Sunday, March 13, 2011

ETOS FOR INDONESIA (EXPO BEASISWA KULIAH)

The Events

Pelaksanaan ETOS FOR INDONESIA
Hari : Minggu
Tanggal : 20 Maret 2011
Tempat : Gedung Prof. Sudharto, S.H, UNDIP Tembalang
Waktu : 07.30-17.00 WIB
HTM : Rp10.000,00

Content Acara:

A. PANEL DISCUSSION
Diskusi panel yang bertemakan “Beasiswa dan Pengembangan Diri Mahasiswa”. Paparan seputar pendidikan di Indonesia khususnya di perguruan tinggi terkait beasiswa dan pengembangan diri mahasiswa. Para panelis merupakan orang yang kompeten di bidangnya masing-masing.
Panelis dalam acara ini antara lain:
1. Pembantu Rektor III Universitas Diponegoro Drs. Warsito S.U. yang akan berbicara mengenai beasiswa yang ada di perguruan tinggi khususnya di Universitas Diponegoro,
2. Koordinator Wilayah Beastudi Etos Semarang, Effendi Nugroho, S.Pd (Direktur TRUSCO Jawa Tengah) yang akan berbicara mengenai Beastudi Etos dan fasilitasnya,
3. Praktisi Pendidikan Karakter Dra. Hj. Darosy Endah Hyoscyamina, MPd. (Dosen Psikologi Universitas Diponegoro, Pengasuh "Rumahku Surgaku" TVRI Jawa Tengah) yang akan berbicara mengenai pengembangan karakter.
4. Presiden BEM-KM Universitas Diponegoro, Indra Permana yang akan berbicara perihal mahasiswa dan pengembangan diri.

B. PRESENTATION CHALLENGE
Lomba presentasi dengan tema Dari Kita Untuk Bangsa”. Peserta diminta untuk menyusun slide presentasi dengan bahan presentasi telah ditentukan panitia. Tiga kelompok terbaik akan diundang untuk presentasi dalam acara Etos For Indonesia.

Sasaran dari lomba ini adalah :
1. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajat se-kota Semarang
2. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajat di luar kota Semarang (dalam lingkup Jawa Tengah).

Ketentuan Lomba:
Adapun ketentuannya adalah sebagai berikut :
1. Ketentuan Umum :
a. Setiap kelompok terdiri dari 3-5 orang.
b. Peserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 15.000;/presentasi dengan mengirimkannya ke Bank Mandiri Syariah Semarang, nomor rekening 0507046438 atas nama Siti Aminah Yendy.
c. Presentasi dikirim dalam bentuk softfile ke alamat email: sa.yendy@gmail.com (paling lambat 14 Maret 2011) dengan format subjek: NAMATIM-SMA/SMK/UNIV-PRESENTASI-JUDULPRESENTASI. Bukti transfer uang pendaftaran, biodata peserta dan judul presentasi dikirim ke Asrama Beastudi Etos, jalan Banjarsari gang Iwenisari no 7 Tembalang, Semarang 50275, paling lambat 14 Maret 2010 cap pos. Bagi peserta dari daerah Semarang, bukti pembayaran dan biodata dapat di antar langsung ke sekretariat paling lambat 14 Maret 2010 pukul 21.00 WIB.
d. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan sms dengan format ktik: REG (spasi) NAMATIM (spasi) SMA/SMK/UNIV (spasi) PRESENTASI (spasi) JUDUL PRESENTASI kirim 085 742 405 466/ 087 833 654 653 Pengumuman pemenang akan dilaksanakan dalam acara “ETOS FOR INDONESIA” di Gedung Prof. Sudharto, SH, Undip,Tembalang pada tanggal 20 Maret 2011.
2. Ketentuan Khusus
Presentasi bertema “Dari Kita Untuk Bangsa”, dengan memilih sub tema sebagai berikut:
1) Satu Langkah untuk Memutus Rantai Kemiskinan.
Dalam hal ini, objek yang dipaparkan terkait dengan Dompet Dhuafa sebagai salah satu lembaga terbesar yang konsen dalam pemberantasan kemiskinan.
2) Program Pendidikan untuk Kaum Marjinal.
Dalam hal ini, Lembaga Pengembangan Insani (LPI), salah satu jejaring DD-Republika modelnya.
3) Beasiswa dan Pembentukan SDM Berkualitas.
Salah satu lembaga yang sudah cukup lama perhatian dengan memberikan beasiswa dan pengembangan diri adalah Beastudi Etos.
b. Bahan presentasi dapat di unduh dari www.lpi-dd.net atau situs terkait.
c. Materi presentasi berjumlah 5-10 slide.
d. Presentasi dibuat menggunakan Mc. Power Point atau Macromedia Flash.
e. Nominasi tiga terbaik akan diundang untuk presentasi dalam acara di Gedung Prof. Sudharto, SH, Undip, Tembalang.
Hadiah
1. Juara I Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
2. Juara II Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
3. Juara III Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan


C. ETOS CORPS CIRCLE
Sebuah talkshow bertema “Dari Pribadi Biasa Menjadi Luar Biasa” dengan menampilkan semangat para etoser yang telah mencapai kesuksesan. Berisikan paparan perjalanan dan perjuangan meraih sukses di luar maupun di dalam negeri. Inspirasi dari jejak perjalanan mereka dalam meraih masa depan. Semangat mereka meraih cita-cita yang awalnya hanyalah pribadi biasa menjadi pribadi yang luar biasa.
Dalam kesempatan ini, Etos Corps Circle menghadirkan:
1. Bhinuri Damawanti, S.KM
: Jejak Etoser di Jerman
2. Bimo
: Jejak Etoser di Malaysia
3. Nur Isnaini, S.E
: Etoser Berprestasi di Nusantara
4. Imron Hamzah, S.Psi
: Etoser Pengusaha
5. dr. Dewi Sartika
: Etoser Dokter
6. Siswadi S.T
: Etoser Analis Keuangan
7. Pariman Siregar
: Etoser Motivator dan Penulis


D. POSTER COMPETITION
Lomba Poster bertema “Bersama Sahabat Membangun Bangsa”, kompetisi poster berupa foto persahabatan yang dipadukan dengan kata-kata motivasi atau kata-kata mutiara. Lomba poster ini diadakan dengan harapan dapat menjadi wadah bagi masyarakat, terutama pelajar dan mahasiswa yang menyukai bidang fotografi dan sejenisnya. Gagasan-gagasan yang dibuat berupa poster dalam rangka meningkatkan kepedulian terhadap bangsa.

Sasaran Lomba
1. Para pelajar kelas X-XII SMA/sederajat se-Jawa Tengah
2. Para mahasiswa perguruan tinggi se-Jawa Tengah

Ketentuan Lomba
Adapun ketentuan lombanya adalah sebagai berikut :
1. Ketentuan Umum
a. Setiap kelompok terdiri dari 3-5 orang.
b. Poster dibuat menggunakan desain komputer.
c. Peserta membayar uang pendaftaran sebesar Rp 15.000;/poster dengan mengirimkannya ke Bank Mandiri Syariah Semarang, nomor rekening 0507046438 atas nama Siti Aminah Yendy.
d. Poster dikirim dalam bentuk CD dan print out ukuran A3 (art paper), serta bukti transfer uang pendaftaran dan biodata peserta ke Asrama Beastudi Etos, jalan Banjarsari gang Iwenisari no 7 Tembalang, Semarang 50275, paling lambat 14 Maret 2011 cap pos. Bagi peserta dari daerah Semarang, poster dapat di antar langsung ke sekretariat paling lambat 14 Maret 2011 pukul 21.00 WIB.
e. Pendaftaran dapat dilakukan dengan mengirimkan sms dengan format ketik: REG (spasi) NAMATIM (spasi) SMA/SMK/UNIV (spasi) POSTER (spasi) JUDUL POSTER kirim ke 085 742 405 466/ 087 833 654 653. Pengumuman pemenang akan dilaksanakan dalam acara ETOS FOR INDONESIA” di Gedung Prof. Sudharto, SH, Undip, Tembalang.
f. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat.

2. Ketentuan Khusus
a. Poster bertemakan “Bersama Sahabat Membangun Bangsa” yang merupakan paduan antara foto persahabatan dan kata-kata motivasi atau kata mutiara yang didesain menjadi sebuah poster.
b. Jumlah foto yang akan dijadikan poster minimal tiga buah dan dalam foto tersebut terdapat produk sponsor.
c. Kriteria penilaian meliputi keunikan foto, kreativitas desain, dan kesesuaian tema.

Hadiah
1. Juara I Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
2. Juara II Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan
3. Juara III Tropi dari DINAS Pendidikan Provinsi, Sertifikat serta Uang Pembinaan


E. ETOS FIRE UP
Training motivasi dengan tema “Yakin Bisa, Pasti Bisa! Sukses adalah Keharusan!”. Menghadirkan Praktisi Pengembangan SDM Nur Saudi, ST, Manajer HRD PT PAMA Persada untuk memberikan wawasan dan membakar semangat kepada para pelajar untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dan meraih mimpi.


F. EXPO BEASISWA DAN UNIVERSITAS
Expo Beasiswa dan Universitas merupakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk stand yang berisi seputar informasi mengenai beasiswa yang ada didalam maupun diluar Universitas Diponegoro, selain itu memuat informasi mengenai universitas-universitas yang ada di Indonesia. Dengan diadakannya expo beasiswa dan universitas ini diharapkan dapat memudahkan siswa/siswi untuk melanjutkan ke jenjang perguruan tinggi, selain itu dapat memberikan informasi
beasiswa bagi mahasiswa. Diantara beasiswa –beasiswa tersebut adalah Beastudi Etos, Ekacipta Foundation, Bidik Misi dan masih banyak lagi. Expo beasiswa ini diharapkan dapat mengenalkan dan menginformasikan beasiswa-beasiswa khususnya beastudi etos bagi mahasiswa kurang mampu.


G. FREE CONSULTATION
Free Consultation merupakan kegiatan yang dikemas dalam bentuk stand pelayanan konsultasi gratis yang akan disajikan oleh 7 etoser berprestasi dengan berbagai disiplin ilmu yang digeluti. Diantaranya yaitu :
1. Bhinuri D., S.KM
: Sarjana Kesehatan Masyarakat, delegasi IIWC di Jerman
2. Bimo
: Peserta delegasi EDMAT di Malaysia
3. Nur Isnaini, S.E
: Mawapres 2 UNDIP serta Juara 3 MITI Nasional
2. Imron Hamzah, S.Psi
: Sarjana Psikologi, CEO Katulistiwa Tour and Travel
3. dr. Dewi Sartika
: Sarjana Kedokteran yang kini berprofesi sebagai dokter
4. Siswadi S.T
: Sarjana Teknik, Analis Keuangan, Konsultan Bisnis
5. Pariman Siregar
: Motivator dan Penulis Buku “Master From Minder”



H. KETENTUAN PENDAFTARAN
Adapun ketentuan pendaftaran acara ETOS FOR INDONESIA adalah sebagai berikut:
a. Biaya pendaftaran sebesar Rp 10.000,00, dibayar langsung ke panitia atau secara kolektif lewat pengurus OSIS sekolah masing-masing.
b. Pendaftaran dapat dilakukan di sekretariat ETOS FOR INDONESIA (Asrama Beastudi Etos, Jl Banjarsari gang Iwenisari No. 7 Tembalang Semarang 50275) atau melalui SMS dengan format:
NAMA (spasi) SEKOLAH / UNIV (spasi) No. HP (spasi) EFI, kirim ke 085742405466 (Rini) atau 087833654653 (Raju).


Info TOENAS 2011
Info seputar Try Out Etos Nasional (TOENAS) 2011 Serentak di 9 Kota Besar di Indonesia seperti Padang, Jakarta, Bandung, Bogor, Yogyakarta, Semarang, Malang, Surabaya, dan Makassar dapat diperoleh secara lengkap di acara ETOS FOR INDONESIA.
Sekilas Info:
Try Out terbesar kali ini akan diselenggarakan pada tanggal 1 Mei 2011 dengan menghadirkan banyak pembicara baik dari pihak kampus dan mahasiswa berprestasi di 10 Universitas Terbaik di 9 kota di Indonesia.
Organized by Mahasiswa Penerima Beastudi Etos di :
3. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta
7. Universitas Airlangga, Surabaya

Monday, January 17, 2011

Beasiswa di 13 PTN, 11 Kota di Indonesia (Beastudi Etos)


Beastudi Etos membuka kesempatan bagi putra-putri terbaik di seluruh Indonesia untuk menjadi Etoser 2011. Tahun ini Beastudi Etos menyediakan kuota untuk 150 orang. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang hanya terbuka untuk 135 orang. Penambahan jumlah penerima manfaat ini karena ada penambahan dua universitas sebaran program Beastudi Etos, yaitu Universitas Sumatera Utara (USU) dan Universitas Mulawarman (UNMUL). Dengan demikian, saat ini Etos tersebar di 13 PTN di 11 kota Indonesia.

Seleksi Nasional ini akan juga melibatkan panitia daerah, yang terdiri dari manajemen Etos daerah. Dimulai pada 05 Januari lalu, seleksi ini berlangsung, dan akan berakhir pada 31 Maret 2011. Seperti SMART, seleksi Etos juga melewati beberapa tahap, yaitu seleksi administratif, tes tertulis, wawancara, dan home visit.

Bagi mereka yang berminat, berkas data diri dan data pendukung lain dapat dikirim melalui panitia seleksi daerah atau ke asrama Beastudi Etos terdekat. Keterangan lebih lanjut, dapat dilihat di sini.

Diambil dari http://lpi-dd.net/?p=951
"Seleksi Nasional Beastudi Etos, 05 Januari-31 Maret 2011"

Friday, December 31, 2010

Inspirasi: Menyelami Keajaiban Kehidupan


-->
Ingatkah suatu kali, masa dimana anda merasa tidak kuat lagi menanggung berbagai permasalahan? Saat ketika mengeluh dengan nada protes pada Tuhan, mempertanyakan mengapa semuanya mesti terjadi dalam kehidupan? Dalam sepertiga malam, tiada daya, penuh kelelahan kemudian anda berpasrah diri untuk mendapatkan penyelesaian. Dan entah bagaimana jalannya, tiba-tiba beberapa waktu kemudian (mungkin hari, bulan, mungkin juga baru sekarang ini) ternyata semua yang telah dijalani menuntun pada keberhasilan.
Semua yang dialami ternyata menjadi proses pendidikan, pendewasaan yang menghantarkan diri seperti sekarang ini. Aneh jika dipikir-pikir alur dan perjalanannya, hanya kesyukuran yang akhirnya perlu dilakukan. ”Tuhan Maha Bercanda,” kata teman saya. Maksudnya, ketika logika bumi sudah tidak mempan maka pasrahkan, biar logika langit yang menyelesaikan. Tiba-tiba jalan yang tidak disangka-sangkakan datang begitu saja, di saat yang tepat, disaat dibutuhkan, kala itu pula keajaiban Tuhan datang. Ingat berbagai peristiwa ajaib yang pernah anda lalui?
Dalam kesempatan yang lain mungkin ingat saat melakukan semacam coba-coba, iseng-iseng berhadiah istilahnya. Orangtua yang memasukkan lamaran kerja. Sekian waktu, anda sendiri mungkin pula orangtua anda sudah lupa, saking lamanya tidak ada panggilan, dikira tidak diterima. Namun, sungguh diluar perkiraan, ada surat dari kantor pos. Tanpa ada rasa apa-apa, dibuka surat tersebut dan mengherankan ternyata itu surat panggilan tes kerja. Betapa gembiranya orangtua. Anda sendiri merasa tidak habis pikir dengan surat panggilan tersebut.
Sekian kali melamar pekerjaan, entah berapa banyaknya sampai-sampai tidak terhitung jumlahnya. Dalam kepasrahan jiwa, kekhusyukkan dalam berdo'a, dan penyerahan diri pada Yang Maha Pencipta, ada saja keajaibannya. Bukan hanya satu tempat diterima, dua bahkan diterima kerja di beberapa tempat sekaligus sampai-sampai bingung juga untuk memilihnya. Ada yang mengalami hal demikian? Allah Maha Kaya, Maha Kuasa.
Bagi sebagian yang lain, barangkali bukan perihal lamaran kerja. Ingat saat ujian Sipenmaru atau SPMB dulu? Ikut-ikutan daftar ujian masuk perguruan tinggi, temannya tidak lolos tetapi justru yang iseng-iseng malah keterima. Padahal jika diingat-ingat saat mengerjakan ujian juga biasa-biasa saja. Kalau mau dihitung-hitung jumlah yang benar-benar dikerjakan tidak lebih banyak dari soal yang dikerjakan dengan sekenanya. Saat teman yang lain ngos-ngosan belajar, andanya nyantai, rilek seraya tanpa beban. Ujian? ”Ya, ujian.” Kerjakan dan pasrahkan semuanya pada Allah SWT. Jika diterima, ya disyukuri. Kalaupun tidak diterima mungkin belum keberuntungannya. Anda pernah mengalami hal serupa? Hasilnya malah lebih bagus dari yang dikira?
Dalam hal jodoh, sekian kali menjali hubungan, sekian melakukan ta'aruf bahkan hampir sampai lamaran tetapi belum mendapatkan yang diidamkan. Dalam kepasrahan, renungan antara kenyataan dan harapan, nyaris sudah tidak berharap lagi hal ideal yang diinginkan justru semuanya datang. Orang yang selama ini diidamkan, sesuai keinginan diri dan apa yang orangtua syaratkan, muncul begitu tiba-tiba menyatakan diri ingin menjadi patner berkeluarga. Anda merasakan hal yang demikian? Caranya, jalannya, orangnya, semuanya tidak dinyana-nyana sampai-sampai ada yang masih bertanya-tanya apakah itu benar-benar nyata. Mereka yang mengalami hal demikian pastinya akan, mengiyakan dan bisa bercerita panjang.
Fenomena lain yang biasa orang alami adalah ketika mereka menghadapi sebuah permasalahan; dipikir-pikir, direnungkan sampai tidur tidak nyenyak, makan pun terasa tidak enak belum juga ketemu jawaban. Entah kenapa, tiba-tiba muncul petunjuknya ketika sedang mandi. Tanpa pikir panjang, keburu jawabannya hilang, mandi pun segera diselesaikan. Orang menyebut fenomena tersebut dengan istilah ”Eureka.” Saya menyebut ide yang muncul tiba-tiba tiba-tiba sebagai inspirasi.
Ketika seseorang menerima informasi maka informasi tersebut dicocokkan dengan memori yang telah ada untuk diterjemahkan. Saking kompleknya informasi yang masuk menyebabkan kesulitan pikiran untuk memprosesnya secara cepat. Anda ingat ketika banyak hal yang harus anda kerjakan kemudian menjadikan anda kebingungan?
Untuk mengatasi kebingungan, biasanya seseorang butuh waktu tenang guna merenung tindakan yang harus dilakukan. Sementara menjernihkan pikiran, informasi-informasi diinkubasi (diolah) dan pikiran bawah sadar pun aktif bekerja. Di sanalah, pikiran bawah sadar bekerja dengan kreatifitasnya, semua informasi dicocokkan walaupun tidak logis. Akibatnya, jawaban yang muncul (inspirasi) berwujud simbol dan kemunculannya tiba-tiba. Dalam ilmu neurologi, diketahui bahwa saat seseorang mendapatkan jawaban dari permasalahannya maka ada semacam kilatan dalam sambungan neuron di kepala. Layaknya ruang gelap yang kemudian menjadi terang.
Dari mana datangnya inspirasi?
Dari mana datangnya berbagai jalan keajiaban tadi?
Apa pula sebenarnya yang dimaksud pikiran bawah sadar?
Kata inspirasi merupakan kata serapan dari Bahasa Inggris, “inspiration.” Jika dirunut-runut, kata tersebut berasal dari Bahasa Latin, ’in’ dan ’spiro’ yang diartikan sebagai “nafas Tuhan.” Dalam Bahasa Arab, inspirasi sejajar dengan makna ilham. Ispirasi merupakan ilham atau pencerahan yang diterima manusia dari Tuhan. Saat manusia melampaui batas-batas dimensi material dirinya, maka dia akan menemukan pencerahan. Olehkarena itulah, inspirasi (jawaban) permasalahan biasanya muncul saat pikiran tenang (rileks). Dalam keadaan tenang tersebut, informasi-informasi dan ide-ide dari alam ketidaksasaran menyembul keluar.
Alam ketidaksadaran dalam kajian psikologi dikatakan berperan dalam penyesuaian terhadap dunia dalam. Hal-hal yang diperoleh individu selama kehidupan (ingatan, hal-hal yang tertekan) dan hal-hal yang diperoleh selama pertumbuhan jiwa manusia dari generasi ke generasi (emosi, dorongan-dorongan primitif) merupakan isi dari ketidaksadaran. Jung, seorang tokoh psikologi analitis menyebut masing-masing ketidaksadaran tersebut dengan ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif. Ketidaksadaran pribadi berasal dari pengalaman pribadi, ketidaksadaran kolektif merupakan warisan turun temurun dari generasi ke generasi.
Emosi dikatakan sebagai salah satu dari isi ketidaksadaran kolektif. Mengapa ekspresi senang (senyum) seluruh manusia hampir sama? Menurut Jung, karena ekspresi tersebut turun-temurun diwariskan dari generasi pertama hingga kita, sekarang ini. Namun demikian, Jung sendiri sadar bahwa ada dari isi ketidaksadaran kolektif yang asing, hal-hal yang sama sekali tidak bisa dibuat sadar. Dia mengatakan, ”Ketidaksadaran kolektif sebagai warisan kejiwaan yang besar daripada perkembangan kemanusiaan yang terlahir kembali dalam struktur tiap-tiap individu.” Maksudnya, saking komplek dan rumitnya isi ketidaksadaran kolektif, dia berasumsi bahwa semuanya diwariskan secara alamiah oleh manusia.
Apakah benar bahwa ketidaksadaran kolektif (sumber dari inspirasi) hanya sekedar produk alamiah kemanusiaan? Justru dalam bagian ini hal mendasar yang perlu didetailkan. Dalam pandangan Islam, apa yang dikatakan Jung sebagai ketidaksadaran kolektif merupakan potensi fitrah yang Allah SWT berikan pada setiap manusia. Kekomplekan isi dari ketidaksadaran yang diketahui dari manifetasi isi ketidaksadaran seperti; symptom (gejala), mimpi, fantasi, khayalan, dan reflek merupakan fitrah dari Tuhan. Sudah semestinya seseorang akan mendapat pencerahan (inspirasi) jika menyelami dunia dalam dirinya sendiri, menyingkap tabir yang menutupi fitrahnya. Benarlah ungkapan. ”Barang siapa yang mengenal dirinya maka dia akan mengenal Tuhannya.”
Lawan dari ilham adalah dhon (sangkaan). Jika ilham merupakan pencerahan dari Tuhan maka dhon bersumber dari asumsi-asumsi yang dilandasi hawa nafsu dan bersifat merugikan diri sendiri juga orang lain. Sederhana untuk melacak kebenaran sangkaan, cek-lah dengan pertanyaan berikut;
1. Apa yang anda sangkakan?
2. Darimana anda mendapatkan refrensi sangkaan tersebut?
3. Seberapa valid sumber yang anda jadikan refrensi?
4. Bermanfaat atau merugikan sangkaan tersebut bagi diri anda?
Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An-Naas: 1-6).
Berserah diri pada Allah SWT dan berlepas dari segala asumsi-asumsi merupakan kunci yang harus dipegang kuat dalam mendapatkan hasil lebih dari teknik dalam buku ini. Wujud riilnya adalah meniatkan segala tindakan hanya untuk Allah SWT; berpasrah diri, beribadah, penyembahan, hidup, dan mati termasuk pula hasil dari segala kegiatan. Bekerja dengan melibatkan Tuhan, dan merasa lega atas segala yang didapatkan dari usaha yang dilakukan.
Perhatikan keterangan dalam Surat Al Faatihah dan Surat An-Naas. Saya yakin setiap muslim pernah membacanya, setidaknya 17 kali sehari dalam sholat. Surat Al Faatihah merupakan surat pembuka dalam Al Qur’an, sedangkan Surat An-Naas adalah surat terakhirnya. Jika dicermati, isi dari Surat Al Faatihah sebagai surat pembuka diulang kembali sebagai penegasan pada Surat An-Naas. Subhanallah.
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang [1]. Segala puji[2] bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Yang menguasai[4] di Hari Pembalasan[5]. Hanya Engkaulah yang kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah kami meminta pertolongan[7]. Tunjukilah[8] kami jalan yang lurus (yaitu) Jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.[9] (QS Al Faatihah: 1-7).
Banyak kenikmatan (keajaiban) yang tidak disadari seseorang. Bisa jadi saking sering keajaiban dalam kehidupannya sehingga dianggap biasa, mereka mengatakan sebagai sebuah kebetulan. Anda tentu ingat saat-saat ketika muncul pertolongan, penyelesaian masalah, terkabulkannya do’a yang tidak disangka-sangka cara dan jalannya. Oya, pernahkah merenungkan bahwa segala yang anda dapatkan apakah benar-benar usaha anda atau lebih banyak dikatakan keberuntungan? Perencanaan ideal yang dibuat apakah lebih banyak terjadi atau lebih banyak gagalnya? Kepasarahan kepada Tuhan menjadikan banyak cara elegan, tidak manusia sangka-sangkakan bermunculan, bukan? Maka cobalah untuk mengingat kembali dan menuliskan berbagai pengalaman ajaib dalam kehidupan anda. Keajaiban yang saya maksud adalah segala yang terjadi berupa kebaikan dan itu bukan semata-mata karena usaha yang anda lakukan.

Monday, December 13, 2010

Dari Penjaga Mimpi*


Behind the success of great people, there is a great vision,” begitulah sebagian inspirasi dari Ngeteh Pagi kami bersama Rumah Prestasi Indonesia di Semarang. Setelah direnung-renungkan benar adanya memang. Orang-orang besar senantiasa memiliki visi yang besar bahkan melampaui usianya. Pun dalam banyak kesempatan, logikanya jauh melampaui logika zaman dimana dia berada.
Semua bermula dari impian. Seorang motivator menyemangati saya ”use your imajination to create your future, don’t use your memories”. Dalam merancang masa depan, seseorang membutuhkan angan-angan, impian, khayalan. Bukankah semua berawal dari sana?

Memiliki impian ternyata membutuhkan keberanian. Walaupun bermimpi itu gratis tetapi banyak yang kesulitan menyebutkan impiannya. Pernah dalam suatu training, saya katakan kepada para peserta, “Seandainya Tuhan mengabulkan segala permintaan (impian), apa saja yang akan anda minta?” Saya berharap sekali mereka akan menuliskan berlembar-lembar keinginannya. Saya tegaskan seraya membangun kepercayaan diri untuk bermimpi, ”Sebanyak-banyaknya, terserah ingin menuliskan berapa.” Saya cermati ternyata banyak yang nampak kebingungan, impian apa yang akan dituliskan.
Impian-impian ibaratkan lentera yang akan senantiasa menyala, menerangi setiap relung jiwa, dan menuntun seseorang pada labuhannya. Butuh energi yang besar memang untuk mewujudkan impian menjadi kenyataan. Sudah begitu adanya kodrat alam, ”Makin tinggi pohon makin besar pula tantangan anginnya”. Angin yang manjadikan memacu pohon itu menguatkan akarnya. Dengan akar yang kuat, makin banyak pula sari makanan yang diserapnya, dan makin banyak pula buah yang dihasilkan.

Untuk mengawali langkah, bagi sebagian orang merupakan suatu kesulitan. Banyak hal yang menjadi pertimbangan, begitu memang. Namun, seiring perjalanan, keberhasilan-keberhasilan yang sudah didapatkan akan menjadikan optimisme semakin mengembang. Jangan pernah meremehkan impian anda.
Dalam berbagai tulisan dan ceramah yang saya berikan, saya berusaha menyemangati orang-orang untuk tidak membiarkan ada yang mencuri mimpi-mimpi mereka. Para pencuri yang melemahkan semangat tetapi tidak pernah bertanggung jawab. ”Apakah mereka bertanggung jawab atas kehidupan anda?” Tidak, tentunya. Setiap diri bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Orang boleh berkata apapun tentang kita tetapi cukuplah pohon mangga menjadi pelajarannya. ”Orang melemparinya dengan batu, dia memberikan buahnya untukmu.” Saat orang merendahkan kita, saat itu kita merasa teraniaya. Bukankah itu waktu yang tepat untuk berdo’a? Tidak perlu sakit hati dicaci, suatu saat dia akan kita beri bukti.

Mari saling menyemangati wahai saudaraku, kita akan reunikan 5,10, atau 20 tahun lagi bahkan di surga nanti. Kita akan bercerita tentang mimpi dan perjuangan ini. ”Jadikan kelelahan suatu saat menjadi hal menarik untuk dikenangkan.”
Kuatkan diri saat ada yang melemahkan mimpi;
”Kami sadari bahwa kami hanyalah orang-orang biasa. Kami sadar sesadarnya. Tetapi impian kami telah mengalahkan diri kami yang biasa tadi. Dan kami tidak akan pernah menawar impian-impian kami karena kami telah memenangkannya dalam imajinasi kami. Semua tinggal realitas. Dan kami yakin realitas hanya perihal momentum. Tuhan yang akan mengatur dengan Perencanaan-Nya yang indah. Sementara menunggu momentum itu, kami akan sambut realitas yang akan datang dengan hati penuh kebahagiaan, dengan senyum dan hati lapang, dan tangan terbuka penuh riang.”
-->
Dari meja" NGETEH PAGI BERSAMA RUMAH PRESTASI",
Pariman Siregar Founder Quantum Motivation Center & Penulis Buku MASTER from minder.
  • Terima kasih untuk; Imron H, Yayan SW, Icha, Senjha, Agus S, Siswadi, Rifki, Senjha, Santi, Nandar, dan semua sahabat di Rumah Prestasi dan Ngeteh Pagi.
  • Buat teman-teman di Quantum Motivation Center dan MasterMind saya; Wahyu, Ali, Yekti, Ferry, Fifi, Bima, Puspa, Prima, Idham, dan semua temen-temen QMC yang terpisah jarak dan dulu sempat kerja bareng.
  • Buat semua teman-teman FB saya dan semua yang berinteraksi dengan saya.

Sunday, November 7, 2010

Karena Cinta Senantiasa Memberi Inspirasi*

Masih ingat tulisan sebelumnya yang terdapat ungkapan, “Cinta itu fitroh yang suci, dia akan terkotori oleh dominasi, keinginan memegang kendali, dan menguasai”?

Cinta yang terkotori hanya akan melemahkan pemiliki cinta itu sendiri. Kerenggangan, mengatasnamakan ketidakcocokan, dan terancam perpisahan. Tentulah hal demikian tidak perlu terjadi ketika masing-masing menempatkan cinta sebagai ungkapan saling berbagi dan memberi bukan meminta dan menuntut kembali.

Dipahamilah kemudian kenapa mereka yang biasa menjalani hubungan lama (dalam istilah umum disebut pacaran) akhirnya hanya berujung perpisahan. Meninggalkan kekecewaan yang menjadikan semacam trauma bagi seseorang dan berkembang menjadi kecurigaan tak beralasan dalam jalinan hubungan. Rasa cemburu berlebihan yang dilandasi kekhawatiran kehilangan. Tindakan yang kadang dimaknai terlalu mengkontrol dan membatasi kebebasan pasangan cintanya. Orang bijak mengomentari cinta yang demikian, “Membatasi berkembangnya potensi diri seseorang”.

Padahal bertemunya rasa cinta seharusnya melahirkan loncatan pencapain yang lebih dalam kehidupan. “Bukankan cinta itu adalah energi yang menggerakkan?” Mereka yang dalam hatinya bersemayam cinta mampu melakukan segalanya demi yang dicinta. Orang awan menyebut pengorbanan tetapi baginya, itu adalah wujud cinta yang dibuktikan. Sampai sekarang kita bias melihat Tajmahal, salah satu keajaiban dunia yang terlahir dari bukti cinta. Para penulis barangkali akan menuliskan nama yang dicintanya dalam halaman persembahan buku yang dia tulis. Buku yang akan menghiasi rak insan di pelosok negeri ini atau mungkin sampai lintas generasi. “Anda tidak akan memahami cinta jika anda tidak pernah mengalaminya,” begitu kata orang.

Hanya cinta yang rabbani yang akan melahirkan cinta sejati. Hanya cinta yang diikat dalam tali keimanan yang akan melahirkan sejarah sampai akhir zaman bahkan di surga akan jadi kenangan. Pernikahan, itulah jalan yang agama sediakan untuk mengumpulkan yang berserakan. Potensi genetis, intelektual, spiritual dst berkumpul untuk mewujudkan visi yang illahi. Kecemburuan dalam cinta yang demikian mendapat ganjaran.

Kecemburuan, sebuah kutub dalam sisi lain cinta. Kecemburuan merupakan hal wajar dalam kehidupan. Semua orang pastilah mengalaminya. Konsekuensi menaruh perasaan pada orang lain adalah kecemburuan. Mengetahui kalau yang dicintai mendapat perhatian orang lain bagi sebagian orang itu menyakitkan. Begitulah cemburu. Rasa cinta yang dimaknai harus memiliki menjadi pemicu kemunculan kecemburuan. Sebuah perasaan tidak nyaman jika si dia beralih perhatian.

Kewaspadaan berlebih hanya akan menimbulkan kelelahan dan ketidakproduktifan. Berfokus pada kelemahan dan pengalaman tidak menyenangkan hanya akan mengkungkung kreatifitas dan menghambat pencapaian. Kepercayaan merupakan kunci dalam keadaan yang demikian. Sebuah kepercayaan yang dilahirkan dari kejernihan jiwa atas segala pengalaman was-was dalam hubungan. Keterbebasan dari pengalaman tidak menyenangkan dan hubungan masa lalu yang menemui kebuntuan.

Dibutuhkan namanya Rekayasa Emosi. “Langit bisa saja mendung tetapi hati anda bisa tetap bergembira”. Artinya mencoba untuk menarik diri dari situasi dan menjadi pengamat keadaan yang terjadi lalu setelah detail memahami barulah menentukan reaksi. “Senantiasa ada sudut pandang lain dalam menyikapi masalah”. Murnikan logika dari emosi, begitu sederhananya. Dalam hubungan sesekali butuh jeda jarak memang akan masing-masing tidak larut dalam keadaan. Hal yang wajar sebagai kesempatan melihat peningkatan pencapaian. Tidak perlu dibawa ke ranah emosi dan asumsi yang malah menjadikan keruh keadaan. Tunggulah sebentar kemudian ketika semua jernih kembali, hubungan akan semakin dekat. Karena cinta senantiasa memberi inspirasi. Senyum dan tersenyumlah tidak ada yang perlu anda takutkan. Berbahagialah CINTA!

Pariman Siregar: Penulis Buku MASTER from minder dan Founder QMC
Terima kasih buat seseorang yang meyakinkan dan senantiasa memberikan semangat untuk tetap istiqomah dalam kehidupan ini.
Terima kasih buat seluruh pembaca MASTER from Minder, karena pembacalah semangat itu jadi semakin menyala dan membara.
Thanks for my mastermind in Quantum Motivation Center; Fifi, Yekti, Fery, dan Wahyu. Buat Idham, Prima, Rajab Ali. DR. Yeniar Indriana juga ibu Farida Hidayati S.Psi,. MSi, Pak Achmad Mujab Masykur S.Psi, Pak Bambang Suherman yang menjadi patner dalam sharing dan berbagi.
Mohon do'a untuk buku kedua juga S1nya :)

Saturday, November 6, 2010

Telah Aku Temukan Cinta Sejati Itu*

Pernahkah anda menaruh harapan pada seseorang tetapi akhirnya “kandas” di tengah jalan? Anda mungkin sedang dalam pencarian pasangan hidup yang selama ini begitu anda impikan tetapi belum juga kunjung datang? Atau anda sudah membangun hubungan dan ingin mendapatkan cinta berkelimpahan? Semoga tulisan kali ini bisa memberikan sedikit pencerahan.

“Cintailah dia karena ANDA BERKELEBIHAN cinta bukan karena ANDA KEKURANGAN cinta atau berharap ingin dicinta”.
Jatuh cinta pada lawan jenis adalah sebuah kewajaran apalagi ketika usia beranjak dewasa. Menaruh harapan besar pada seseorang, suatu saat menjadi pasangan pun hal yang lumrah dilakukan. Dalam kehidupan ini, semua diciptakan berpasang-pasangan. Ada laki-laki, ada pula perempuan; ada siang, ada malam; ada gelap, ada juga terang dst. Manusia diciptakan beragam; bersuku-suku dan berbangsa-bangsa, tiada lain untuk saling mengenal. Diciptakan dari satu kemudian berkembang sebagaimana sekarang pun sudah Tuhan rancang. Kata seorang filsuf, “Hakekat kehidupan adalah kasih sayang”.

Rasa cinta merupakan fitroh yang suci dalam setiap diri. Seiring bertambahnya usia, rasa itu pun mengalir menemukan muaranya, bergantian dan terus berkembang. Pada awal fase kehidupan, orangtua merupakan muara kasih sayang yang terus mengalirkan cinta dan perhatian. Bergulir masa dan bertambah cinta karena pertemanan dan persahabatan. Semakin dewasa, semakin berkembang cinta mengalir menuju pasangan jiwa. Kehidupan berumah tangga, menyemai cinta, melahirkan anak-anak yang ceria yang kemudian melestarikan siklus cinta kembali. “Ketika seorang anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan maka mereka akan belajar menemukan kasih dalam kehidupan,” begitu kata para ahli ilmu jiwa.

Suasana keluarga akan berpengaruh dalam diri seseorang terkait cara pandang terhadap dunia ini dan tindakan menyikapinya. Dikatakan bahwa orangtua akan menjadi refrensi seseorang dalam penentuan pasangan. Gambaran ideal orangtua dijadikan pertimbangan dalam pemilihan pasangan. Seorang wanita bisa begitu dekat dengan seorang laki-laki karena dia menemukan figur seperti ayahnya dalam diri laki-laki tersebut. Penuh perhatian, kasih sayang, pemaaf, dan pengertian. Demikian pula dengan laki-laki yang berharap pasangan hidupnya adalah seorang wanita yang ideal. Semua orang sah-sah saja menentukan gambaran pasangan hidupnya. Mencintai berarti mencurahkan segala yang dimiliki untuk yang dicintainya. “Selama anda mendedikasinya untuk memberi tanpa berharap kembalian maka yang terjadi anda akan lebih banyak juga dalam mendapatkan, sebaliknya jika anda terus meminta maka kekurangan yang akan anda dapatkan,” begitu orang bijak menasehatkan.

Cobalah telisik ke dalam hati untuk mengetahui alasan cinta terhadap seseorang. Ada sebagian orang yang menemukan cinta karena orang tersebut memiliki figur seperti seseorang yang darinya mendapatkan kasih sayang. Alasan cintanya lebih semacam kompensasi kalau boleh dibilang. Kemunculan cinta yang dilatarbelakangi karena sumber cinta yang selama ini memberinya telah terkurangi. Secara alamiah, hati mencari sumber lain yang bisa mengisi penuh rasa cinta itu. “Mencintai seseorang karena kekurangan cinta dan berharap dia mendapatkan balasan cinta,” begitu sederhananya.

Bagi mereka yang kemudian menyadari lalu mengubah dari kompensasi menjadi sumber energi, dari berharap menerima menjadi memberi akan mendapati kelanggengan cinta. Sedangkan mereka yang tidak menyadari dan tidak bertransformasi menemukan diri mereka dalam kekecewaan. Itulah mengapa ada orang-orang yang memiliki hubungan kedekatan lama tetapi akhirnya tidak bermuara pada rumah tangga. Ada juga yang cinta dalam rumah tangganya tergoyang dengan alasan tidak menemukan lagi kecocokan. Entah aalasan mendasar apa yang dulu dijadikan landasan cinta. Bisa jadi hanya sebatas kompensasi, subtitusi kebutuhan cinta dst. “Putusnya” hubungan cinta karena dia telah menemukan muara lain dimana dia mendapatkan lebih.

Mereka yang sama-sama kekurangan cinta kemudian bertemu, berjanji saling melengkapi akhirnya menemukan cinta sejati. Dalam kekurangannya, mereka menemukan hakekat cinta yaitu saling berbagi dan saling memberi. Selama tidak ada dominasi maka cinta akan terus abadi. “Cinta itu fitroh dan suci, dia akan terkotori oleh dominasi, keinginan memegang kendali, dan menguasai”. Selamat menemukan cinta sejati, sambut dengan bahagia di hati.


Pariman Siregar: Penulis Buku MASTER from minder dan Founder QMC
Terima kasih buat seseorang yang meyakinkan dan senantiasa memberikan semangat untuk tetap istiqomah dalam kehidupan ini.
Terima kasih buat seluruh pembaca MASTER from Minder, karena pembacalah semangat itu jadi semakin menyala dan membara.
Thanks for my mastermind in Quantum Motivation Center; Fifi, Yekti, Fery, dan Wahyu. Buat Idham, Prima, Rajab Ali, Fajri. DR. Yeniar Indriana juga ibu Farida Hidayati S.Psi,. MSi, ak Achmad Mujab Masykur S.Psi yang menjadi patner dalam sharing dan berbagi.
Mohon do'a untuk buku kedua juga S1nya :)

Sunday, October 17, 2010

Menjadi Ayah yang Mengagumkan


Selembut kelincikah?
Atau seseram harimau?
Mungkin pula semengagumkan merak?
Segagah elang?
Ataukah selayaknya beruang kutub yang senantiasa memberikan kehangatan?
Tulisan kali ini buka bertutur perihal pelajaran biologi. Sudah lewat rasanya pembahasan perihal pelajaran itu kecuali bagi kawan-kawan di MIPA. “Parenting” itulah tema tulisan kali ini. Berangkat dari mencermati derasnya status FB terkait pernikahan. Mudah-mudahan bisa menjadi bekal bagi mereka yang telah menetapkan diri menjadi seorang ibu ataupun ayah.
Ya, demikianlah. Keputusan berumah tangga tentulah diikuti dengan kepemahaman tanggung jawab menjadi orangtua. Sebelum pernikahan barangkali yang terbayangkan kebahagiaan-kebahagiaan berdua-duan dengan pasangan. Saat bangun tidur di sepertiga malam, ketika membuka mata terlihat di sana seorang pangeran tampan (bagi para wanita) atau seorang bidadari impian (bagi para laki-laki). Mungkin pula suka cita hari-hari, romatisme makan sepiring berduanya.
Ada tanggung jawab baru yang menyusul ternyata. Beberapa waktu kemudian seorang wanita hamil, mengandung buah hatinya. Dia sudah menjadi seorang ibu. “Sebegitu cepatkah?” demikian sebagian wanita mengungkapkan ketidaksiapannya akan tanggung jawab sebagai ibu. Demikian pula dengan seorang laki-laki, kehamilan seolah mengabarkan tanggung jawab sebagai orangtua sudah dimulai. Bukan lagi perihal pasangan tetapi buah hati, cinta yang selama sekian waktu disemai ternyata bertumbuh. Tugas selanjutnya setelah benih tersebut tumbuh adalah menjaganya, miliharannya hingga suatu saat nanti berbuah dan siap dituai. Karena itulah orang Jawa memimiliki istilah “ngundoh mantu” ketika putri mereka menikah.
Jika anak hidup dengan omelan, Ia belajar mengomel
Jika anak hidup dengan permusuhan, Ia belajar berkelahi
Jika anak hidup dengan ejekan, Ia belajar jadi pemalu
Jika anak dengan dipermalukan, Ia belajar merasa bersalah dan rendah diri
Jika anak hidup dengan toleransi, Ia belajar bersabar
Jika anak hidup dengan dorongan, Ia belajar kebenaran
Jika anak hidup dengan rasa aman, Ia belajar percaya
Jika anak hidup dengan persetujuan/penerimaan, Ia belajar menyukai dirinya
Jika anak hidup dengan penerimaan dan persahabatan, anak belajar menemukan kasih di dunia
Lebih luas lagi ternyata tanggang jawabnya. Mencarikan nafkah dengan bekerja itu hal yang biasa. Bekerja siang malam untuk anak dan istri (bagi laki-laki) atau membantu suami bekerja untuk menambahi pendapatan keluarga (bagi wanita). Namun, menyediakan waktu untuk berdiskusi dari hati ke hati, mendengarkan curhatan anak, menyemak hafalan Al Qur’an mereka, dan interaksi dengan anak sudah selayaknya mendapat perhatian. Ketika menjadi orangtua, ayah atau ibu, ingin seperti apa dalam pandangan anak-anak?
Selembut kelincikah? Atau seseram harimau? Mungkin pula semengagumkan merak? Segagah elang? Ataukah selayaknya beruang kutub yang senantiasa memberikan kehangatan? Karakter apa saja yang menggambarkan diri anda? Menjadi ayah yang mengagumkan? Atau menjadi ibu yang menginspirasi? …
Pariman Siregar: Penulis Buku Master from Minder dan Founder QMC
Terima kasih buat temen-temen QMC
Terima kasih buat seseorang yang meyakinkan dan senantiasa memberikan semangat untuk tetap istiqomah dalam kehidupan ini.
Terima kasih buat seluruh pembaca MASTER from Minder, karena pembacalah semangat itu jadi semakin menyala dan membara.
Thanks for my mastermind in Quantum Motivation Center; Fifi, Yekti, Fery, Ali, dan Wahyu. Buat Idham, Prima, Rajab Ali, Fajri. DR. Yeniar Indriana juga ibu Farida Hidayati S.Psi,. MSi yang menjadi patner sharing dan berbagi.
Mohon do'a untuk buku kedua juga S1nya. : )