Saturday, May 5, 2012

Percayalah, Anda Begitu Spesial!


“Po, kurasa ini saatnya aku mengatakan sesuatu yang seharusnya sejak dulu”, begitulah Ayah Bangau berkata kepada Po, panda anaknya yang subur itu.

“Oke”, sahut Po. Sudah lama sebenarnya dia bertanya-tanya. Bahkan dia, terkadang masih merasa berada di tempat yang salah. Dia ragu bahwa Ayah Bangau adalah bapaknya. Bukan karena bentuk tubuhnya yang berbeda tetapi karena bapaknya hanya seorang penjual mie.

“Akan aku katakan bahan rahasia supku”, lanjut Ayah Bangau.

“Oooo…”, pikir Po, Ayah Bangau akan menceritakan asal-usulnya. Berharap Ayah Bangau berkata kalau Po bukan anaknya. Ingin agar dikatakan bahwa ayahnya yang sejati adalah orang hebat bukan penjual mie. Namun, ternyata Ayah Bangun ingin bercerita tentang rahasia sup mie yang terkenal lezat juga laris manis itu.

“Bahan rahasianya adalah tidak ada”, tegas Ayah Bangau. “TIDAK ADA BAHAN RAHASIA!” sekali lagi Ayah Bangau mengatakan pada Po. 

“Maksud ayah, itu hanya mie biasa?” Po keheranan.  “Ayah tidak menambahkan spesial atau apapun?” ulangnya untuk memastikan.

“Tidak perlu”, kata Ayah Bangau. “Untuk membuat sup spesial KAMU HANYA PERLU BAHWA DIA SPESIAL”, tegas Ayah Bangau.
 
Perkataan terakhir dari Ayah Bangau itulah menghentak kesadaran Po. Dibukanya kitab hebat yang ada di tangannya. Tidak ada tulisan. Dia hanya mendapati banyangannya sendiri. Kitab yang dikatakan hebat tetapi justru tidak ada tulisannya. Isi kitab yang lama dia pikirkan sampai nyaris pesimis karena belum ketemu juga. Sadarlah dia bahwa kitab hebat itu ingin mengatakan, “Untuk menjadi hebat, seseorang perlu meyakini dulu bahwa dirinya hebat!” Karena tanpa keyakinan dalam diri, sehebat apapun senjata maka tiada akan berguna. 

Dari film Kungfu Panda I, saya belajar banyak hal. Perlu berulang kali melihatnya memang sampai saya mendapatkan banyak pencerahan. Tidak sedikit orang seperti Po dalam film Kungfu Panda. Merasa berada di tempat yang salah. Setidaknya mereka berandai-andai menjalani kehidupan sebagaimana yang orang lain pandang lebih makmur, pandai, beruntung dst. Pikiran dan perhatiannya mengarah ke luar dank ke luar. Bukan menghayati dan mensyukuri apa yang sudah di dapatkan tetapi malah terus meratapi yang belum di dapatkan. Tidak memberikan perhatian pada apa-apa yang menjadi potensi dan kelebihan tetapi justru mebesar-besarkan kekurangan dan kelemahan. 

Menerima hidup ini sebagai sebuah anugerah tentunya akan lebih menjadi hidup bersemangat. Energi positif yang kemudian mendatangkan banyak keajaiban dalam kehidupan. Siapa yang menganggap hidup sebagai korban tentunya penyesalan dan hal-hal yang tidak menyenangkan yang justru dirasakan. 

Berapa banyak orang sebagaimana Po pada awalnya. Dimana dia sekonyong-konyong ditetapkan sebagai “Dragon Warrior” (ketua panitia, ketua organisasi, dan berbagai amanah lainnya). Tokoh hebat yang dinanti-nanti. Legenda turun temurun yang nantinya diprediksi akan muncul dan membawa kemakmuran juga kedamaian. Sedangkan si Po sendiri tidak percaya itu semua. Ada yang meragukan kemampuannya memang. Walaupun memang banyak juga yang mendukung dan meyakinkan bahwa Po memiliki potensi dan pastinya dia bisa mewujudkan itu semua. 

Tidak percaya diri untuk awalnya memang sebuah kewajaran. Sebuah penyesuaian. Belajar dari Po. Ketika dia yakin dan telah memenangkan dirinya maka banyak kemudahan dan hal ajaib yang ditemukan. Itulah kunci untuk membuka gembok-gembok keterbatasan dalam diri. Hal sederhana tetapi menimbulkan dampak luar biasa. 

Andakah yang akan menjadi Dragon Warrior berikutnya? Andalah legenda hidup berikutnya! Hanya perlu yakin anda luar biasa. MASTER from minder!

Silahkan kontak untuk sharing dan mengundang jadi pembicara.
Follow di twitter @inspirasisegar dan FB Inspiring Man

Tuesday, May 1, 2012

Menulis! Menyejarahlah!


“Menulislah, maka engkau akan menyejarah”, itulah kalimat powerfull yang mendongkrak motivasi saya untuk berkarya dalam dunia kepenulisan.  Pesan mendalam dari guru saya, dulu saat belajar menulis. Bayangkan saja kalau ditanya begini, “Apa yang membedakan antara zaman purba dengan zaman sejarah?” Pastinya pada tahu semua bahwa zaman sejarah dimulai seiring manusia mengenal tulisan. Seolah guru saya ingin mengatakan, “Segeralah beranjak dari masa purbamu, segeralah menulis, karena dengan tulisan, zaman sejarah manusia diawali”. Benar-benar pandai guru saya membakar semangat para muridnya. 

Kalimat lain dan punya daya hipnotis adalah apa yang dikatakan Pramoedya Ananta Toer, Dalam sebuah karyanya, beliau menuliskan, “Menulis adalah bekerja untuk keabadian”.  Memang demikian adanya, banyak tokoh-tokoh yang mereka masih ‘hidup’ sampai sekarang melalui tulisan-tulisannya. Ide, gagasan, pemikiran, pandangannya abadi sampai sekarang bahkan menjadi ideologi dan ajaran. Pahamlah saya mengapa Ibnu Hajar Atsqolani begitu bersemangat untuk menulis walaupun sebenarnya sudah terlalu ‘terlambat’ dari hitungan usia. Itulah cara yang beliau pilih untuk mengabadi. Baik mengabadikan ilmu maupun mengabadikan amal. Kitab Fathul Bari beliau membuat saya geleng-geleng karena saat dijejer di rak buku, panjangnya satu depa, nyaris dua meter. Membuat tertantang untuk menuliskan? Sudah berapa lembar menulisnya?

Sebuah semangat lain yang menarik adalah ditetapkannya R.A Kartini sebagai pahlawan emansipasi wanita. Padahal, banyak pahlawan yang heroik bertempur di medan perang melawan kolonialisme. Tidak sedikit wanita yang berjuang melalui bidang pendidikan dengan membuat sekolah. Apa yang menjadikan R.A Kartini terabadikan sebagai pejuang emansipasi wanita? Jawabannya, karena pemikiran-pemikiran Kartini yang menjawabnya. Buah pikiran yang tertuangkan dalam Buku Habis Gelap Terbitlah Terang. Lagi-lagi menguatkan semangat untuk menulis. Ingin memperjuangkan emansipasi wanita? Abadikanlah ide dan buah karya dalam tulisan. 

Kupasan tentang semangat menulis ini mengingatkan saya pada sebulan terakhir. Biasanya dalam sebulan bisa menerbitkan beberapa artikel baik di FB, blog juga website dimana saya jadi kontributor tulisan. “Menulis sih memang menulis”, tetapi proposal riset yang ditulis bahkan sampai ada 3 proposal. Menulis presentasi mata kuliah. Cukup banyak kalau presentasi karena sempat jadi dosen untuk mata kuliah psikologi di sebuah kampus. Tulisan lain adalan presentasi seminar, training, dan bedah buku. Hampir setiap pekan sebagai seorang trainer dan penulis sudah selayaknya mendedikasikan diri siap panggil untuk berbagi. Di kampus Undip sempat berbagi di Fisip, RNB, Racana Diponegoro, workshop psikoterapi, workshop menulis; di Unair dipanelkan dengan dua Guru Besar, mengupas tentang pendidikan berkualitas; jadi tamu sebuah stasiun TV di Kota Semarang, Live membedah tema “Remaja Inspiratif”; ada kegiatan menyeleksi para calon penerima beasiswa dst. Hal minimal yang dilakukan dalam menulis akhirnya hanya tweet di @inspirasisegar dan status di FB Inspiring Man. Seolah ada yang hilang dalam diri jika biasanya menulis lalu berhenti. Ibaratkan aliran sumber mata air yang membentuk sungai dan sungai itu terbendung. Genangan airnya menjadi kurang jernih dan cara menjernihkan adalah dengan membuka bendungan, mengalirkan sebagaimana biasanya. Begitulah pikiran dan menulis. 

Satu lagi, ada sebuah Surat dalam Al Qur’an yang sangat menarik untuk di renungkan. Nama ayat itu adalah Al Qalam. Dalam Bahasa Indonesia bisa diartikan Surat Pena. Tahukah makhluk yang Allah SWT ciptakan pertama kali? Jelas bukan manusia. Makhluk yang pertama kali Allah SWT ciptakan adalah Qalam. Lalu Allah SWT perintahkan Qalam itu untuk menuliskan takdir-takdir yang Allah SWT tetapkan. Dari hal itu, semangat bagi kita untuk menuliskan ‘takdir’ kita di masa depan dengan menulis. “Tulis apa yang akan anda kerjakan dan kerjakan apa yang anda tulis,” begitulah pesan bijak yang familiar kita dengar. 

Salam Bahagia. Salam Berkelimpahan.
Silahkan kontak untuk sharing dan mengundang jadi pembicara.
Follow di twitter @inspirasisegar dan FB Inspiring Man
This entry was posted in

Thursday, April 5, 2012

Yang Tidak Diketahui Pria Tentang Wanita


“Mengapa ya kebanyak laki-laki itu tidak peka terhadap perasaan wanita?” tanya seorang wanita kepada saya. Mendapati pertanyaan tersebut, segera roket ingatan saya meluncur mencari berbagai refrensi yang pernah dikaji selama kuliah di psikologi. Dalam kenyataannya memang, tidak sedikit mereka yang mengalami ketidaklancaran berkomunikasi karena tidak saling memahami satu sama lain. Pernah dalam sebuah tim, mereka para cewek mengeluhkan ketidakpekaan para cowok sehingga mereka harus angkat-angkat kursi, persiapan ini, dan itu sendiri. Dalam kesempatan lain, para cowok juga merasa tidak bersalah, mereka menganggap semua beres, dan baik-baik saja. Pahamlah saya permasalahan sebenarnya terletak pada keterbukaan dalam komunikasi
.
Dalam interaksi sosial, tentunya tidak bisa begitu saja mengharapkan orang lain memahami maksud kita tanpa adanya pengungkapan maksud. Lebih-lebih di zaman sekarang yang tidak lagi banyak dorongan untuk peka dan mawas diri. Selain itu, perlu juga dipahami perbedaan psikologi masing-masing individu. Paling tidak keunikan antara wanita dengan pria.
Sebagaimana diketahui banyak orang, wanita lebih dominan perasaanya sedangkan laki-laki lebih dominan logikanya. Sekilas bisa kita cermati dari pertanyaan seorang wanita tadi, “Mengapa ya kebanyak laki-laki itu tidak peka terhadap perasaan wanita?” Jelas menuntukkan dia ingin agar laki-laki dengan logika si laki-laki paham akan perasaan si wanita. Rasa dan logika, dua hal yang tidak sama. Logika di kepala sedangkan rasa itu dalam dada.

Mengapa banyak definisi tentang cinta tetapi tidak pernah mampu mengungkapkan cinta itu secara utuh. Terang saja, cinta itu terletak pada ranah rasa sedang kemampuan mendefinisi itu terletak pada logika. Tidak akan terwakili rasa didefiniskan logika. Keduanya berada pada ranah berbeda. Cinta hanya bisa diekspresikan tetapi tidak bisa didefinisikan. Konsekuensinya, kata-kata lumpuh jika diminta bicara tentang cinta. Walaupun demikian, karena rasa cinta itu ditujukan pada seseorang, maka pengungkapan dengan kata-kata itu diperlukan. Itu bagian dari komunikasi. Itu bagian dari jembatan untuk memulai saling mengenal dan memahami. Harus diakui kemudian bahwa kata-kata selanjutnya tidak begitu penting artinya karena ada hal yang lebih mendasar dari sifat rasa. Apakah itu? Ekspresi atau tepatnya adalah bukti. Tindakan yang bisa dirasakan dan dialami sebagai memori rasa. Sebagai bukti cinta. Bahasanya sudah berganti menjadi bahasa hati bukan lagi logika.
Wajar jika kemudian ada anggapan jika logika tidak peka dengan rasa. Logika bersifat rasional. Dia membutuhkan fakta yang masuk melalui panca indera untuk memahaminya. Karena itu, ungkapkanlah rasa itu dengan kata-kata agar bisa dipahami olehnya. Bagi logika, memahami rasa memang harus memahami jika rasa bekerja dengan intuisi. Ada hal-hal yang disadari keberadaan rasa tetapi tidak mudah untuk mengungkapkannya. Terus berusaha mengasah kepekaan dengan mengalami rasa dan menyelami dunia intuisi.

Perlu dipahami juga bahwa walaupun rasa dan logika berada pada ranah berbeda tetapi keduanya tidaklah bertentang lebih-lebih lagi dipertentangkan. Tuhan menempatkan logika mendominasi para laki-laki sedangkan rasa mendominasi para wanita. Hal ini tidak lepas dari skenario indah yang Tuhan siapkan bagi manusia bahwa hakikat mereka adalah berpasang-pasangan. Kehadiran rasa adalah untuk melengkapi logika begitu juga sebaliknya. Dunia ini tiada akan berwarna tanpa ada rasa. Dunia ini hanya warna tanpa ada logika.
Di balik rasa dan logika, manusia menjadi lebih memahami bahwa memori indah itu karena semata-mata logis tetapi juga berkesan. Ada ingatan rasa dan rasa sebagai memori. Jadilah kalian logika dan rasa berdampingan, bergandengan, seiring sejalan membuat kenangan dan sejarah dalam kehidupan. ^_^

MELAYANI PERMINTAAN untuk acara TRAINING PENGEMBANGAN DIRI, motivasi, BEDAH BUKU, & seminar. Hub.085 737 578 678 (Pimen)

(Pariman Siregar; Penulis Buku (MASTER from minder, Magnet Kebahagiaan, Hipnotis Cinta, terapis, trainer, narasumber pengembangan SDM, motivator, dan blogger)

Thursday, March 22, 2012

Sepasang Sandal Jepit Cinta


Garwo, sigaraning nyowo”, begitulah nasehat bijak orang Jawa. Dalam bahasa keseharian, kita mengenal istilah pasangan hidup merupakan jantung-hati, belahan jiwa. Gambaran yang menunjukkan pada kita semua bahwa seseorang yang sudah berjodoh itu saling mengisi dan melengkapi. Tidak kemudian saling melemahkan, meremehkan, lebih-lebih lagi menjatuhkan.

Berapa banyak orang mencari pasangan dalam kehidupannya melandaskan seabreg kriteria ideal. Pokoknya mesti ini, mesti yang begitu. Intinya berharap setidaknya sama dengan dirinya dan kalau bisa lebih dari dirinya. Wajar memang mencari kesempurnaan. Setiap orang pasti menginginkan ideal, spesial, dan sempurna. Kalau diri adalah “matahari”, pastinya menginginkan “matahari”. Sama-sama bintangnya, sama-sama bersinarnya, dan sama-sama kuatnya.
MELAYANI PERMINTAAN untuk acara TRAINING PENGEMBANGAN DIRI, motivasi, BEDAH BUKU, & seminar. Hub.085 737 578 678 (Pimen) Bagaimanapun, mari renungkan sejenak, apa yang akan terjadi jika ada dua matahari di bumi ini? Tidakkah lebih baik mataharinya ada satu dan bulannya satu? Apalah jadinya jika sandal jepit itu kanan semua atau kiri semua? Bukankah lebih baik ada dua-duanya? Tidak benar-benar sama (tetap ada bedanya) tetapi saling melengkapi. Justru ketika keduanya bersanding bersama nampak serasi bagi yang memakainya. Bukankah itu yang dicari dalam kehidupan ini? Keserasian, saling mengisi, saling menguatkan, dan saling bisa menggantikan posisi saat dibutuhkan
.
Pernahkan membayangkan ketika sandal jepit yang dipakai itu kanan semua atau kiri semua? Nyamankah? Tentu kesusahan untuk berjalan. Begitu kira-kira yang terjadi. Sama halnya dalam sebuah tim, mesti ada pemimpin dan ada yang dipimpin, mesti ada pemikir dan ada pelaksana. Jika isinya pemikir semua, bisa dipastikan hanya debat dan curah gagasan tanpa hasil nyata yang didapatkan. Jika isinya pelaksana semua, bisa dipastikan masing-masing bekerja tetapi tanpa arahan yang sama. Sekali lagi, saling melengkapi.
Sebuah dialog menarik seorang pengantin baru dengan pasangannya. Mereka duduk bersebelahan tetapi terpaku dalam diam. Lama, tidak ada yang memulai berbicara. Hingga akhirnya, si pria memberanikan diri berkata.
“Dik, maafkan diriku. Mungkin aku suami yang tidak sesempurna dirimu”, lirih berkata.
“Mas, justru sebenarnya hal itu juga yang ingin aku sampaikan padamu”, jawab si wanita.
“Dirimu begitu sempurna menurutku dik. Beruntung aku memilikimu. Sedangkan aku?”, ucap si pria merendah.
“Mas, tahukah bahwa aku begitu bersyukur bisa mendampingimu. Hidupku lebih lengkap dengan hadirmu. Aku temukan kesempurnaan semenjak bersamamu”, lembut dia berucap.
Setiap diri memang Allah SWT ciptakan dengan kesempurnaan masing-masing. Namun demikian, justru ketika manusia berhadapan dengan yang lainnya, kesempurnaan itu menjadi semu. Membandingkan antara keadaan dirinya dengan realitas apa yang ada di luar dirinya. Sampailah kesadaran kemudian bahwa kesempurnaan itu tercapai ketika meleburkan diri dengan yang lain. “Aku temukan kesempurnaan hidupku semenjak bersamamu”, begitulah kira-kira. Itulah arti dari “Sandal Jepit Cinta”.

*) Pariman Siregar (Bukan Pujangga Cinta tetapi Penulis Buku MASTER from minder)

Tuesday, February 21, 2012

Kata-Kata Mutiara CINTA


“Jika ingin mendapati hasil dalam waktu 3 bulan, tanamlah tomat; jika ingin mendapati hasil dalam waktu 3 tahun, tanamlah buah; jika ingin mendapati hasil dalam waktu 30 tahun, tanamlah hutan; dan jika INGIN MENDAPATI HASIL SEUMUR HIDUP, TANAMLAH SDM”.

To be some body, you must be special only.

Cinta memang mampu membuat orang tidak rasional tetapi jangan sampai membuatmu membabi-buta.

Orang yang mabuk cinta mengatakan, “Akan aku bawakan rembulan untukmu”. Orang yang terinspirasi oleh cinta mengatakan, “Akan aku ajak engkau ke bulan”.

Kalau dirimu sudah cantik fisik, sempurnakanlah kecantikan itu dengan kecantikan batinmu.

Membangun rumah itu mudah tetapi membangun rumah tangga tidaklah mudah. Karena itu, siapkanlah diri bukan hanya untuk membangun rumah tetapi juga apa yang ada di dalam rumah (rumah tangga).

House tidaklah sama dengan home. House itu lebih pada fisik bangunan sedangkan home lebih pada nuansa kenyamanan di dalamnya. Karena itu banyak orang mengatakan, I want to go home bukan I want to go house. Ingat saat jauh dari rumah dan kangen suasana rumah? Apa istilah untuk menyebutnya? Homesick ataukah housesick”?

Menikah itu bukan sekedar mencari istri untuk menjadi teman hidupmu tetapi mencari ibu untuk anak-anakmu. Pilihlah calon ibu yang terbaik untuk mereka.

Jika ingin senang sampai tua, menikahlah dengan orang yang bagus fisiknya lagi kaya. Jika ingin bahagia dunia akhirat, menikahlah dengan orang yang baik agama juga akhlaqnya.

Ibu rumah tangga memimpikan keluarga yang bahagia hanya untuk keluarganya. Ibu rumah tangga peradapan melahirkan dan mendidik calon pemimpin untuk kebahagiaan banyak rumah tangga lainnya.

Istri seorang pahlawan memang senantiasa pandai menguatkan saat sang suami sedang butuh dukungan. “Aku sangat percaya kalau pria yang aku nikahi tidak akan menyerah pada apapun untuk mewujudkan visinya”, begitu ucapnya. Di balik kehalusan batinnya tersimpan kekuatan.

Dalam kesempatan tertentu, orang yang anda cinta memang tidak menyampaikan apa yang dia rencanakan dan apa yang dia lakukan. Bukan karena dia tidak percaya pada anda lagi. Justru sebenarnya, dia sedang menyiapkan kejutan istimewa untuk anda. Percaya dan kuatkanlah dia sampai suatu saat anda akan mendapati nyata kejutannya.

Pendidikan anak bukan hanya menjadi tanggung jawab seorang ibu tetapi juga seorang ayah. Tidakkah ingat siapa yang berpesan pada anak-anak untuk beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT sebagaimana disampaikan dalam Al Qur’an? Lukman. Pastinya mengetahuinya. Seorang ayah yang mendidik anak-anaknya dan menjadi teladan bagi kita semua.

“Untuk jadi legenda tidak harus menjadi juara. Jadilah legenda dengan keseriusan dalam berusaha dan berusaha mewujudakan visi besar anda. Mulailah dari keluarga anda”

Untuk sharing, diskusi, konsultasi, permintaan menjadi pembicara (bedah buku, training pengembangan SDM, outbound ds) silahkan kontak melalui hand phone, Fb (Inspiring Man), twitter (@inspirasisegar). Thanks! With Pariman Siregar; “Not only motivation but also WISDOM”. Inspiring Man: More Than Inspiring. Kunjungin Page FB “MASTER from minder” untuk inspirasi!


(Pariman Siregar; Penulis Buku (MASTER from minder, Magnet Kebahagiaan, Hipnotis Cinta), terapis, trainer, narasumber pengembangan SDM, motivator, dan blogger)

Monday, January 16, 2012

Beasiswa Untuk Kuliah S1 (Beastudi Etos)


Lulusan SMK/Sederajad?
Dan Ingin Meneruskan Kuliah?
Mau Beasiswa Untuk Kuliah?
Ingin Mewujudkan Mimpi dengan Kuliah?


Dapat Uang Saku Bulanan Mau?
Kalau Kuliah Dibayari?
Ditambah Dapat Asrama?
Terus Dapat Training Pengembangan Diri?
Informasi dan Pendaftaran

“Kita hanya butuh mempercayai kehidupan ini sebagai anugerah. Dengan itulah, keajaiban terbuka dan kemudahan terbentang di depan. Mereka yang menyalahkan keadaan, meratapi nasib hanya akan mendapati dirinya yang menderita dan jadi korban dalam kehidupan”, (Pariman Siregar)

Friday, January 13, 2012

Inspiring Quotes: MASTER from minder


(Inspiring Book: MASTER from minder/27-12-11)
"Bergemberilah karena manusia lahir ke dunia dengan takdir kesuksesannya. Karena itulah manusia Tuhan bekali potensi luar biasa. Sadarkah jika meragukan kemampuan diri sendiri dalam meraih sukses sebenarnya juga MERAGUKAN TUHAN MAHA SEMPURNA yang menciptkan dirinya. Bergembiralah, optimislah, dan sukseslah". Salam MASTER!
(Inspiring Book: MASTER from minder/27-12-11)
"Bersama kesulitan, ada kemudahan. Ibarat uang logam, satu sisi bergambar dan sisi lain berangka. Begitu juga dengan kehidupan. Hal yang sama tetapi bisa diterima berbeda oleh orang. Berapa banyak orang lebih fokus pada kekurangan? Apa-apa yang belum didapatkan? Sisi kelemahan? Bergembiralah, pastinya Tuhan menghendaki kemudahan, andai kehidupan dunia ini menyulitkan. Pastinya. Tuhan menginginkan kebaikan bagi hamba-Nya bukan ketidakbaikan".
Semoga kebaikan-kebaikan senantiasa bersama kita. alam MASTER!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 28-12-11)
"Saat yang lain terjebak dalam pesimisme dan keraguan, saat itu sebenarnya adalah momentum bagi anda untuk tampil sebagai seorang MOTIVATOR yang menyemangati dan memompa energi. Saat yang lain terdiam dalam penatnya permasalahan dan kebuntuan cara pemecahan, saat itu sebenarnya adalah momentum bagi anda untuk tampil sebagai seorang INSPIRATOR yang memberi pencerahan dan menguatkan harapan. Para MASTER senantiasa memiliki sudut pandang lain dari kebanyak orang. Menjadikan segalanya positif dan berdampak kemajuan.
Semoga kebaikan- kebaikan senantiasa bersama kita. Salam MASTER!
(Inspiring Book: MASTER from minder / 29-12-11)
"Tidak sepantasnya lemah hati (kecewa, sedih) mendapati orang lain mencapai ini dan ini juga memiliki ini dan itu. Karena sebenarnya anda tidak tahu apakah dia menerimanya sebagai rahmat, ujian, cobaan atau malah sebagai keburukan. Mari senantiasa pandai berterima kasih atas apa-apa yang Allah SWT karuniakan. Karena kesyukuran itu sebenarnya kemanfaatannya unt...uk diri sendiri. Mudah-mudahan, Allah SWT senantiasa tambahkan nikmatnya bagi orang yang bersyukur.

Bergembiralah. Selamat berkarya. Selamat berbahagia. Selamat berkelimpahan
Salam MASTER!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 30-12-11)
"Pernahkah protes pada Tuhan? Mengeluhkan atas berbagai keadaan dan kenyataan? Bertanya mengapa begini dan begitu? Sekarang, sadarkan bahwa masalah yang dulu dirasakan berat telah hilang begitu saja? Bahkan tanpa campur tangan dan usaha. Tuhan yang menyelesaikannya dengan indah. Sadarkan bahwa apa-apa yang telah dilalui itu ternyata mendewasakan anda? Bahkan ketika sekarang sudah sukses, momen itu jadi kisah yang begitu menarik dan heroik untuk diceritakan".
Selamat menjadi lebih baik. Selamat berkelimpahan. Salam MASTER!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 1-1-12)
"Semua orang lahir dengan takdir kesuksesan masing-masing, jika seseorang ditempatkan pada keadaan keterbatasan, pahamilah bahwa Tuhan ingin agar dia belajar optimisme mencapai kesuksesan. Jadikanlah keterbatasan sebagai momentum untuk mengasah kreatifitas dan menyiasati kehidupan".
Selamat menjadi lebih baik. Selamat berkelimpahan. Salam MASTER!
(Inspiring Book: MASTER from minder/2-1-12)
"Berterima kasihlah pada orang-orang yang mencemooh dan meragukan diri anda. Betapa mereka begitu sabar dan optimis mampu meruntungkan semangat anda. Belajarlah sabar dan optimism dari mereka dalam mencapai tujuan. Tuhan mengajarkan makna kesabaran dalam berusaha dan berkomitmen dari mereka. Saatnya anda bersabar dengan meyakinkan pada mereka bahwa anda bisa mewujudkannya melalui usaha-usaha anda".
Selamat berbahagia. Selamat berkelimpahan. Salam MASTER! Good luck!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 2-1-12)
"Berterima kasih sajalah pada orang yg mencemooh dan meragukan kemampuan anda. Begitu sabar dan gigihnya mereka meyakinkan bahwa anda tidak bisa. Pahamilah bahwa Tuhan hadirkan mereka agar anda belajar arti kesabaran dan kegigihan dalam memiliki keinginan. Anggap saja mereka adalah motivator tetapi buruk dalam pemilihan kata-kata. Karena itu, teruslah maju dan wujudkan impian anda. Teruskan apa yangg telah mereka lakukan yaitu menjadi motivator, jadilah MOTIVATOR yg sesungguhnya (yg pandai memilih kata-kata)”.
Selamat berbahagia. Selamat berkelimpahan. Salam MASTER! Good luck!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 3-1-12)
"Orang yang sukses umumnya memiliki kemampuan yang luar biasa dalam beradaptasi. Mereka pandai merekayasa psikologi diri mereka sendiri. Langit boleh mendung tetapi hati tetaplah cerah dan pikiran tetap cemerlang"
Selamat berbahagia. Selamat berkelimpahan. Salam MASTER! Good luck!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 6-1-12)
"Tidak perlu berlemah hati atas apa yang orang lain dapatkan. Karena anda tidak tahu apakah orang itu menerimanya sebagai anugerah, cobaan atau malah azab. Bersyukurlah atas apa-apa yang sudah anda terima dan optimislah atas apa-apa yang belum anda dapatkan. Selamat berbahagia".
Selamat berkelimpahan. Salam MASTER! Good luck!
(Inspiring Book: MASTER from minder/ 7-1-12)
"Saat Tuhan menjadikan dirimu jenuh dengan manusia dan dunia ini, pahamilah bahwa sebenarnya Tuhan ingin agar dirimu kembali mendekat pada-Nya. Sepertinya sudah terlalu banyak seseorang mengandalkan dirinya sendiri. Kembalilah-kembalilah!"
Selamat berkelimpahan. Salam MASTER! Good luck!

Semoga kelimpahan dan kebahagiaan senantiasa bersama kita. Good luck! Untuk sharing, diskusi, konsultasi, permintaan menjadi pembicara (bedah buku, training pengembangan SDM, outbound ds) silahkan kontak melalui hand phone, Fb (Inspiring Man), twitter (@inspirasisegar). Thanks! With Pariman Siregar; Not only motivation but also WISDOM”. Inspiring Man: More Than Inspiring. Kunjungin Page FB “MASTER from minder” untuk inspirasi!
(Pariman Siregar; Penulis Buku (MASTER from minder, Magnet Kebahagiaan, Hipnotis Cinta), terapis, trainer, narasumber pengembangan SDM, motivator, dan blogger)


This entry was posted in