Tuesday, January 13, 2015

Training Motivasi Sukses UN dan Masuk Perguruan Tinggi: SMA 1 Kedungwuni, Kab.Pekalongan

Kali ini, tim QuantumMotivation Center mendapat kesempatan untuk berbagi inspirasi di SMA 1Kedungwuni. Sekolah menengah atas yang terkenal di Kabupaten Pekalongan dan menjadi kebanggaan masyarakat Kabupaten Pekalongan. Sekolah yang cukup istimewa dalam menanamkan pendidikan karakter dengan mengawali tilawah Al Qur’an (tentunya juga doa) sebelum pelajaran dimulai. Demikian pula selesai pelajaran (sebelum pulang), siswa dan guru berdoa bersama. Beruntunglah para siswa dan orangtua yang menyekolahkan anaknya mendapati para guru yang semangat berbagi ilmu, memberikan didikan karakter, dan menciptakan lingkungan sekolah yang mendukung keberhasilan para siswanya.
Tanggal 12 Januari 2015, kami diminta untuk membakar semangat para siswa kelas XII dalam menyambut UN. Sekolah memiliki targetan 100% siswa lulus UN, nilai yang dicapai tinggi, meningkat prestasi sekolah, dan para lulusannya banyak yang diterima di perguruan tinggi favorit. Ini adalah kali ke sekian, Quantum Motivation Centerberbagi inspirasi lulus UN sejak tahun 2007. Hanya saja, kali ini, kami membawa banyak hal yang spesial. Dari kuliah S2 profesi psikologi klinis, saya sendiri mendapatkan banyak inspirasi dalam konseling, psikoterapi, psikoedukasi, intervensi kelompok, intervensi komunitas yang berpengaruh besar dalam sesi-sesi pelatihan tim Quantum Motivation Center. Selain itu, kali ini saya membawa rekan dari Undip, seorang mahasiswa yang mampu mengubah hidupnya dari biasa-bisa menjadi orang yang memiliki dereta prestasi di kampus dan sempat mengikuti pertukaran mahasiswa ke Korea. Transformasi mengubah diri hingga menjadi pribadi yang bersemangat dan berprestasi menjadi role model dan contoh nyata bagi para siswa. Kami berharap bisa memberikan banyak inspirasi sukses dengan ilmu, pengalaman, dan kisah nyata yang kami kemas dalam training motivasi yang menarik dan mengena.
Kelulusan UN menjadi hal yang sangat penting bagi sekolah. Kelulusan 100% umumnya dijadikan satu indikator keberhasilan sekolah atas proses belajar mengajar selama tiga tahun. Rata-rata nilai UN yang tinggi juga menjadi prestise tersendiri sekaligus menajamkan pamor sekolah di antara sekolah-sekolah yang lain dan masyarakat sekitar. Bagi orangtua, keberhasilan anak lulus dan mendapatkan nilai yang bagus merupakan kebanggaan sekaligus kepuasan. Sudah selayaknya, usaha keras dalam membiayai anak terbayar dengan kelulusan dan prestasi yang bagus dari anak. Kelulusan dan nilai yang bagus bagi para siswa selain kebanggaan, tanggung jawab juga menjadi satu jembatan untuk menuju impian masa depan mereka. Setelah lulus SMA, mereka memiliki pilihan untuk meneruskan kuliah atau bekerja. Melihat tantangan di masa depan, meneruskan kuliah merupakan hal yang realitis untuk dilakukan sekaligus pilihan yang bergengsi. Jika memiliki prestasi yang bagus, kendala minimnya biaya bisa diatasi dengan adanya banyak kesempatan mendapat beasiswa. Untuk hal yang terakhir ini, kami biasanya juga memberikan informasi tentang beasiswa pada sekolah sekaligus memberikan motivasi sukses UN. Para siswa bisa bertanya langsung terkait pengalaman dalam mendapatkan beasiswa di kampus. Pilihan lulus dengan nilai UN yang baik menjadi hal yang menyenangkan dan adanya peluang beasiswa menjadi motivasi tersendiri para siswa untuk melanjutkan perguruan tinggi.
Motivasi menjadi faktor penting bagi kesuksesan dalam berbagai bidang termasuk dalam bidang akademis (lulus UN). Dalam istilah Jawa, seseorang akan bisa sukses jika memiliki “krenteg” dan “greget”. “Krenteg” berarti dorongan batin yang menjadi seseorang bergerak, bertindak, berusaha meraih apa yang menjadi cita-citanya sedangkan “greget” merupakan tindakan nyata untuk mewujudkan cita-cita seseorang. Sangat penting kiranya “krenteg” dari dalam diri seseorang ditumbuhkan dan dikembangkan sehingga dia memiliki “greget” menghasilkan karya nyata. Seiring kemajuan ilmu psikologi, munculah beragam penelitian ilmiah untuk mengembangkan potensi-potensi manusia yang menjadi dasar dalam pengembangan diri. Satu dari pelatihan yang umum dikenal adalah “achievement motivation training”, pelatihan yang dilandasi dengan kajian ilmiah psikologi dalam mengembangkan potensi manusia melalui usaha untuk membangkitkan motivasi dari dalam diri manusia sendiri.

Quantum Motivation Center dengan beragam pengalaman sejak 2007 sudah sangat siap diminta untuk berbagi inspirasi tentang pengembangan diri. Dengan kemajuan sarana telekomunikasi, membuat jadwal dengan kami sangat mudah sekali. Ada yang menemukan kami dengan googling, karena sempat bertatap muka dengan kami di forum pengembangan diri yang kami isi tetapi kehilangan kontak yang sudah kami berikan. Dia mengetik nama “Pariman Siregar”dan bertemu dengan alamat di dunia maya www.parimansiregar.blogspot.com ; facebook Inspiring Man ; informasi tentang profil kami, dan kontak kami. Selanjutnya mereka mencoba untuk kontak melalui media sosial maupun kontak lain yang mereka temukan dan dengan mudah berkomunikasi dengan kami untuk mengatur waktu pelaksanaan training di tempatnya. Tentunya kami usahakan untuk bisa bertemu tatap muka langsung guna need assessment sebelum kami buat desain pelatihan, materi, dan pelaksanaan training. Kebiasaan cara ilmiah saat penanganan kasus ketika Praktek Kerja Profesi Psikologi terbawa juga dalam dunia terapan seperti training. Harapan kami, apa yang kami lakukan benar-benar bermanfaat dan memiliki landasan ilmiah yang bisa dipertanggungjawabkan. Silakan kontak segera kami untuk membuat janjian pelaksanaan training pengembangan diri di tempat anda. (Pariman Siregar)

Thursday, January 1, 2015

Catatan 2014 (Pariman Siregar)

“Urip kuwi sing urup”, sebuah pesan bijak Jawa yang menjadi salah satu inspirasi dalam keseharian saya. “Hidup itu mesti menyala”, begitulah. Dalam kehidupan ini, kita tidak sekedar hidup tetapi perlu mewajibkan diri untuk menjadi orang yang sukses dan bisa menyukseskan banyak orang. Sebagaimana pesan nabi saw, “Sebaik-baik orang adalah yang paling banyak bermanfaat buat orang lain”.
Visi dan cita-cita menjadi syarat awal yang perlu kita miliki agar hidup ini “menyala”. Dengan visi yang dimiliki, hidup menjadi terarah. Cita-cita menjadikan hidup lebih bergairah. Dengan demikian, waktu adalah produktifitas, waktu adalah karya, waktu adalah sejarah. Berikut ini adalah catatan pribadi saya tentang perjalanan di tahun 2014. Hanya sebuah catatan pengingat bagi diri sendiri untuk lebih mensyukuri segala hal baik yang diterima dan lebih percaya diri untuk meraih hal-hal yang belum tercapai.

Keluarga
Tahun 2014, saya menggenapkan separuh agama dengan menikah. Buku “Bismillah, Kami Menikah” menjadi kado istimewa bagi orang-orang yang datang di pernikahan kami. Doakan keluarga kami jadi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Terima kasih atas doa dan kehadirannya saat itu.
Pekan akhir Januari 2014, kami menikah dan pekan akhir Oktober 2014 anak kami yang pertama lahir. Anak pertama kami, seorang putri yang kami namai, “Aulia Insyira Tsaqifa”. Doakan putri kami menjadi orang yang mulia, membawa kebaikan, kebahagiaan, kelapangan bagi banyak orang dengan ilmu yang dimilikinya.

Akademis
Pengennya, saya sih lulus S2 Magister Profesi psikologi pada tahun 2014, tetapi tidak tercapai. Lulus dan wisuda menjadi targetan tahun 2015. Mohon doanya, semoga dalam kemudahan dan kelancaran. Secara akademis, tahun 2014, alhamdulillah berhasil menuntaskan agenda akademis terkait dengan praktek kerja profesi, baik sidang HIMPSI juga laporan-laporan PKPP untuk puskesmas, RSJ, dan pilihan.
Semenjak menikah, saya betul-betul memperhatikan efesiensi terutama karena hampir setiap pekan bolak-balik Pekalongan-Yogyakarta. Dengan keadaan demikian, saya menyiasati dengan mendaftarkan diri sebagai asiseten kelas mata kuliah psikologi komunikasi. Satu semester tuntas saya menjadi asisenten sembari waktu yang ada saya manfaatkan untuk bertemu dosen guna bimbingan tesis dan beberapa pekerjaan lain.
Sempat diminta untuk menjadi fasilitator dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UMS yang melakukan penelitian tentang resiliensi. Fasilitator lain dalam intervensi psikologi mahasiswa magister profesi psikologi UGM dengan penelitiannya untuk membantu pasien struk. Alhamdulillah menjadi bagian dari penelitian tentang penghuni lapas dan penelitian paying tentang good parenting. Tahun 2014 menjadi masa bagi saya untuk beradaptasi dan mencari pola kerja dengan mengedepankan efisiensi.

Pekerjaan
Sejak tahun 2007, saya menekuni dunia pengembangan diri sebagai motivator. Sempat 5 tahun mendampingi pengembangan SDM mahasiswa Undip penerima beastudi etos di Semarang. Sempat pula menjadi narasumber acara motivasi dan religi di Tri Jaya FM Semarang dan RRI Pro 2 Semarang sebelum akhirnya pindah ke Yogyakarta. Aktifitas sebagai motivatornya masih berlanjut sampai dengan sekarang.
Berikut beberapa tempat saya berbagi inspirasi yang saya ingat: Training “From Zero to Hero” (FKIP, Universitas Pekalongan), training motivasi persiapan UN (SMA Gama, Yogyakarta), pelatihan guru BK (STIE Muh. Pekalongan), pelatihan organisasi KeSPPI (Psikologi, Undip), pembekalan wisudawan (FKIP, Universitas Pekalongan, pelatihan pembekalan PMB (Ilmu Kimia, Undip), pelatihan pembekalan PMB (Psikologi, UGM), bedah buku MASTER from minder (UII), “Public Relation” BEM (Psikologi, Unnes), pelatihan organisasi ‘RNB (UKM Mahasiswa Undip), pelatihan konselor sebaya siswa Mualimat Yogyakarta, pembekalan KKL mahasiswa Unimus. Saya mengucapkan terima kasih atas kesempatan yang diberikan untuk berbagi. Semoga ada banyak manfaat yang bisa diambil dengan kehadiran saya saat itu.

Akhirnya, sebagai penutup “ojo leren lamun durung sayah, ojo mangan lamun durung luwe, ojo lali karo asale”. Janganlah beristirahat sebelum lelah, janganlah makan sebelum lapar, dan jangan lupa dengan asalnya. Semoga setiap kesempatan, kita bertumbuh dan mendewasa semakin menjadi pribadi yang baik serta banyak karya. (Pariman Siregar FB Inspiring Man)

Saturday, December 20, 2014

Masa Membangun "Trust" Dalam Diri Anak

Kehadiran buah hati itu memang menjadikan para orangtua banyak belajar. Jika orangtua meminta anak untuk menjadi anak yang baik, sudah sepantasnya orangtua juga belajar menjadi orangtua yang baik. Sadarkah orangtua akan pentingnya untuk belajar menjadi orangtua dalam mendidik anak?
Seperti biasa, pagi dan sore menjadi rutinitas bagi kami untuk mandiin anak. Awalnya ibu mertua yang mandiin, kami mengamati dan belajar caranya mandiin bayi. Beberapa waktu kemudian istri saya sudah berani dan bisa. Selanjutnya, saya juga sudah bisa mandiin bayi. Kami bisa secara bergantian mengatur jadwal mandiin anak dan istri saya biasanya paling banyak punya kesempatan. Jika istri yang mandiiin, saya menyodorkan jari telunjuk ke dalam genggaman tangan anak. Demikian pula sebaliknya, jika saya yang mandiin, istri membiarkan jari telunjukkan dipegangi anak. Bersentuhan dengan air terkadang menjadi pemicu tangis anak, kami ingin menjadikan mandi sebagai aktifitas yang membuatnya aman. Dengan menyediakan “pegangan” pada anak, saat mandi menjadi waktu yang menyenangkan bagi anak kami. Kami ingin mengatakan pada buah hati kami, “Kamu aman anakku, ayah sama bunda bersamamu”.
Air untuk mandi juga kami siapkan cukup hangat, sehangat kasih sayang ayah dan bundanya. Kehangatan bagi anak menjadi hal yang penting baik bagi pertumbuhan fisiknya maupun perkembangan psikologisnya. Kami sudah terbiasa setelah mandi memakaikan bajunya dan membedongnya pada sebulan pertama. Bedong bagi bayi ternyata menjadikannya terasa hangat dan nyaman. Kami belajar mengamati dari ibu mertua yang membedongnya saat pekan pertama. Ibu mertua saya sempat minta diajari sama perawat ketika menjelang pulang persalinan istri saya di rumah sakit saat itu. Karena itulah, kami menyadari sebagai orangtua perlu banyak pelajar. “Biarkan kami belajar anakku, kami masih orangtua yang baru”, begitulah ucap saya pada awal-awal pekan pertama saat mendapati anak saya menangis.
Sebagai orangtua, saat mendapati anak terasa tidak nyaman atau menangis, tentunya ingin segera bertindak untuk menjadikan anak nyaman kembali. Sama-sama terdengar sebagai tangisan tetapi ternyata memiliki makna yang beragam. Istri saya yang belajar linguistik saat S2 juga perlu banyak belajar untuk mengidentifikasi apa yang sebenarnya dimaui oleh anak kami. Saya sebagai orang yang belajar psikologi apalagi, benar-benar sadar bahwa saat menjadi orangtua adalah saat belajar psikologi yang sesungguhnya. Hal itu juga yang barangkali menjadikan Abraham Maslow memiliki pandangan baru tentang manusia saat kelahiran anaknya. Pandangan-pandangannya yang sekarang dikenal dunia psikologi sebagai psikologi  humanistik.
Sempat terpikirkan oleh kami untuk tidak segera meresponnya ketika anak kami menangis. Pikirnya biar anak kami juga belajar bertoleransi, menunggu, sabar barulah kami menyediakan yang dimauinya. Syukurlah, hal tersebut tidak kami lakukan setelah kami merenungkan kemungkinan yang akan terjadi selanjutnya. Masa-masa anak usia 0-2 tahun adalah masa-masa anak belajar tentang “trust” pada lingkungan sosialnya. Jika orangtua dengan segera merespon anak, maka anak akan belajar “trust” pada orangtuanya bahwa orangtuanya ada untuk dirinya. Dalam diri anak terbangun rasa aman sehingga tidak mudah rewel, merajuk, dan mudah ditenangkan. Usia 0-2 tahun bukanlah saat yang tepat untuk membiarkan anak menangis, walaupun menangis itu katanya bagus untuk kesehatan jantung. Jika anak terbiasa menangis lama baru mendapat respon, anak akan membuat pola ketika ada hal kecil lalu menangis. Sebelum itu terjadi, jadikanlah masa-masa 0-2 tahun sebagai masa memberikan kenyamanan dengan respon yang sigap atas ketidaknyamanan yang dirasakan anak. Bangunlah pondasi “trust” yang kuat dalam diri anak. Tidak perlu terburu mengajarkan anak kesabaran menunggu atau tolerasi atas “kemalasan” dalam kesegeraan merespon anak. Sekali lagi, belum saatnya anak belajar “autonomy” atau kemandirian.
Bayi yang masih sangat tergantung pada lingkungan menggunakan pola stimulus dan respon dalam berinteraksi dengan lingkungan. Anak memberikan stimulus, orang disekitarnya merespon. Respon yang diberikan sekaligus berfungsi sebagai hadiah bagi anak sehingga akan memperkuat terbangunnya sebuah pola perilaku. Tidak segera memberikan respon bisa ditanggapi anak sebagai hukuman dan pahamilah bahwa setiap orang tidak akan suka menerima hukuman apalagi anak-anak. Kuatkanlah “trust” anak dengan terbiasa memberikan respon (hadiah) baginya. Sebagai orangtua, kebahagiaan orangtua itu adalah bisa memberikan hadiah pada anak. Tidak perlu khawatir anaknya nanti menjadi manja atau tidak mandiri. Setiap masa pertumbuhan, ada tugas perkembangan. Orang belajar itu semua ada waktunya.
Usia selanjutnya ketika anak dengan kemampuannya sendiri sudah mulai mengeksplor lingkungan, itulah masa anak belajar “autonomy” atau kemandirian. Benda-benda di lingkungan dilihat anak sebagai sesuatu yang menarik untuk didekati, dipegang, dirasakan, dan diperlakukan apa saja. Pada saat yang demikian, anak ingin dengan mandiri bisa belajar dari lingkungan. Anak butuh dukungan dari orangtua dengan memberikan kepercayaan pada anak. Karena itulah, pada tahapan sebelumnya penting untuk membangun “trust” dalam diri anak. Kemampuan anak menjadi berkembang dengan dukungan yang diberikan orangtua melalui pemberian kesempatan anak untuk melakukan dengan sendiri. Masa-masa autonomy menjadi masa yang penting terbangunnya kepercayaan diri anak. Ketika anak memiliki rasa ingin tahu lalu diberi kepercayaan dan dukungan oleh orangtua, kemudian anak mencoba dan berhasil, maka terbangunlah kepercayaan diri anak.
Kepercayaan diri menjadi hal yang penting bagi anak untuk tahapan perkembangan pada usia berikutnya. Seiring bertambahnya usia, semakin luas lingkungan interaksi anak. Awalnya orangtua dan saudara lalu teman sebaya, teman sekolah, masyarakat dst. Modal kepercayaan diri akan menentukan perfomansinya saat nantinya berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas. Keyakinan diri bahwa dirinya memiliki kemampuan, mendapat dukungan, dan ada kesempatan luas untuk melakukan sendiri. Saat-saat anak belajar memiliki dan membuat keputusan dengan tetap adanya dukungan dari orangtua.  Begitu menyenangkan menjadi orangtua.  ^_^


(Ayahnya Syira)

Wednesday, December 3, 2014

Bahagia Menjadi Orangtua

“Putriku, biarkan kami belajar nak”, ucap saya saat putri kami yang baru berusia hitungan hari itu menangis.
“Kami orang tua baru yang perlu belajar banyak”, lanjut saya sambil membenahi popoknya yang basah karena kena pipis.
Menjadi orang tua adalah kesempatan yang luas untuk belajar banyak hal bagi kami dan bagi siapapun. Dalam setiap momen berinteraksi dengan anak, ada hal-hal yang sama sekali baru, alias tidak ditemukan di buku. Saat itulah, kami belajar untuk merasakan, mendengar, dan melihat dengan hati kami. Kasih sayang yang tulus merupakan respon yang bisa menjadikan kami selalu bisa tersenyum.
Kami terkadang mentertawakan diri kami sendiri atas reaksi kami karena sempat saling menyalahkan jika tidak segera merespon putri kami yang terlihat merengek. Padahal, kami sebenarnya sejenak merasakan kebingungan untuk memberikan respon yang tepat. Pada saat itulah, kami menyadari bahwa yang belajar sebenarnya bukan hanya kami tetapi putri kami juga. Kami belajar memberikan respon yang membuatnya merasa aman dan dia juga belajar untuk memberi tahu kami jika dia sedang membutuhkan rasa aman dari kami.
“Sayang, kamu aman, ayah ada di dekatmu”, ucap saya sembari menggenggam jari-jemari putri kami saat dia menangis.
Ayah dan bunda ada di sini, kami semua sayang sama kamu”, lanjut saya.

Saat terlihat dia merasa tidak nyaman dengan sebuah keadaan, kami menggenggam jari-jemarinya. Tampak putri kami merasa tenang dan nyaman. Kami hanya tahu bahwa masa-masa awal adalah masa pembentukan basic trust. Jika basic trust terbangun dengan baik, maka itu menjadi modalnya mengenal dunia yang lebih luas. Rasa aman yang menjadikannya percaya diri untuk mengeksplorasi lingkungan dan mengembangkan potensi-potensi yang ada pada dirinya. Pantaslah jika menjadi orangtua merupakan peak experiences bagi sebagian orang. Ada banyak hal membahagiakan bagi mereka yang menjalaninya peran barunya sebagai anugerah dari Allah SWT. Setidaknya, itulah sebagian kecil pengalaman kami.

(Pariman & Rizka, Ayah-Bundanya Syira)

Friday, November 14, 2014

AADC = Ada Apa Dengan China? Indonesia?

Mengutip kata Rangga, “Untuk pertanyaan yang tak terjawab”.

Tapi dalam tulisan kali ini, saya tidak akan membahas tetang Rangga yang 12 tahun menjomblo. Rangga yang bilang pada Cinta mau pergi hanya untuk satu purnama ternyata 12 tahun lamanya. Ngapain aja 12 tahun? ^_^

“Satu purnama di Amerika dan di Jakarta beda ya?”, tanya Cinta dengan pertanyaan retoris.

Saya juga tidak ingin membahas betapa sakitnya diphpin. Tahu nggak sih sakinya diberi harapan palsu? “Sakitnya tu di sini, di dalam hatiku”, kata Cita Citata dalam lirik lagunya.

Saya akan mengupas AADC yang “Ada apa dengan China”? Negara yang dikenal dengan binatang khasnya, yaitu Panda. Negeri yang dikenal dengan sebutan negeri tirai bambu. Negara yang sekarang dikenal dengan Tiongkok. Coba tengok, hand phone atau barang yang anda pegang sekarang. Made in mana coba? China?

Coba sebutkan barang-barang dari yang terkecil (jarum) sampai yang besar seperti sepeda, produk negara manakah? Paman saya dulu sampai ngefans banget sama sepeda onthel. “Sepedanya RRT ya?”, maksudnya buatan Republik Rakyat Tiongkok.

Kita biasa mendengar yang orang sebutkan sebagai hadits, “Tuntutlah ilmu sampai ke negeri China”. Sudah terlanjur dihafal dan dianggap benar tanpa mengecek validitas hadits tersebut. Bisa kita telusuri, kajian para ulama menyimpulkan bahwa hadits tersebut tergolong lemah sampai palsu validitasnya. Ibnu Hibban meninjau hadits tersebut sebagai bathil la ashla lahu (batil, palsu, tidak ada dasarnya) 1. Andai isinya benar, tidaklah menunjukkan kemuliaan negeri yang dimaksud tetapi lebih pada motivasi menuntut ilmu walaupun jarak jauh.

Tahukah anda dari mana nenek moyang bangsa Indonesia? Ada yang bilang dari China, Taiwan, Melayu, bahkan Afrika 2. Manakah yang benar? Masing-masing teori memiliki pendapat yang tidak sama. Menurut teori Yunani, nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunani dan China. Konon katanya, awalnya dari Mongolia kemudian bermigrasi karena kalah bersaing dengan bangsa yang lebih besar. Dasarnya adalah kemiripan kapak purba antara yang ada di nusantara dengan Asia Tengah. Lain dengan Teori Nusantara yang diajukan salah satunya oleh Muh. Yamin bahwa nenek moyang penduduk nusantara ini berasal dari nusantara ini sendiri, yaitu bangsa Melayu. Bangsa Melayu diperkirakan keturunan dari Homo Soloensis dan Homo Wajakensis. Tentunya ada banyak lagi teori, bisa dibuka kembali buku sejarahnya. Yang jelas, manusia itu bukan keturunan kera. Semua manusia adalah keturunan Adam dan Hawa. ^_^ Siapapun nenek moyangnya, bangsa ini sendiri yang menentukan bagaimana sejarahnya ke depan, betulkan?

Jadi, interaksi penduduk negeri ini dengan China sudah sejak prasejarah kalau memang benar bahwa nenek moyang Indonesia dari China. Masa-masa kerajaan Hindu-Budha di nusantara ketika berjaya seperti Sri Wijaya, banyak orang China yang berdagang dan menuntut ilmu di nusantara. I Tsing, seorang pendeta dari China sempat mengunjungi Sriwijaya dan tinggal di sana untuk beberapa bulan. Sri Wijaya sendiri merupakan kerajaan yang berjaya pada abad 8 Masehi. Siapa rajanya? (Udah lupa pasti. Hehehe). Wilayah kekuasaan Sri Wijaya meliputi Kamboja, Thailand Selatan, Semenanjung Malaya, Sumatra, Jawa Barat, dan Jawa Tengah 3.

Kunjungan berikutnya dari China adalah ketika dinasti Yuan berkuasa dibawah Kubilai Khan 4. Ekspansi Kubilai Khan sampai ke Kerajaan Kediri yang saat itu dipimpin oleh Kertanegara. Utusan yang meminta Kediri tunduk dibawah Kubilai Khan dipotong telinganya, dicap dengan besi panas pada wajahnya, dan diusir pergi. Marahlah Kubilai Khan dan mengirimkan tentara besar-besaran untuk menaklukkan Kediri. Saat datang di Kediri, Kertanegara sudah digulingkan Jayakatwang dan keberadaan tentara Kubilai Khan dimanfaatkan Raden Wijaya untuk menggempur Jayakatwang. Kemenangan berhasil diraih tetapi pasukan Kubilai Khan gantian diserang Raden Wijaya yang kemudian mendirikan Majapahit. Itulah ekspansi terakhir Kubilai Khan ke nusantara.

Interaksi kerajaan-kerajaan nusantara dengan kerajaan di luar termasuk China saat itu memanfaatkan potensi laut. Kapal-kapal besar dan kecil menjadi sarana pengangkut orang dan dagangan datang pergi dari bumi nusantara. Tidaklah heran jika kerajaan yang ada waktu itu dinamai kerajaan maritim. Kerajaan maritim bukanlah kerajaan yang menjual hasil kelautan tetapi kerajaan yang memanfaatkan laut sebagai sarana strategis untuk transportasi dan pertahanan.

Pada saat itu, perdangan melalui dua jalur, yaitu jalur darat dan jalur laut. Dengan kemajuan kapal-kapal untuk pelayaran, jalur laut menemukan keraimaianya. Jalur perdagangan yang ada meliputi Eropa-India-Nusantara-China-Timur Tengah. Awalnya orang Eropa menganggap rempah-rempah berasal dari India. Columbus menemukan suku asli Amerika disebutnya Indian. Seiring penjelajahan mereka menemukan bahwa rempah-rempah berasal dari nusantara. Portugis, Spanyol, Belanda, Inggris berdatangan ke bumi nusantara. Awalnya untuk membeli rempah-rempah, kemudian mencoba membuka hubungan dagang dengan kerajaan, mendominasi pelabuhan, menggunakan angkatan perang untuk menguasai pelabuhan dan perdagangan, selanjutnya melakukan penjajahan. Mulanya hanya kelompok pedangan bermodal besar dengan kapal besar, kemudian kongsi datang seperti VOC melakukan monopoli, dan berikutnya negara turun tangan melakukan agresi. Korporasi menguasi suatu negara (jika tidak ingin kita sebut menjajah) dari dulu hingga sekarang masih ada.

Dalam buku berjudul, “The world is flat” menyebutkan bahwa dunia semakin datar. Artinya era globalisasi membuat seolah-olah antara negara satu dengan yang lain tidak ada batasnya. Globalisasi dalam buku yang ditulis Thomas L. Friedman tersebut ada tiga cakupan globalisasi. Globalisasi #1 dimulai sejak pelayaran Columbus (1492) yang membuka perdagangan antar negara dengan misinya berdagang, menyebarkan agama, dan kolonialisme. Globalisasi pertama adalah masa Negara menguasai dunia kira-kira sampai tahun 1800. Globalisasi #2 antara tahun 1800-2000 merupakan era perusahaan multinasional mendunia baik pemasaran dan tenaga kerjanya. Era perusahaan menguasai dunia. Globalisasi #3 setelah tahun 2000, yaitu masa ketika individu mendunia. Kabar tentang seseorang dipojok kamar bisa menjadi berita menghebohkan seluruh dunia. Pada era yang ketiga ini, individu-individu yang berkolaborasi dengan sasaran terfokus bisa mengubah tatanan masyarakat, bahkan menggulingkan kekuasaan pemerintahan atau mengangkat penguasa baru.

Pada globalisasi bagian ketiga, mengingatkan saya tentang konsep “Human capital” yang dicetuskan oleh Theodore W. Schultz. Pada tahun 1960, Schultz memberikan pidato berjudul Investment in Human Capital di depan American Economic Assosiation 5. Konsep tentang manusia sebagai bentuk modal atau kapital mulai berkembang. Jika awalnya human capital mengarah pada kualitas manusia tetapi seiring berjalannya waktu kuantitas manusia juga diperhitungkan. Banyak negara maju yang membatasi jumlah penduduk, ada pula yang jumlah penduduknya sedikit bertambah karena banyak orang mengejar karir sehingga tidak menikah. Di beberapa negara saking majunya, tunjangan kesehatan bagus, jumlah lansia lebih banyak dibandingkan anak-anak. Motivasi untuk menikah dilakukan negara dengan memberikan tunjangan bagi mereka yang anak menikah dan tunjangan untuk bayi yang baru lahir. Abraham Maslow yang mencetuskan hierarki kebutuhan dan menempatkan aktualisasi diri sebagai puncak piramida yang dicetuskanya mulai mendapat tantangan dan banyak yang mengajukan revisi. Ada yang menempatkan parenting sebagai puncak dari hierarki kebutuhan.

Kembali ke AADC, “Ada apa dengan China?” China merupakan Negara dengan penduduk terbesar di dunia. Tahukah anda Negara mana yang penduduknya paling banyak berbahasa Inggris? Bukan Inggris, tapi kabarnya adalah China. Jumlah penduduk yang banyak menjadi “capital” tersendiri bagi Negara. Berapa banyak perusahaan Eropa yang membuka pabriknya di China? Berapa macam produk yang dihasilkan China setiap harinya? Mengapa bisa sebanyak itu? Jumlah penduduk yang banyak menjadikan tenaga kerja murah. Tenaga kerja yang murah dalam produksi menjadikan ongkos produksi rendah dan jumlah yang diproduksi banyak. Bagaimana dengan pemasarannya?

Banyak orang China yang meninggalkan negerinya tersebar di berbagi Negara. Mereka memiliki pegangan dalam penghormatan kepada leluhur sehingga keterikatan dengan nenek moyang sangat dijaga. Jumlah yang banyak dan tersebar di berbagai Negara dalam berbagai bidang menjadi potensi “marketer” dan “sales”. China menjadi negara saingan Amerika bersama dengan negara lainnya yang pertumbuhan ekonominya beranjak naik. Saat Amerika mengalami krisis ekonomi, China tidak banyak terpengaruh. Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan yang biasa disingkat BIRCS merupakan negara yang perkembangan ekonominya pesat dan gabungan negara-negara tersebut diprediksi oleh Goldman Sachs akan mengalahkan negara-negara kaya di dunia 6.

AADC, “Ada apa dengan China?”

Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan (BIRCS). Jika kita membuka peta, maka kita akan dapati jalur sutra sebagaimana masa kerajaan Sriwijaya. Indonesia merupakan poros yang secara geopolitik dan ekonomi sangat menentukan serta memiliki daya tarik yang luar biasa. Karena itulah, Djuanda Kartawidjaja yang waktu itu merupakan perdana mentri Indonesia mencetuskan Deklarasi Djuanda pada 13 Desember 1957 7. Beliau memperjuangkan bahwa NKRI merupakan negara kepulauan sehingga wilayahnya tidak hanya daratan dan lautan sekitar 3 mil dari garis pantai sebagaimana Ordonansi Hindia Belanda 1939, yaitu Teritoriale Zeeën en Maritieme Kringen Ordonantie 1939 (TZMKO 1939) tetapi wilayah antar pulau merupakan wilayah NKRI, bukan lautan bebas milik umum. Perjuangan Deklarasi Djuanda diteruskan menjadi UU No.4/PRP/1960 tentang Perairan Indonesia. Banyak negara yang menentang keputusan Indonesia, barulah tahun 1982 deklarasi PBB melalui United Nations Convention On The Law of The Sea (UNCLOS) menetapkan Indonesia sebagai negara kepulauan. Tanggal 13 Desember kemudian dicanangkan Presiden Abdurahman Wahid sebagai Hari Nusantara dan ditetapkan Presiden Megawati dengan Kepres RI Nomor 126 Tahun 2001. Memasuki wilayah perairan Indonesia tanpa ijin dianggap merongrong kedaulatan NKRI.

Oya, ada yang terlupakan. Hubungan China dengan Indonesia bisa kita temui juga dalam sejarah pasca kemerdekaan. Setelah Dekrit Presiden 5 Juli 1959, Presiden Soekarno lebih condong membangun kerjasama dengan blok Timur (Komunis), salah satunya dalah RRT (selain Uni Soviet, Kamboja, Vietnam, dan Korea Utara) 8. Saat itu, Presiden Soekarno didukung oleh Partai Komunis Indonesia yang sedang maju pesat. Kedekatan dengan RRT sampai terbentuk Poros Jakarta-Peking. Dengan negara komunis lainnya juga terbentuk Poros Jakarta-Phnompenh-Hanoi-Peking-Pyongyang. Poros-poros tersebut hilang seiring pergantian pemerintahan ole horde baru. Kerjasama Indonesia kembali pada politik luar negeri bebas aktif.

Daftar Refrensi:
1. http://www.al-ahkam.net/home/membongkar-status-hadis-tuntutlah-ilmu-sekalipun-di-negeri-cina
2. https://www.youtube.com/watch?v=cXImAl7-lzs
3. http://id.wikipedia.org/wiki/Sriwijaya
4. http://id.wikipedia.org/wiki/Serbuan_Yuan-Mongol_ke_Jawa
5. http://www.ssc.wisc.edu/~walker/wp/wp-content/uploads/2012/04/schultz61.pdf
6. http://en.wikipedia.org/wiki/BRIC
7. http://id.wikipedia.org/wiki/Deklarasi_Djuanda
8. http://id.wikipedia.org/wiki/Komunisme

Sunday, October 12, 2014

Al Farisi yang Menginspirasi

“Hai, engkau, kemarilah! Bawakan barang daganganku ini kekedai di seberang jalan sana”,pinta seorang pedagang dari Syam kepada laki-laki berbajulusuh yang dilihatnya.

Bungkusanberat berupa barang dagangan pedagang tersebut pun diangkat ke punggungkeledai. Saat laki-laki berpakaian lusuh tersebut berjalan, orang-orang yangmelihat pun berkata padanya, “Wahai amir,biarlah saya yang mengangkatnya”

Pedagangdari Syam tersebut pun keheranan karena laki-laki berpakaian lusuh yangdianggapnya seorang kuli panggul tetapi dipanggil sebagai amir. “Siapa dia? Mengapa engkau memanggilnyaamir?”, tanyanya.

Orang-orangpun menjawab, “Wahai tuan, tidak tahukahengkau bahwa dia adalah amir negeri Madain (Persia)”.

Betapaterperanjatnya pedagang tersebut. Ternyata laki-laki yang dianggapnya sebagaikuli panggul adalah seorang pembesar di wilayah tersebut. “Letakkan barang-barang itu wahai tuan. Biarkan saya sendiri yangmengangkatnya”.

Sembaritersenyum tanpa menampakkan kemarahan laki-laki berpakaian lusuh tersebutmenjawab, “Aku sudah menyanggupinya danaku akan melaksanakannya”.

Siapakahlaki-laki berpakaian lusuh tersebut?

Tidaklain, dia adalah Salman al Farisi. Dulu, dia pergi dari wilayah Persia untukmenemukan nabi akhir zaman hingga akhirnya bertemu di Madina dan mengucapkandua kalimat syahadat. Seluruh hidupnya, dia dedikasikan untuk Islam termasukide cemerlang membuat parit ketika kaum muslimin di Madinah menghadapi kepungantentara koalisi kaum kafir Qurays dan suku-suku jahiliyah di Arab. Di saat yangdemikian, Salman mengajukan usul untuk membuat parit hingga dikenalah perangyang berlangsung disebut perang Khandaq (parit). Dalam proses penggalian parit,ada batu besar yang sulit untuk dipecahkan hingga nabi sendiri yang turuntangan. Tiga kali nabi memukulkan ke tanah keras, tiga kali pula bertakbir, dannabi mengabarkan bahwa kaum muslimin akan menaklukkan Persia, Romawi, dan Syiria. Akhir dari pertempuran khandaqdimenangkan oleh kaum muslimin dan Salman al Farisi membuktikan sendiri bahwaPersia akhirnya juga ditaklukan. Bahkan, dirinya diangkat oleh Umar bin Khatab(khalifah) waktu itu menjadi gubernur di sana.

Kedudukannyasebagai seorang gubernur tidaklah mengubah hidupnya dari yang sederhana menjadibermewah-mewah. Justru keimanan dan ketaqwaannya bertambah-tambah. Kebutuhansehari-hari dipenuhi Salman dari menganyam tikar. Setiap hari, Salmanmendapatkan uang 3 dinar; 1 dinar buatnya sebagai modal, 1 dinar diberikanuntuk keluarga, dan 1 dinar disedekahkan. Begitulah kesederhanaan seorangSalman al Farisi.

KarakterSalman al Farisi ditempa oleh Islam. Beliau bertemu langsung dengan RasulullahSAW, mengikuti setiap perintah beliau, dan meneladani para sahabat nabi yanglain. Bahkan Salman, mengutamakan saudara seiman atas dirinya sendiri.

Suatukali, Salman al Farisi mendatangi rumah seorang gadis dari Bani Laits bersama Abu Darda untuk melamar gadistersebut. Salman al Farisi yang memiliki maksud, Abu Darda yang menjadi jurubicara untuk menyampaikan maksud. Namun, justru gadis yang hendak dilamar dankeluarganya lebih memilih Abu Darda. Dengan penuh kebahagiaan, Salmanmenyerahkan barang yang sudah disiapkannya untuk melamar gadis itu kepada AbuDarda. Jadilah Abu Darda yang menikah dengan gadis tersebut.

Dari Salman al Farisi,kita bisa belajar tentang keteladanan kepemimpinan dan kesederhanaan. Seseorangyang bisa mengutamakan kepentingan saudaranya dan rakyatnya akan mudah untukmenjadi pemimpin yang baik dan bijaksana. Bukan pujian dan penghargaan darimanusia yang diharapkannya tetapi ridho dari Allah SWT dan semangat meneladaninabinya.

Saturday, September 13, 2014

Dari Toilet Hingga Indikator Iman

“Barangsiapa buang air besar (BAB) atau kecing tidak disiram sampaibersih, saya doakan semoga tidak dapat BAB dan kencing lagi….!!!!”, begitulah tulisan dalam foto yang dikirim rekansaya melalui grup WA. “Ingat: Kebersihansebagian dari iman”, tegas dengan kalimat terakhir dari sebuah himbauan di sebuahtoilet sebuah instansi.

Setiap kita pasti punyapengalaman beragam terutama tentang keadaan toilet di tempat umum (stasiun,terminal, bandara dst), toilet di instansi pemerintah, dan instansi swasta. Adatempat dengan toilet yang bersih lagi wangi, ada pula yang kotor dan berbau.Jelas kita semua lebih merasa nyaman dan memberi apresiasi positif pada tempatyang toiletnya bersih.

Di lingkungan sayadilahirkan, ada sebuah pesan bijak bahwa untuk mengetahui karakter baik danburuknya seseorang cukup dengan memperhatikan keadaan dapur dan kamar mandinya.Umumnya orang akan berusaha menampilkan keadaan rapi dan bersih padatempat-tempat yang terlihat orang banyak (ruang tamu, teras, halaman rumahdst). Dalam perilaku, sudah menjadi halumum jika seseorang berusaha menampilkan perilaku terbaiknya di hadapan oranglain dan bisa jadi berbeda dengan dirinya yang sesungguhnya. Bagaimana dirinyayang sebenarnya? Tersembunyi. Tempat ‘tersembunyi” di dalam rumah adalah dapurdan kamar mandi. Dengan demikian, penilaiankarakter pemilik rumah bukan dari ruang tamunya tetapi dari dapur dan kamarmandinya. Jika dapurnya bersih dan kamar mandinya bersih, diyakini karakterpemiliknya juga baik. Setidaknya memiliki kepedulian tentang hidup sehat,kebersihan, kerapihan, dan kenyamanan.

Perilaku seseorang terkaitkebersihan toilet juga beragam. Ada orang-orang yang membersihkan benar-benarbersih setelah selesai menggunakan toilet. Ada pula yang seolah cuek, setelah selesai menggunakan lalu pergibegitu saja. Jika anak kecil yang melakukan, pastinya bisa dimaklumi tetapijika orang dewasa yang melakukan tentu menjadi perhatian yang penting bagi kitasemua. Mungkin orang akan berkomentar, “Apa saat kecil tidak diajari ya?”.

Perilaku seseorang merupakanhasil dari pengulangan dalam waktu yang lama. Termasuk dalam hal ini perilakuterkait kebersihan setelah menggunakan toilet. Dalam ilmu psikologi dikenalistilang “toilet training”. Ada masaketika anak-anak, seseorang diajari untuk menggunakan toilet dengan baik. Anakdiminta untuk memberi tahu orangtua jika dirinya sudah merasa ingin BAB/BAKsedangkan orangtua mengantar anak ke toilet. Hal tersebut merupakan bagian darimelatih anak bahwa jika BAB/BAK dilakukan di toilet. Di luar negeri, ada yangmembuat iklan layanan masyarakat tentang“toilettraining” bagi anak. Di dalam iklan layanan masyarakat tersebut, seorangayah menemani anaknya di toilet. Bahkan, si ayah membacakan buku cerita agaranaknya tetap tenang dalam BAB. Tentunya tentang kebersihan setelah menggunakantoilet juga diajarkan oleh si ayah. Lalu, bagaimana dengan perilaku orang yangseenaknya pergi begitu saja setelah menggunakan toilet? Mungkin dia tidak lulus“toilet training”atau tidak mendapat“toilet training” sehinggameninggalkan toilet dalam keadaan tidak bersih dan berbau.

Bau yang ada di toiletsendiri sebenarnya mengindikasikan adanya najis. Dalam agama, pembahasantentang najis ada dalam ilmu fiqih pada bab pertama, masuk dalam bab thaharah(bersuci). Keberadaan najis bisa dikenali dari zatnya, warnanya juga baunya. Airkencing dan tinja adalah najis sehingga setelah BAK dan BAB, kedua tempatkeluarnya dua zat tersebut haruslah disucikan. Jika ada air dengan air, jikatidak ada air bisa dengan tiga batu. Baju atau celana yang terkena najis jugaharus dibersihkan. Keadaan tubuh, pakaian, dan tempat yang bebas dari najismerupakan syarat yang menentukan sah tidaknya ibadah, semisal sholat. Dengandemikian, “kebersihan” dalam ungkapan“Kebersihan sebagian dari iman”adalah merujuk pada istilah thaharah (bersuci). Keterangan lengkap tentangfiqih thaharah silakan buka kembali tentang fiqih Islam.

Semoga mereka yang belumsadar terkait kebersihan setelah menggunakan toilet akan lebih bertanggungjawab dengan menjaga kebersihannya. Semoga perhatian akan kebersihan dankesucian menjadi bagian dari amal ibadah yang menambahi pahala kebaikan kita.Aamiin.