanfaat? Itulah salah satu yang saya suka dari berbagi inspirasi dari pengalaman dan ilmu psikologi yang saya pelajari.


Saya juga senang mendapati antusias para peserta saat acara. Beberapa orang peserta melanjutkan komunikasi melalui kontak maupun sosial media. Ada pula yang sudah lama sekali, mereka berkabar dan sudah menjadi orang yang berhasil. Karena itu, mari terus berbagi inspirasi. Semoga membawa kebaikan-kebaikan. Aamiin.
Buat adik-adik peserta Character Building and Motivation Training for The Ninth” di SMP 1 Ulujami, Pemalang,
“Semoga kalian lulus semua dan mendapatkan nilai-nilai yang baik. Selamat menempuh jalan sukses kalian masing-masing. Wujudkan impian-impian kalian. Good luck”

Wednesday, April 8, 2015

Berbagi Inspirasi di Sragi Bareng “Alumni” Korea

UN (ujian nasional) menjadi tantangan tersendiri bagi para pelajar pada tahun terakhir kelulusan. Walaupun tidak seperti ketika UN menjadi satu-satunya syarat kelulusan tetapi tetap saja UN menjadi hal penting bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuannya. Boleh dibilang, UN merupakan kesempatan pamungkas bagi pelajar untuk menunjukkan kemampuan, lebih-lebih bagi mereka yang sebelumnya belum optimal dalam pelajaran di sekolah.


Sejumlah sekolah pun melakukan upaya-upaya untuk membantu para siswa meraih capaian terbaik dalam UN. Upaya tersebut meliputi tambahan jam pelajaran, uji coba, dan semua hal terkait akademis. Selain itu, sekolah juga melakukan upaya bersifat non akademis berupa pemberian motivasi. Upaya guru-guru sudah maksimal, selanjutnya tergantung diri para pelajar itu sendiri. Pemberian motivasi melalui training menjadi upaya penting yang kemudian dilakukan sekolah. Dengan latar belakang tersebut, 1 Maret 2015, saya diminta untuk berbagi inspirasi di SMA Sragi Kab. Pekalongan setelah sebelumnya, 12 Januari 2015 di SMA 1 Kedungwuni.


Kali ini, saya mengajak rekan dari Semarang. Dulu adik tingkat dan saya menjadi pembinanya. Sekarang dia sudah menjadi orang (cukup) hebat. Buktinya, dia sempat mengikuti student exchange ke Korea untuk satu semester. Beberapa waktu sebelumnya juga mempresentasikan paperya di Singapura dalam ajang pertemuan internasional. Khusnul Ari atau biasa dipanggil Khusnul ini mengagendakan untuk bisa mengikuti event internasional setidaknya setahun sekali. Pencapaiannya sampai percaya diri seperti itu tidaklah mudah. Dengan alasan itulah, saya mengajaknya untuk mengisi bersama guna memberikan motivasi pada para siswa di Sragi.
Setiap orang sebenarnya dilahirkan untuk menjadi orang sukses dan memiliki semangat yang luar biasa. Buktinya, saat kecil berulang kali jatuh bangun saat latihan berjalan, tetap saja berlatih berjalan dan akhirnya bisa berjalan. Ketika jatuh, sesegera orang-orang memberikan semangat dan dukungan. Hal tersebut ternyata tidak banyak orang dapati ketika sudah dewasa. Dalam kesempatan berbagi semangat di SMA Sragi itulah, kami menghadirkan kembali dukungan dan meyakinkan bahwa mereka adalah pribadi yang hebat.


Ada banyak contoh di lingkungan sekitar, orang-orang yang awalnya biasa saja lalu menjadi orang yang luar biasa karena memiliki semangat dan kerja yang gigih untuk berhasil. Setiap peristiwa yang manusia alami, orang-orang yang ditemui, hal-hal yang dijumpai pada dasarnya merupakan guru yang mengajarakan sesuatu. Bagi mereka yang menyadari hal tersebut, tidak akan kekurangan inspirasi untuk maju. Semoga kita semua menjadi pribadi yang hebat dan senantiasa bersyukur pada Allah SWT. Di bagian akhir acara, kami menutupnya dengan refleksi, berdoa bersama, dan menguatkan tekad bisa saling berbagi inspirasi kepada siapa saja. Semoga bermanfaat. (Pariman Siregar)

Tuesday, April 7, 2015

Berbagi Inspirasi di Sragen: Inspirasi Berani Kuliah

Kuliah atau meneruskan studi ke perguruan tinggi bagi sebagian orang sudah menjadi kewajaran tetapi bagi sebagian orang lagi di negeri ini bisa jadi adalah impian besar. Bagi masyarakat ekonomi kelas bawah yang orangtua mereka bukan lulusan perguruan tinggi, kuliah membutuhkan lebih dari biaya tetapi juga keberanian.  Kurangnya informasi bahwa ada peluang beasiswa, ada orang yang dulu memiliki keraguan seperti mereka tetapi akhirnya bisa kuliah, dan rasa kurang percaya diri menjadi kendala untuk melanjutkan kuliah. Dengan alasan itulah, Sabtu 28 Maret 2015 bertempat di aula dinas pendidikan dan kebudayaan Kabupaten Sragen, komunitas Sragen Ikhlas Berbagi menggelar acara “Inspirasi Berani Kuliah”.


Saya berkesempatan ikut berbagi dalam acara tersebut bersama dengan dua pembicara lain alumni UGM. Saya diminta untuk berbagi tentang pengenalan potensi diri, materi yang sangat cocok dengan bidang psikologi yang selama ini saya pelajari. Ar Rohim (juara nasional Olimpiade Sain & Tekonologi) diminta berbagi untuk meraih prestasi sejak dini. Budiarjo (aktifis dan trainer muda) berbagi tentang serba-serbi dunia kampus dan informasi beasiswa. Acara yang dihadiri hampir 100 siswa SMA/SMK itu dibuka oleh kepada dinas pendidikan dan kebudayaan. Selama berlangsungnya acara, peserta nampak antusias yang ditunjukkan dengan banyaknya yang bertanya saat sesi tanya jawab dan setelah acara selesai. Ketua panitia, Gunawan Saputro menutup acara dengan kontemplasi dan informasi follow up dari acara tersebut. Acara yang nampak sederhana tapi ternyata penting manfaatnya bagi para pelajar.

Peserta yang datang merupakan pengurus inti dari organisasi di sekolah. Harapan dengan kehadiran mereka, selanjutnya peserta bisa meneruskan inspirasi yang mereka peroleh ke teman-teman di sekolah masing-masing. Saya merasa bahagia ketika ada dari mereka yang langsung action mengadakan acara di sekolahnya. Dari foto yang mereka upload  di grup menunjukkan peserta yang antusias.

Saya ingat masa-masa ketika S1 mengadakan acara yang kurang lebih serupa. Para peserta datang dari berbagai kabupaten di Jawa Tengah dan acaranya di Semarang. Sekarang, saya yakin mereka sudah menjadi orang hebat semua. Saya juga yakin, mereka kini juga melakukan hal yang dulu mereka terima, yaitu berbagi. Tidak perlu menunggu memiliki semua untuk kita bisa berbagi, mulai dari hal sederhana yang bisa dibagikan. Nasihat yang baik atau kalimat yang motivatif bisa jadi sangat dibutuhkan orang daripada materi. Selamat berbagi. 

Tuesday, January 13, 2015

Training Motivasi Sukses UN dan Masuk Perguruan Tinggi: SMA 1 Kedungwuni, Kab.Pekalongan

Kali ini, tim QuantumMotivation Center mendapat kesempatan untuk berbagi inspirasi di SMA 1Kedungwuni. Sekolah menengah atas yang terkenal di Kabupaten Pekalongan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sekolah yang cukup istimewa dalam menanamkan pendidikan karakter dengan mengawali tilawah Al Qur’an (tentunya juga doa) sebelum pelajaran dimulai. Demikian pula selesai pelajaran (sebelum pulang), siswa dan guru berdoa bersama. Beruntunglah para siswa dan orangtua yang menyekolahkan anaknya mendapati para guru yang semangat berbagi ilmu, memberikan didikan karakter, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung keberhasilan para siswanya.
Tanggal 12 Januari 2015, kami diminta untuk membakar semangat para siswa kelas XII dalam menyambut UN. Sekolah memiliki targetan 100% siswa lulus UN, nilai yang dicapai tinggi, meningkat prestasi sekolah, dan para lulusannya banyak yang diterima di perguruan tinggi favorit. Ini adalah kali ke sekian, Quantum Motivation Centerberbagi inspirasi lulus UN sejak tahun 2007. Hanya saja, kali ini, kami membawa banyak hal yang spesial. Dari kuliah S2 profesi psikologi klinis, saya sendiri mendapatkan banyak inspirasi dalam konseling, psikoterapi, psikoedukasi, intervensi kelompok, intervensi komunitas yang berpengaruh besar dalam sesi-sesi pelatihan tim Quantum Motivation Center. Selain itu, kali ini saya membawa rekan dari Undip, seorang mahasiswa yang mampu mengubah hidupnya dari biasa-bisa menjadi orang yang memiliki dereta prestasi di kampus dan sempat mengikuti pertukaran mahasiswa ke Korea. Transformasi mengubah diri hingga menjadi pribadi yang bersemangat dan berprestasi menjadi role model dan contoh nyata bagi para siswa. Kami berharap bisa memberikan banyak inspirasi sukses dengan ilmu, pengalaman, dan kisah nyata yang kami kemas dalam training motivasi yang menarik dan mengena.
Kelulusan UN menjadi hal yang sangat penting bagi sekolah. Kelulusan 100% umumnya dijadikan satu indikator keberhasilan sekolah atas proses belajar mengajar selama tiga tahun. Rata-rata nilai UN yang tinggi juga menjadi prestise tersendiri sekaligus menajamkan pamor sekolah di antara sekolah-sekolah yang lain dan masyarakat sekitar. Bagi orangtua, keberhasilan anak lulus dan mendapatkan nilai yang bagus merupakan kebanggaan sekaligus kepuasan. Sudah selayaknya, usaha keras dalam membiayai anak terbayar dengan kelulusan dan prestasi yang bagus dari anak. Kelulusan dan nilai yang bagus bagi para siswa selain kebanggaan, tanggung jawab juga menjadi satu jembatan untuk menuju impian masa depan mereka. Setelah lulus SMA, mereka memiliki pilihan untuk meneruskan kuliah atau bekerja. Melihat tantangan di masa depan, meneruskan kuliah merupakan hal yang realitis untuk dilakukan sekaligus pilihan yang bergengsi. Jika memiliki prestasi yang bagus, kendala minimnya biaya bisa diatasi dengan adanya banyak kesempatan mendapat beasiswa. Untuk hal yang terakhir ini, kami biasanya juga memberikan informasi tentang beasiswa pada sekolah sekaligus memberikan motivasi sukses UN. Para siswa bisa bertanya langsung terkait pengalaman dalam mendapatkan beasiswa di kampus. Pilihan lulus dengan nilai UN yang baik menjadi hal yang menyenangkan dan adanya peluang beasiswa menjadi motivasi tersendiri para siswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.
Motivasi menjadi faktor penting bagi kesuksesan dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang akademis (lulus UN). Dalam istilah Jawa, seseorang akan bisa sukses jika memiliki “krenteg” dan “greget”. “Krenteg” berarti dorongan batin yang menjadi seseorang bergerak, bertindak, berusaha meraih apa yang menjadi cita-citanya sedangkan “greget” merupakan tindakan nyata untuk mewujudkan cita-cita seseorang. Sangat penting kiranya “krenteg” dari dalam diri seseorang ditumbuhkan dan dikembangkan sehingga dia memiliki “greget” menghasilkan karya nyata. Seiring kemajuan ilmu psikologi, munculah beragam penelitian ilmiah untuk mengembangkan potensi-potensi manusia yang menjadi dasar dalam pengembangan diri. Satu dari pelatihan yang umum dikenal adalah “achievement motivation training”, pelatihan yang dilandasi dengan kajian ilmiah psikologi dalam mengembangkan potensi manusia melalui usaha untuk membangkitkan motivasi dari dalam diri manusia sendiri.

Quantum Motivation Center dengan beragam pengalaman sejak 2007 sudah sangat siap diminta untuk berbagi inspirasi tentang pengembangan diri. Dengan kemajuan sarana telekomunikasi, membuat jadwal dengan kami sangat mudah sekali. Ada yang menemukan kami dengan googling, karena sempat bertatap muka dengan kami di forum pengembangan diri yang kami isi tetapi kehilangan kontak yang sudah kami berikan. Dia mengetik nama “Pariman Siregar”dan bertemu dengan alamat di dunia maya www.parimansiregar.blogspot.com ; facebook Inspiring Man ; informasi tentang profil kami, dan kontak kami. Selanjutnya mereka mencoba untuk kontak melalui media sosial maupun kontak lain yang mereka temukan dan dengan mudah berkomunikasi dengan kami untuk mengatur waktu pelaksanaan training di tempatnya. Tentunya kami usahakan untuk bisa bertemu tatap muka langsung guna need assessment sebelum kami buat desain pelatihan, materi, dan pelaksanaan training. Kebiasaan cara ilmiah saat penanganan kasus ketika Praktek Kerja Profesi Psikologi terbawa juga dalam dunia terapan seperti training. Harapan kami, apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat dan memiliki landasan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Silakan kontak segera kami untuk membuat janjian pelaksanaan training pengembangan diri di tempat anda. (Pariman Siregar)

Thursday, January 1, 2015

Catatan 2014 (Pariman Siregar)

“Urip kuwi sing urup”, sebuah pesan bijak Jawa yang menjadi salah satu inspirasi dalam keseharian saya. “Hidup itu mesti menyala”, begitulah. Dalam kehidupan ini, kita tidak sekedar hidup tetapi perlu mewajibkan diri untuk menjadi orang yang sukses dan bisa menyukseskan banyak orang. Sebagaimana pesan nabi saw, “Sebaik-baik orang adalah yang paling banyak bermanfaat buat orang lain”.
Visi dan cita-cita menjadi syarat awal yang perlu kita miliki agar hidup ini “menyala”. Dengan visi yang dimiliki, hidup menjadi terarah. Cita-cita menjadikan hidup lebih bergairah. Dengan demikian, waktu adalah produktifitas, waktu adalah karya, waktu adalah sejarah. Berikut ini adalah catatan pribadi saya tentang perjalanan di tahun 2014. Hanya sebuah catatan pengingat bagi diri sendiri untuk lebih mensyukuri segala hal baik yang diterima dan lebih percaya diri untuk meraih hal-hal yang belum tercapai.

Keluarga
Tahun 2014, saya menggenapkan separuh agama dengan menikah. Buku “Bismillah, Kami Menikah” menjadi kado istimewa bagi orang-orang yang datang di pernikahan kami. Doakan keluarga kami jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Terima kasih atas doa dan kehadirannya saat itu.
Pekan akhir Januari 2014, kami menikah dan pekan akhir Oktober 2014 anak kami yang pertama lahir. Anak pertama kami, seorang putri yang kami namai, “Aulia Insyira Tsaqifa”. Doakan putri kami menjadi orang yang mulia, membawa kebaikan, kebahagiaan, kelapangan bagi banyak orang dengan ilmu yang dimilikinya.

Akademis
Pengennya, saya sih lulus S2 Magister Profesi psikologi pada tahun 2014, tetapi tidak tercapai. Lulus dan wisuda menjadi targetan tahun 2015. Mohon doanya, semoga dalam kemudahan dan kelancaran. Secara akademis, tahun 2014, alhamdulillah berhasil menuntaskan agenda akademis terkait dengan praktek kerja profesi, baik sidang HIMPSI juga laporan-laporan PKPP untuk puskesmas, RSJ, dan pilihan.
Semenjak menikah, saya betul-betul memperhatikan efesiensi terutama karena hampir setiap pekan bolak-balik Pekalongan-Yogyakarta. Dengan keadaan demikian, saya menyiasati dengan mendaftarkan diri sebagai asiseten kelas mata kuliah psikologi komunikasi. Satu semester tuntas saya menjadi asisenten sembari waktu yang ada saya manfaatkan untuk bertemu dosen guna bimbingan tesis dan beberapa pekerjaan lain.
Sempat diminta untuk menjadi fasilitator dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UMS yang melakukan penelitian tentang resiliensi. Fasilitator lain dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UGM dengan penelitiannya untuk membantu pasien struk. Alhamdulillah menjadi bagian dari penelitian tentang penghuni lapas dan penelitian paying tentang good parenting. Tahun 2014 menjadi masa bagi saya untuk beradaptasi dan mencari pola kerja dengan mengedepankan efisiensi.

Pekerjaan
Sejak tahun 2007, saya menekuni dunia pengembangan diri sebagai motivator. Sempat 5 tahun mendampingi pengembangan SDM mahasiswa Undip penerima beastudi etos di Semarang. Sempat pula menjadi narasumber acara motivasi dan religi di Tri Jaya FM Semarang dan RRI Pro 2 Semarang sebelum akhirnya pindah ke Yogyakarta. Aktifitas sebagai motivatornya masih berlanjut sampai dengan sekarang.
Berikut beberapa tempat saya berbagi inspirasi yang saya ingat: Training “From Zero to Hero” (FKIP, Universitas Pekalongan), training motivasi persiapan UN (SMA Gama, Yogyakarta), pelatihan guru BK (STIE Muh. Pekalongan), pelatihan organisasi KeSPPI (Psikologi, Undip), pembekalan wisudawan (FKIP, Universitas Pekalongan, pelatihan pembekalan PMB (Ilmu Kimia, Undip), pelatihan pembekalan PMB (Psikologi, UGM), bedah buku MASTER from minder (UII), “Public Relation” BEM (Psikologi, Unnes), pelatihan organisasi ‘RNB (UKM Mahasiswa Undip), pelatihan konselor sebaya siswa Mualimat Yogyakarta, pembekalan KKL mahasiswa Unimus. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi. Semoga ada banyak manfaat yang bisa diambil dengan kehadiran saya saat itu.

Akhirnya, sebagai penutup “ojo leren lamun durung sayah, ojo mangan lamun durung luwe, ojo lali karo asale”. Janganlah beristirahat sebelum lelah, janganlah makan sebelum lapar, dan jangan lupa dengan asalnya. Semoga setiap kesempatan, kita bertumbuh dan mendewasa semakin menjadi pribadi yang baik serta banyak karya. (Pariman Siregar FB Inspiring Man)

Sunday, March 13, 2011

ETOS FOR INDONESIA (EXPO BEASISWA KULIAH)

The Events

Pelaksanaan ETOS FOR INDONESIA
Hari : Minggu
Tanggal : 20 Maret 2011
Tempat : Gedung Prof. Sudharto, S.H, UNDIP Tembalang
Waktu : 07.30-17.00 WIB
HTM : Rp10.000,00

Content Acara:

A. PANEL DISCUSSION
Diskusi panel yang bertemakan “Beasiswa dan Pengembangan Diri Mahasiswa”. Paparan seputar pendidikan di Indonesia khususnya di perguruan tinggi terkait beasiswa dan pengembangan diri mahasiswa. Para panelis merupakan orang yang kompeten di bidangnya masing-masing.
Panelis dalam acara ini antara lain:
1. Pembantu Rektor III Universitas Diponegoro Drs. Warsito S.U. yang akan berbicara mengenai beasiswa yang ada di perguruan tinggi khususnya di Universitas Diponegoro,
2. Koordinator Wilayah Beastudi Etos Semarang, Effendi Nugroho, S.Pd (Direktur TRUSCO Jawa Tengah) yang akan berbicara mengenai Beastudi Etos dan fasilitasnya,
3. Praktisi Pendidikan Karakter Dra. Hj. Darosy Endah Hyoscyamina, MPd. (Dosen Psikologi Universitas Diponegoro, Pengasuh "Rumahku Surgaku" TVRI Jawa Tengah) yang akan berbicara mengenai pengembangan karakter.
4. Presiden BEM-KM Universitas Diponegoro, Indra Permana yang akan berbicara perihal mahasiswa dan pengembangan diri.

B. PRESENTATION CHALLENGE
Lomba presentasi dengan tema Dari Kita Untuk Bangsa”. Peserta diminta untuk menyusun slide presentasi dengan bahan presentasi telah ditentukan panitia. Tiga kelompok terbaik akan diundang untuk presentasi dalam acara Etos For Indonesia.

Sasaran dari lomba ini adalah :
1. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajat se-kota Semarang
2. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajat di luar kota Semarang (dalam lingkup Jawa Tengah).

Ketentuan Lomba:
Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut :
1. Ketentuan Umum :
a. Setiap kelompok terdiri dari 3-5 orang.
b. Peserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 15.000;/presentasi dengan mengirimkannya ke Bank Mandiri Syariah Semarang, nomor rekening 0507046438 atas nama Siti Aminah Yendy.
c. Presentasi dikirim dalam bentuk softfile ke alamat email: sa.yendy@gmail.com (paling lambat 14 Maret 2011) dengan format subjek: NAMATIM-SMA/SMK/UNIV-PRESENTASI-JUDULPRESENTASI. Bukti transfer uang pendaftaran, biodata peserta dan judul presentasi dikirim ke Asrama Beastudi Etos, jalan Banjarsari gang Iwenisari no 7 Tembalang, Semarang 50275, paling lambat 14 Maret 2010 cap pos. Bagi peserta dari daerah Semarang, bukti pembayaran dan biodata dapat di antar langsung ke sekretariat paling lambat 14 Maret 2010 pukul 21.00 WIB.
d. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan sms dengan format ktik: REG (spasi) NAMATIM (spasi) SMA/SMK/UNIV (spasi) PRESENTASI (spasi) JUDUL PRESENTASI kirim 085 742 405 466/ 087 833 654 653 Pengumuman pemenang akan dilaksanakan dalam acara “ETOS FOR INDONESIA” di Gedung Prof. Sudharto, SH, Undip,Tembalang pada tanggal 20 Maret 2011.
2. Ketentuan Khusus
Presentasi bertema “Dari Kita Untuk Bangsa”, dengan memilih sub tema sebagai berikut:
1) Satu Langkah untuk Memutus Rantai Kemiskinan.
Dalam hal ini, objek yang dipaparkan terkait dengan Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga terbesar yang konsen dalam pemberantasan kemiskinan.
2) Program Pendidikan untuk Kaum Marjinal.
Dalam hal ini, Lembaga Pengembangan Insani (LPI), salah satu jejaring DD-Republika modelnya.
3) Beasiswa dan Pembentukan SDM Berkualitas.
Salah satu lembaga yang sudah cukup lama perhatian dengan memberikan beasiswa dan pengembangan diri adalah Beastudi Etos.
b. Bahan presentasi dapat di unduh dari www.lpi-dd.net atau situs terkait.
c. Materi presentasi berjumlah 5-10 slide.
d. Presentasi dibuat menggunakan Mc. Power Point atau Macromedia Flash.
e. Nominasi tiga terbaik akan diundang untuk presentasi dalam acara di Gedung Prof. Sudharto, SH, Undip, Tembalang.
Hadiah
1. Juara I Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
2. Juara II Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
3. Juara III Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan


C. ETOS CORPS CIRCLE
Sebuah talkshow bertema “Dari Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa” dengan menampilkan semangat para etoser yang telah mencapai kesuksesan. Berisikan paparan perjalanan dan perjuangan meraih sukses di luar maupun di dalam negeri. Inspirasi dari jejak perjalanan mereka dalam meraih masa depan. Semangat mereka meraih cita-cita yang awalnya hanyalah pribadi biasa menjadi pribadi yang luar biasa.
Dalam kesempatan ini, Etos Corps Circle menghadirkan:
1. Bhinuri Damawanti, S.KM
: Jejak Etoser di Jerman
2. Bimo
: Jejak Etoser di Malaysia
3. Nur Isnaini, S.E
: Etoser Berprestasi di Nusantara
4. Imron Hamzah, S.Psi
: Etoser Pengusaha
5. dr. Dewi Sartika
: Etoser Dokter
6. Siswadi S.T
: Etoser Analis Keuangan
7. Pariman Siregar
: Etoser Motivator dan Penulis


D. POSTER COMPETITION
Lomba Poster bertema “Bersama Sahabat Membangun Bangsa”, kompetisi poster berupa foto persahabatan yang dipadukan dengan kata-kata motivasi atau kata-kata mutiara. Lomba poster ini diadakan dengan harapan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa yang menyukai bidang fotografi dan sejenisnya. Gagasan-gagasan yang dibuat berupa poster dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap bangsa.

Sasaran Lomba
1. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajat se-Jawa Tengah
2. Para mahasiswa perguruan tinggi se-Jawa Tengah

Ketentuan Lomba
Adapun ketentuan lombanya adalah sebagai berikut :
1. Ketentuan Umum
a. Setiap kelompok terdiri dari 3-5 orang.
b. Poster dibuat menggunakan desain komputer.
c. Peserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 15.000;/poster dengan mengirimkannya ke Bank Mandiri Syariah Semarang, nomor rekening 0507046438 atas nama Siti Aminah Yendy.
d. Poster dikirim dalam bentuk CD dan print out ukuran A3 (art paper), serta bukti transfer uang pendaftaran dan biodata peserta ke Asrama Beastudi Etos, jalan Banjarsari gang Iwenisari no 7 Tembalang, Semarang 50275, paling lambat 14 Maret 2011 cap pos. Bagi peserta dari daerah Semarang, poster dapat di antar langsung ke sekretariat paling lambat 14 Maret 2011 pukul 21.00 WIB.
e. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan sms dengan format ketik: REG (spasi) NAMATIM (spasi) SMA/SMK/UNIV (spasi) POSTER (spasi) JUDUL POSTER kirim ke 085 742 405 466/ 087 833 654 653. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan dalam acara ETOS FOR INDONESIA” di Gedung Prof. Sudharto, SH, Undip, Tembalang.
f. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Ketentuan Khusus
a. Poster bertemakan “Bersama Sahabat Membangun Bangsa” yang merupakan paduan antara foto persahabatan dan kata-kata motivasi atau kata mutiara yang didesain menjadi sebuah poster.
b. Jumlah foto yang akan dijadikan poster minimal tiga buah dan dalam foto tersebut terdapat produk sponsor.
c. Kriteria penilaian meliputi keunikan foto, kreativitas desain, dan kesesuaian tema.

Hadiah
1. Juara I Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
2. Juara II Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
3. Juara III Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan


E. ETOS FIRE UP
Training motivasi dengan tema “Yakin Bisa, Pasti Bisa! Sukses adalah Keharusan!”. Menghadirkan Praktisi Pengembangan SDM Nur Saudi, ST, Manajer HRD PT PAMA Persada untuk memberikan wawasan dan membakar semangat kepada para pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih mimpi.


F. EXPO BEASISWA DAN UNIVERSITAS
Expo Beasiswa dan Universitas merupakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk stand yang berisi seputar informasi mengenai beasiswa yang ada didalam maupun diluar Universitas Diponegoro, selain itu memuat informasi mengenai universitas-universitas yang ada di Indonesia. Dengan diadakannya expo beasiswa dan universitas ini diharapkan dapat memudahkan siswa/siswi untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, selain itu dapat memberikan informasi
beasiswa bagi mahasiswa. Diantara beasiswa –beasiswa tersebut adalah Beastudi Etos, Ekacipta Foundation, Bidik Misi dan masih banyak lagi. Expo beasiswa ini diharapkan dapat mengenalkan dan menginformasikan beasiswa-beasiswa khususnya beastudi etos bagi mahasiswa kurang mampu.


G. FREE CONSULTATION
Free Consultation merupakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk stand pelayanan konsultasi gratis yang akan disajikan oleh 7 etoser berprestasi dengan berbagai disiplin ilmu yang digeluti. Diantaranya yaitu :
1. Bhinuri D., S.KM
: Sarjana Kesehatan Masyarakat, delegasi IIWC di Jerman
2. Bimo
: Peserta delegasi EDMAT di Malaysia
3. Nur Isnaini, S.E
: Mawapres 2 UNDIP serta Juara 3 MITI Nasional
2. Imron Hamzah, S.Psi
: Sarjana Psikologi, CEO Katulistiwa Tour and Travel
3. dr. Dewi Sartika
: Sarjana Kedokteran yang kini berprofesi sebagai dokter
4. Siswadi S.T
: Sarjana Teknik, Analis Keuangan, Konsultan Bisnis
5. Pariman Siregar
: Motivator dan Penulis Buku “Master From Minder”



H. KETENTUAN PENDAFTARAN
Adapun ketentuan pendaftaran acara ETOS FOR INDONESIA adalah sebagai berikut:
a. Biaya pendaftaran sebesar Rp 10.000,00, dibayar langsung ke panitia atau secara kolektif lewat pengurus OSIS sekolah masing-masing.
b. Pendaftaran dapat dilakukan di sekretariat ETOS FOR INDONESIA (Asrama Beastudi Etos, Jl Banjarsari gang Iwenisari No. 7 Tembalang Semarang 50275) atau melalui SMS dengan format:
NAMA (spasi) SEKOLAH / UNIV (spasi) No. HP (spasi) EFI, kirim ke 085742405466 (Rini) atau 087833654653 (Raju).


Info TOENAS 2011
Info seputar Try Out Etos Nasional (TOENAS) 2011 Serentak di 9 Kota Besar di Indonesia seperti Padang, Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, dan Makassar dapat diperoleh secara lengkap di acara ETOS FOR INDONESIA.
Sekilas Info:
Try Out terbesar kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 1 Mei 2011 dengan menghadirkan banyak pembicara baik dari pihak kampus dan mahasiswa berprestasi di 10 Universitas Terbaik di 9 kota di Indonesia.
Organized by Mahasiswa Penerima Beastudi Etos di :
3. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
7. Universitas Airlangga, Surabaya