Monday, February 16, 2015

Membangun Portofio Diri

Apakah portofolion diri itu? Apa pula pentingnya sehingga perlu untuk dibangun? Saya akan mencoba mengupas tentang bagaimana membangun portofolio diri.
Kemajuan internet seperti sekarang menyediakan cara yang mudah bagi banyak orang dalam mencari informasi guna menjawab kebutuhan mereka. Bagi para wanita yang senang masak dan ingin mencoba resep baru bisa membuka internet melalui telpon genggam untuk mengetahui resep-resep masakan yang diinginkan. Para pelajar dan mahasiswa dengan beragam tugasnya sudah terbiasa menjadikan internet sebagai sumber refrensi dan pembelajaran. Para event organizer atau lembaga kemahasiswaan di kampus-kampus yang terbiasa mengadakan acara seminar dan pelatihan sebelum mengkontak para pembicaranya, mereka mencari dulu profil para pembicara di internet. Perusahaan-perusahaan besar tidak sedikit pula yang mengumpulkan informasi tentang kandidat calon pegawainya dengan mencari informasi tentang portofolio kandidat tersebut melalui internet. Dari website, blog, media sosial yang dimiliki perusahaan bisa mengetahui karakter, value, dan pemikiran-pemikiran para kandidat. Bahkan, urusan jodoh, ada banyak cerita pengalaman awal mula perjumpaan melalui dunia maya. Mereka saling jatuh cinta sebelum bertemu langsung. Status, twet, karya, tulisan-tulisan, dan informasi di internet menjadi perantara bagi mereka saling mengagumi, berlanjut kontak, kemudian komunikasi, dan akhirnya jalinan serius. Itulah peranan keberadaan portofolio terutama yang ditampilkan melalui dunia maya. Hal tersebut sekaligus menegaskan peran penting membuat portofolio diri.
Portofolio sendiri pada intinya merupakan informasi tentang diri seseorang (aktifitas, karya, profil dst). Cobalah buka pencarian semisal “Google” lalu ketik nama anda. Apakah muncul informasi tentang anda? Berapa banyak? Informasi bagaimana yang tampil tentang diri anda? Berikut ini hasil pencarian tentang saya.

Bukan bermaksud ingin menunjukkan diri, lagian masih kalah jauh dengan nama-nama beken lainnya. Hal terpenting adalah informatif. Pengalaman, pernah suatu kali ada orang yang ingin mengundang saya mengisi pelatihan di sekolah tetapi tidak punya kontak saya. Kemudian beliau terpikirkan untuk googling dan bertemulah dengan situ juga akun sosial media saya. Dari situ kemudian beliau add facebook dan terbangunlah komunikasi hingga akhirnya saya mengisi acara pelatihan di instansi beliau.

Bagaimana cara membangun portofolio diri? Cobalah untuk membangun sebuah blog atau website personal. Dengan memiliki blog atau website personal, seseorang bisa menuangkan gagasan-gagasannya dan mengenalkan dirinya sendiri pada publik. Bisa juga dengan menjadi kontributor tulisan di blog. Dengan menjadi kontributor akan memperbanyak namanya muncul di pencarian google. Cara sederhana yang bisa dilakukan adalah dengan meninggalkan komentar pada tulisan-tulisan di blog. Mengunjungi blog, membacanya, dan memberikan tanggapan atas tulisan serta meninggalkan nama di sana. Tentunya tidak asal memberi komentar tetapi isinya mesti santun dan berisi. Itulah cara mudah yang bisa dilakukan untuk membangun portofolio diri terutama dari pencarian google.
This entry was posted in

Sunday, February 15, 2015

Wikipedia Page: “Bayaran 28 Million”

Apa itu Wikipedia page? Cobalah amati profil di bawah ini:

Profil yang muncul merupakan hasil olahan dari mustappsworld. Saya sendiri senyum-senyum mendapati hasilnya. Di profil tersebut, saya adalah seorang pemain sepak bola profesional dari Brazil. Karir sepak bola profesional saya mulai sejak usia 17 tahun dan dipercaya menjadi seorang kapten dengan skill saya yang mengagumkan. Prestasi saya di turnamen juga tidak kalah hebat, yaitu membawa negara Brazil menjuarai turnamen FIFA 2015 dan menjadi top goal scorer dengan 13 gol. Coba perhatikan berapa harga pemain sepak bola professional seperti saya? 28 Million, tentunya dolar Amerika ya.
Anda tentu penasaran dan tertarik juga untuk membuat profil tersebut. Tenang saja, nanti akan saya bagikan caranya. Namun demikian, ada hal lebih menarik yang ingin saya share di sini. Kira-kira, apa perasaan saya ketika mendapati profil mengagumkan tersebut, lebih-lebih bayaran saya? Jujur. Saya senang. Semoga suatu kali nanti, saya akan mendapatkan bayaran sebesar itu,  28 Million Dollar Amerika. Mudah-mudahan, profil olahan dari mustappsworld tersebut merupakan kode, sinyal, pemberitahuan awal bahwa pada tahun 2015, saya mendapatkan 28 Million Dollar. Siapa yang tidak senang jika memiliki uang sebanyak itu?
Sebuah pesan menarik saya dapatkan saat mengikuti pelatihan dalam mengatasi hambatan diri dan membuka luas kebahagiaan serta kesuksesan. “Jika minta sama Allah SWT itu jangan tanggung-tanggung”, begitu pesannya. “Masa lalu biarlah berlalu, masa depan serahkanlah pada Tuhan, dan bertindaklah pada masa sekarang”, pesan kunci lainnya. Dengan ini, saya pasrahkan saja, saya serahkan, biarlah Allah SWT memberikan 28 Million Dollar, lebih sekalipun saya senang. Semau-maunya Allah saja dalam memberikan yang sebanyak-banyaknya. Jalannya bagaimana? Biarlah Dia yang membuat jalan mengagumkan lagi menyenangkan. ^_^
Ngomong-ngomong masih penasaran ya dengan cara membuatnya. Sangat simple. Silakan kunjungi, klik mustappsworldIkuti saja perintahnya. Saat sudah membukanya, pasti anda sudah tahu. Selamat mencoba dan tersenyum. Hasilnya bisa juga dishare di facebook langsung. Sudah ada kok menunya. Good luck. 

Penumbuh Subur Kebaikan

Sudahkah kita menjadi penumbuh subur kebaikan? Pertanyaan reflektif yang perlu kita renungkan untuk diri kita sendiri.
“Di dunia ini ada banyak kebaikan dan keburukan. Alangkah bijaknya, jika setiap kita tidak menambah keburukan yang sudah ada dengan ucapan, sikap, dan perilaku buruk. Alangkah indahnya jika setiap kita menjadi penambah jumlah kebaikan dengan melakukan kebaikan dimana saja dan kapan saja berada pada siapa saja.”
Kita bisa memulai dari hal yang kecil dalam kehidupan kita untuk menjadi agen penumbuh subur kebaikan. Lebih lagi di dunia telekomunikasi yang semakin maju, informasi bertambah cepat. Hampir setiap orang menggunakan media sosial dan menjadi produsen informasi sekaligus konsumen informasi. Berapa banyak update status atau tweet yang dilakukan setiap hari? Alangkah indahnya jika banyak status atau tweet yang memberikan pencerahan, solusi, menjadi ‘obat’ bagi yang membutuhkan, menghadirkan kebahagiaan, dst. Selain menjadikan pikiran dan perasan sendiri lebih fresh juga ada kemanfaatan yang diambil orang lain.
Mungkin tidak banyak orang yang serius merenungkan atau menghitung dampak dari komunikasi di media sosial. Jika setiap hari setiap orang pengguna facebook di Indonesia yang jumlahnya mencapai 69 jutapada tahun 2014 itu ada separuhnya yang update status negatif, berarti ada 39 juta getaran negatif. Jika getaran negatif yang ditularkan dan dikonsumsi dalam setahun saja, apa yang kira-kira akan terjadi? Mungkin pula, tidak banyak orang yang menggunakan kesempatan media sosial sebagai sarana berbuat kebaikan. Barangkali lebih banyak mereka yang “curhat”, mengeluh, melampiaskan kelelahannya, kekesalannya, dan hal negatif lain yang tidak bisa tersolusikan di dunia nyata. Andai orang menyadari peluang amal kebaikan dan dampak positif dari penumbuh subur kebaikan, pastinya orang akan lebih memilih membiasakan diri berbuat kebaikan di dunia maya dan nyata.
Untuk ilustrasi. Misalnya ada seseorang yang memberikan update status positif dan ternyata dari ribuan temannya ada yang mengalami permasalahan. Isi status positif tersebut menjadi pencerahan bagi orang yang mengalami permasalahan. Setelah selesai buka facebook, emosinya menjadi positif, bertemu teman dia tersenyum, dan dia menjadi terinspirasi berbuat baik, pastinya ada pahala kebaikan bagi orang yang telah mencerahkan melalui status facebook tadi. Tentu kita juga ingat bahwa ucapan bisa menjadi doa. Tentunya kita juga ingat kalau tidak bisa berkata baik, lebih baik yang diam. Memhahami hal tersebut, sudah saatnya untuk menjadi agen penumbuh subur kebaikan, di dunia maya sekalipun. Semoga tumbuh suburnya kebaikan akan membawa dampak kebaikan bagi diri sendiri dan banyak orang. Selamat berkebaikan.



Monday, January 19, 2015

Teman Yang Menghebatkan

“Dengan siapa seseorang berteman akan menentukan kesuksesannya di masa depan”. Teman menjadi lingkungan sosial yang sangat menentukan bagi perkembangan kepribadian seseorang. Mungkin bukan lamanya berteman tetapi kesan apa yang membekas dari pertemanan, itulah yang menjadi inspirasi untuk meraih kesuksesan. Ketika itu tahun 2013 di Bandung, setelah hampir 8 tahun tidak bertemu, saya dipertemukan dengan teman saya Aris Setyawan (IPB) dan Akhmad Bashori (UI). Keduanya sudah menjadi pembicara ternama. Saya sendiri menggemari hal yang serupa. Jadilah kami didaulat bertiga untuk memberikan motivasi dan inspirasi dalam acara “Dua Dekade Beastudi Etos Dompet Dhuafa” yang dihadari para penerima beastudi etos yang ada di seluruh Indonesia.
Motivasi dari Pak Jamil Azzaini barangkali yang menjadi kompor gas tersendiri bagi kami saat pertemuan pertama tahun 2004 dalam acara temu etos nasional. Walaupun saat 2004 beliau belum menjadi orang yang super tenar seperti sekarang tetapi motivasi dan inspirasinya benar-benar membekas jadi semangat kami. Hampir semua dari penerima beastudi etos, saya yakin menjadi orang hebat dalam kapasitasnya masing. Akhmad Bashori besar di lingkungan UI dengan beragam dinamikanya dan sempat belajar tentang leadership di Korea. Aris Setyawan menghebatkan diri di lingkungan IPB dengan dereta nama-nama orang hebat seperti Danang Ambar Prabowo dan ada Trainer ternama Aris Ahmad Jaya. Nama yang kedua ini, familiar bagi saya karena sempat bertemu saat beliau mengisi acara Kemenpora dan saya menjadi peserta waktu itu. Saya sendiri banyak belajar tentang dunia public speaking di lingkungan Undip. Selain ilmu dari kampus, ada para trainer Trusco Semarang yang kini menjadi Trusco Jateng. Beliau yang sekaligus menjadi Korwil Beastudi Etos Semarang, Pak Effendi Nugroho.

Lingkungan memang menentukan perkembangan potensi seseorang. Ibaratkan biji berkualitas bagus, maka untuk tumbuh subur diperlukan tanah yang subur. Kita semua dalam kesempatan tertentu menjadi biji tersebut. Dalam kesempatan lain, kita juga menjadi tanah tempat biji tumbuh. Alangkah baiknya jika kita menjadi media tumbuh suburnya potensi keluarga, saudara, teman, dan orang-orang di sekitar kita. Salam inspirasi. (Pariman Siregar)

Sunday, January 18, 2015

Dari Penulis Zero to Hero Saya Belajar

Jika ingin menjadi orang yang ahli, maka belajarlah pada ahlinya. Siapa yang tidak ingin menjadi ahli dalam suatu bidang tertentu? Para ulama hebat yang karyanya masih abadi sampai sekarang dikenal dengan keahliannya. Ada yang ahli dalam bidah fiqih, ada yang ahli dalam bidang hadist, ada yang ahli dalam bidang tafsir dst. Mereka hidup di zaman dengan fasilitas tidak canggih sebagaimana sekarang tetapi karyanya tidak lekang oleh usia zaman. Semangat luar biasa yang ditunjukkan dengan kerja keras, itulah yang layaknya kita tetap jaga.  
Tulisan yang disatukan menjadi buku adalah satu dari berbagai karya yang akan selalu hidup selama memberikan manfaat. Dalam penulisan buku, awalnya saya terinspirasi banyak dari Ust. Solikhin, penulis buku Zero to Hero. Dalam sebuah kajian yang saat itu dihadiri para mahasiswa asal Sragen, beliau memberikan semangat untuk berkarya dan berkontribusi. Dalam hati, saya bertekad untuk mengambil pesan baik dari beliau dan mewujudkannya. Kami sama-sama tinggal di Sragen saat itu, hanya beda kecamatan. Jarak dari SMA saya sekolah ke rumah beliau sekitar 2 km. Namun demikian, baru setelah kuliah, saya silaturahim ke tempat beliau. Selanjutnya, saya lebih sering bertemu di forum-forum Pro U Media, baik ketemuan penulis, diskusi garasi, dan diskusi online.
Belajar pada ahlinya. Seorang penulis hebat ternyata memiliki kebiasaan unik, yaitu mencatat ide. Kemana saja berada, sekiranya didapatkan ide atau inspirasi, sesegera dicatatnya. Demikianlah, ingatan yang kuat itu tidak lebih kuat dari goresan pena. Ilmu ibaratkan unta, dia harus diikat dengan menuliskannya. Buku yang tebal tersusun dari bab-bab, bab-bab tersusun dari tema-tema, tema-tema dari paragrap, paragraph terdiri dari kalimat, dan kalimat terdiri dari kata-kata. Itulah yang coba untuk saya praktikkan dan menjadi buku Master from minder. Kita perlu menyadari apa hal sederhana yang dilakukan dengan teratur, terus menerus, dan nantinya akan menghasikan sesuatu. Menjadi ahli dalam hal apapun diperlukan prinsip yang demikian.
Terima kasih Ust. Solikhin untuk inspirasinya saat itu. Insya Allah, akan menjadi inspirasi untuk terus berkarya. Mengutip komentar beliau dalam buku Master from minder, “Terbatas bisa teratas? Yakinlah ANDA BISA! Jadikan keterbatasan sebagai spirit untuk melejit, berkelit di saat sulit, dan Pariman Siregar ini buktinya. Mengamalkan ilmunya untuk meluarbiasakan dirinya, MASTER from minder.

Tuesday, January 13, 2015

Training Motivasi Sukses UN dan Masuk Perguruan Tinggi: SMA 1 Kedungwuni, Kab.Pekalongan

Kali ini, tim QuantumMotivation Center mendapat kesempatan untuk berbagi inspirasi di SMA 1Kedungwuni. Sekolah menengah atas yang terkenal di Kabupaten Pekalongan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sekolah yang cukup istimewa dalam menanamkan pendidikan karakter dengan mengawali tilawah Al Qur’an (tentunya juga doa) sebelum pelajaran dimulai. Demikian pula selesai pelajaran (sebelum pulang), siswa dan guru berdoa bersama. Beruntunglah para siswa dan orangtua yang menyekolahkan anaknya mendapati para guru yang semangat berbagi ilmu, memberikan didikan karakter, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung keberhasilan para siswanya.
Tanggal 12 Januari 2015, kami diminta untuk membakar semangat para siswa kelas XII dalam menyambut UN. Sekolah memiliki targetan 100% siswa lulus UN, nilai yang dicapai tinggi, meningkat prestasi sekolah, dan para lulusannya banyak yang diterima di perguruan tinggi favorit. Ini adalah kali ke sekian, Quantum Motivation Centerberbagi inspirasi lulus UN sejak tahun 2007. Hanya saja, kali ini, kami membawa banyak hal yang spesial. Dari kuliah S2 profesi psikologi klinis, saya sendiri mendapatkan banyak inspirasi dalam konseling, psikoterapi, psikoedukasi, intervensi kelompok, intervensi komunitas yang berpengaruh besar dalam sesi-sesi pelatihan tim Quantum Motivation Center. Selain itu, kali ini saya membawa rekan dari Undip, seorang mahasiswa yang mampu mengubah hidupnya dari biasa-bisa menjadi orang yang memiliki dereta prestasi di kampus dan sempat mengikuti pertukaran mahasiswa ke Korea. Transformasi mengubah diri hingga menjadi pribadi yang bersemangat dan berprestasi menjadi role model dan contoh nyata bagi para siswa. Kami berharap bisa memberikan banyak inspirasi sukses dengan ilmu, pengalaman, dan kisah nyata yang kami kemas dalam training motivasi yang menarik dan mengena.
Kelulusan UN menjadi hal yang sangat penting bagi sekolah. Kelulusan 100% umumnya dijadikan satu indikator keberhasilan sekolah atas proses belajar mengajar selama tiga tahun. Rata-rata nilai UN yang tinggi juga menjadi prestise tersendiri sekaligus menajamkan pamor sekolah di antara sekolah-sekolah yang lain dan masyarakat sekitar. Bagi orangtua, keberhasilan anak lulus dan mendapatkan nilai yang bagus merupakan kebanggaan sekaligus kepuasan. Sudah selayaknya, usaha keras dalam membiayai anak terbayar dengan kelulusan dan prestasi yang bagus dari anak. Kelulusan dan nilai yang bagus bagi para siswa selain kebanggaan, tanggung jawab juga menjadi satu jembatan untuk menuju impian masa depan mereka. Setelah lulus SMA, mereka memiliki pilihan untuk meneruskan kuliah atau bekerja. Melihat tantangan di masa depan, meneruskan kuliah merupakan hal yang realitis untuk dilakukan sekaligus pilihan yang bergengsi. Jika memiliki prestasi yang bagus, kendala minimnya biaya bisa diatasi dengan adanya banyak kesempatan mendapat beasiswa. Untuk hal yang terakhir ini, kami biasanya juga memberikan informasi tentang beasiswa pada sekolah sekaligus memberikan motivasi sukses UN. Para siswa bisa bertanya langsung terkait pengalaman dalam mendapatkan beasiswa di kampus. Pilihan lulus dengan nilai UN yang baik menjadi hal yang menyenangkan dan adanya peluang beasiswa menjadi motivasi tersendiri para siswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.
Motivasi menjadi faktor penting bagi kesuksesan dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang akademis (lulus UN). Dalam istilah Jawa, seseorang akan bisa sukses jika memiliki “krenteg” dan “greget”. “Krenteg” berarti dorongan batin yang menjadi seseorang bergerak, bertindak, berusaha meraih apa yang menjadi cita-citanya sedangkan “greget” merupakan tindakan nyata untuk mewujudkan cita-cita seseorang. Sangat penting kiranya “krenteg” dari dalam diri seseorang ditumbuhkan dan dikembangkan sehingga dia memiliki “greget” menghasilkan karya nyata. Seiring kemajuan ilmu psikologi, munculah beragam penelitian ilmiah untuk mengembangkan potensi-potensi manusia yang menjadi dasar dalam pengembangan diri. Satu dari pelatihan yang umum dikenal adalah “achievement motivation training”, pelatihan yang dilandasi dengan kajian ilmiah psikologi dalam mengembangkan potensi manusia melalui usaha untuk membangkitkan motivasi dari dalam diri manusia sendiri.

Quantum Motivation Center dengan beragam pengalaman sejak 2007 sudah sangat siap diminta untuk berbagi inspirasi tentang pengembangan diri. Dengan kemajuan sarana telekomunikasi, membuat jadwal dengan kami sangat mudah sekali. Ada yang menemukan kami dengan googling, karena sempat bertatap muka dengan kami di forum pengembangan diri yang kami isi tetapi kehilangan kontak yang sudah kami berikan. Dia mengetik nama “Pariman Siregar”dan bertemu dengan alamat di dunia maya www.parimansiregar.blogspot.com ; facebook Inspiring Man ; informasi tentang profil kami, dan kontak kami. Selanjutnya mereka mencoba untuk kontak melalui media sosial maupun kontak lain yang mereka temukan dan dengan mudah berkomunikasi dengan kami untuk mengatur waktu pelaksanaan training di tempatnya. Tentunya kami usahakan untuk bisa bertemu tatap muka langsung guna need assessment sebelum kami buat desain pelatihan, materi, dan pelaksanaan training. Kebiasaan cara ilmiah saat penanganan kasus ketika Praktek Kerja Profesi Psikologi terbawa juga dalam dunia terapan seperti training. Harapan kami, apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat dan memiliki landasan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Silakan kontak segera kami untuk membuat janjian pelaksanaan training pengembangan diri di tempat anda. (Pariman Siregar)

Thursday, January 1, 2015

Catatan 2014 (Pariman Siregar)

“Urip kuwi sing urup”, sebuah pesan bijak Jawa yang menjadi salah satu inspirasi dalam keseharian saya. “Hidup itu mesti menyala”, begitulah. Dalam kehidupan ini, kita tidak sekedar hidup tetapi perlu mewajibkan diri untuk menjadi orang yang sukses dan bisa menyukseskan banyak orang. Sebagaimana pesan nabi saw, “Sebaik-baik orang adalah yang paling banyak bermanfaat buat orang lain”.
Visi dan cita-cita menjadi syarat awal yang perlu kita miliki agar hidup ini “menyala”. Dengan visi yang dimiliki, hidup menjadi terarah. Cita-cita menjadikan hidup lebih bergairah. Dengan demikian, waktu adalah produktifitas, waktu adalah karya, waktu adalah sejarah. Berikut ini adalah catatan pribadi saya tentang perjalanan di tahun 2014. Hanya sebuah catatan pengingat bagi diri sendiri untuk lebih mensyukuri segala hal baik yang diterima dan lebih percaya diri untuk meraih hal-hal yang belum tercapai.

Keluarga
Tahun 2014, saya menggenapkan separuh agama dengan menikah. Buku “Bismillah, Kami Menikah” menjadi kado istimewa bagi orang-orang yang datang di pernikahan kami. Doakan keluarga kami jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Terima kasih atas doa dan kehadirannya saat itu.
Pekan akhir Januari 2014, kami menikah dan pekan akhir Oktober 2014 anak kami yang pertama lahir. Anak pertama kami, seorang putri yang kami namai, “Aulia Insyira Tsaqifa”. Doakan putri kami menjadi orang yang mulia, membawa kebaikan, kebahagiaan, kelapangan bagi banyak orang dengan ilmu yang dimilikinya.

Akademis
Pengennya, saya sih lulus S2 Magister Profesi psikologi pada tahun 2014, tetapi tidak tercapai. Lulus dan wisuda menjadi targetan tahun 2015. Mohon doanya, semoga dalam kemudahan dan kelancaran. Secara akademis, tahun 2014, alhamdulillah berhasil menuntaskan agenda akademis terkait dengan praktek kerja profesi, baik sidang HIMPSI juga laporan-laporan PKPP untuk puskesmas, RSJ, dan pilihan.
Semenjak menikah, saya betul-betul memperhatikan efesiensi terutama karena hampir setiap pekan bolak-balik Pekalongan-Yogyakarta. Dengan keadaan demikian, saya menyiasati dengan mendaftarkan diri sebagai asiseten kelas mata kuliah psikologi komunikasi. Satu semester tuntas saya menjadi asisenten sembari waktu yang ada saya manfaatkan untuk bertemu dosen guna bimbingan tesis dan beberapa pekerjaan lain.
Sempat diminta untuk menjadi fasilitator dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UMS yang melakukan penelitian tentang resiliensi. Fasilitator lain dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UGM dengan penelitiannya untuk membantu pasien struk. Alhamdulillah menjadi bagian dari penelitian tentang penghuni lapas dan penelitian paying tentang good parenting. Tahun 2014 menjadi masa bagi saya untuk beradaptasi dan mencari pola kerja dengan mengedepankan efisiensi.

Pekerjaan
Sejak tahun 2007, saya menekuni dunia pengembangan diri sebagai motivator. Sempat 5 tahun mendampingi pengembangan SDM mahasiswa Undip penerima beastudi etos di Semarang. Sempat pula menjadi narasumber acara motivasi dan religi di Tri Jaya FM Semarang dan RRI Pro 2 Semarang sebelum akhirnya pindah ke Yogyakarta. Aktifitas sebagai motivatornya masih berlanjut sampai dengan sekarang.
Berikut beberapa tempat saya berbagi inspirasi yang saya ingat: Training “From Zero to Hero” (FKIP, Universitas Pekalongan), training motivasi persiapan UN (SMA Gama, Yogyakarta), pelatihan guru BK (STIE Muh. Pekalongan), pelatihan organisasi KeSPPI (Psikologi, Undip), pembekalan wisudawan (FKIP, Universitas Pekalongan, pelatihan pembekalan PMB (Ilmu Kimia, Undip), pelatihan pembekalan PMB (Psikologi, UGM), bedah buku MASTER from minder (UII), “Public Relation” BEM (Psikologi, Unnes), pelatihan organisasi ‘RNB (UKM Mahasiswa Undip), pelatihan konselor sebaya siswa Mualimat Yogyakarta, pembekalan KKL mahasiswa Unimus. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi. Semoga ada banyak manfaat yang bisa diambil dengan kehadiran saya saat itu.

Akhirnya, sebagai penutup “ojo leren lamun durung sayah, ojo mangan lamun durung luwe, ojo lali karo asale”. Janganlah beristirahat sebelum lelah, janganlah makan sebelum lapar, dan jangan lupa dengan asalnya. Semoga setiap kesempatan, kita bertumbuh dan mendewasa semakin menjadi pribadi yang baik serta banyak karya. (Pariman Siregar FB Inspiring Man)